-->

[ADS] Top Ads

Prinsip-Prinsip Geografi

Menurut Nursid Sumaatjadja, prinsip-prinsip geografi terdiri atas prinsip persebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi, dan prinsip keruangan (Dibyo, 2009 : 18). Prinsip dasar geografi dibagi menjadi empat jenis, yaitu sebagai berikut (Hartono, 2009 : 20).

Penjelasan Prinsip-Prinsip Geografi

1. Prinsip persebaran adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan persebaran gejala di permukaan bumi yang cenderung tersebar tidak merata (Hartono, 2009 : 20). Gejala yang tersebar dipermukaan bumi ini meliputi bentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia.

2. Prinsip interelasi adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan hubungan timbal balik (interelasi) antara gejala yang satu dengan dan gejala lainnya (Hartono, 2009 : 20). Hubungan timbal balik ini suatu hubungan saling terkait dalam ruang, antara gejala satu dengan gejala lainnya.

3. Prinsip deskripsi, yaitu prinsip geografi yang berkenaan dengan pemaparan atau penjelasan tentang deskripsi suatu gejala di permukaan bumi baik melalui tulisan, tabel, diagram, peta, gambar, atau video.

4. Prinsip keruangan, disebut juga prinsip kronologi adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan kajian gejala, fakta dan masalah geografi ditinjau dari aspek persebaran, interelasi, dan interaksinya dalam ruang (permukaan bumi) yang membentuk suatu integrasi atau kesatuan tertentu (Hartono, 2009 : 20).

Penjelasan Prinsip-Prinsip Geografi


    1. Prinsip Persebaran


    Yang dimaksud dengan prinsip persebaran adalah  suatu gejala yang tersebar tidak merata di permukaan bumi yang meliputi bentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia (Dibyo, 2009 : 18).

    Geografi menganut prinsip ini karena adanya persebaran fenomena geografi yang tidak merata di muka bumi. Misalnya, persebaran potensi air yang berbeda dari satu tempat dengan tempat lainnya.

    Gejala geografi baik yang menyangkut kondisi fisik maupun sosial tersebar luas di permukaan bumi, tetapi penyebarannya tidaklah merata antara wilayah satu dengan wilayah lainnya.

    Dalam sumber lain prinsip persebaran disebut juga dengan prinsip distribusi. Prinsip distribusi dalam ruang ini menjadi kunci pertama dalam studi geografi.

    2. Prinsip Interelasi (Hubungan Timbal Balik)


    Prinsip ini menyatakan bahwa terdapat hubungan timbal balik antara gejala geografi yang satu dengan gejala geografi lainnya (Danang, 2009 :16).

    Oleh karena itu setelah dilihat persebaran gejala geografi dalam satu ruang atau wilayah tertentu maka dapat pula diungkapkan hubungan antara gejala geografi satu dengan gejala geografi lainnya.

    Selain itu dapat pula diungkapkan hubungan antara gejala-gejala yang ada di permukaan bumi.

    Artinya bahwa antara komponen atau aspek-aspek lingkungan geografi senantiasa terdapat hubungan timbal balik atau saling keterkaitan dengan yang lainnya.

    Contoh prinsip interelasi misalnya hubungan antara gejala fisik dengan gejala fisik, antara gejala fisik dengan gejala sosial dan antara gejala sosial dengan gejala sosial.

    3. Prinsip Deskripsi


    Prinsip deskripsi adalah prinsip geografi yang berkenaan dengan pemaparan atau penjelasan (deskripsi) suatu gejala di permukaan bumi baik melalui tulisan, tabel, diagram, peta, atau video (Hartono, 2009 : 20).

    Artinya, setelah diadakan studi atau telaah terhadap gejala-gejala geografi, maka hasil telaah ini akan dijelaskan atau dideskripsikan melalui tulisan atau kata-kata, yang dilengkapi dengan diagram, grafik, tabel, gambar, dan peta.

    Prinsip ini pada intinya memberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang karakteristik yang spesifik pada gejala geografi. Gejala geografi berdimensi titik, garis, bidang, dan ruang.

    Bentuk-bentuk deskripsi harus dapat memberikan penjelasan kepada para pembaca agar dapat
    memahami tentang makna yang dibahas.

    Prinsip deskripsi geografi digunakan untuk menjelaskan karakteristik gejala geografi yang dipelajari, hubungan antar gejala, dan distribusi keruangannya.

    4. Prinsip Keruangan/Kronologi


    Prinsip korologi, yaitu suatu gejala, fakta, atau pun masalah geografi di suatu tempat yang ditinjau sebarannya, interelasinya, dan integrasinya dalam ruang tertentu, sebab ruang itu akan memberikan karakteristik kepada kesatuan gejala tersebut (Iwan Gatot S., 2007 : 9).

    Prinsip ini melihat permasalahan geografi dari sudut pandang persebaran, interelasi dan interaksinya dalam suatu wilayah (region) dan ruang tertentu.

    Prinsip korologi, merupakan prinsip geografi yang komprehensif karena memadukan prinsip-prinsip lainnya. Prinsip ini merupakan ciri dari geografi modern.

    Pada prinsip korologi ini, gejala, fakta, dan masalah geografi ditinjau penyebarannya, interelasinya, dan interaksinya dalam ruang.

    Baik penyebaran maupun interelasinya dan interaksinya dalam hubungan terdapatnya pada ruang tertentu. Faktor, sebab, dan akibat terjadinya suatu gejala dan masalah, selalu terjadi dan tidak dapat dilepaskan dari ruang yang bersangkutan.

    Ruang ini memberikan karakteristik kepada kesatuan gejala, kesatuan fungsi, dan kesatuan bentuk karena ruang itu juga merupakan kesatuan.


    Sumber/Daftar Pustaka
    1. Hartono. 2007. Cetakan I. Geograf: Jelajah Bumi dan Alam Semesta untuk Kelas X SMA/MA. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit CV. CITRA PRAYA.
    2. Sulistyanto, Iwan Gatot. 2009. Geografi 1 :  untuk Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Kelas X. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit PT. Balai Pustaka.
    3. Endarto, Danang., dkk. 2009. Geografi 1 : Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit Grahadi.
    4. Soegimo, Dibyo., Ruswanto. 2009. Geografi : untuk SMA/ MA Kelas X. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit CV Mefi Caraka

    Copyright © 2020

    Wikuwik.com - Ilmu Sejarah