-->

[ADS] Top Ads

Mempelajari Litosfer Bumi Untuk Materi Geografi

Litosfer

LITOSFER


Bumi mempunyai suatu lapisan yang disebut litosfer. Apa pengertian dan bagaimana struktur lapisan litosfer akan dibahas dalam materi kali ini. Berdasarkan letaknya, litosfer merupakan lapisan kulit bumi yang paling luar, terdiri atas batu-batuan dengan ketebalan rata-rata 1200 kilo meter.

Lapisan kulit bumi ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu Lapisan Sial dan Lapisan Sima. Secara umum, batuan litosfer juga terdiri dari dua jenis, batuan beku dan batuan sedimen. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan di bawah ini.

Pengertian Litosfer


Secara etimologi atau harfiah litosfer berasal dari bahasa Yunani dan dua suku kata yaitu, Lithos artinya batu atau batuan dan Sphere yang artinya lapisan. Jadi, litosfer adalah lapisan bumi yang paling luar atau biasa disebut dengan kulit bumi.

Lapisan litosfer umumnya terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan SiO2. Alasan inilah yang membuat litosfer sering disebut lapisan silikat. Menurut  Klarke dan Washington, batuan atau litosfer di permukaan bumi hampir 75% terdiri dari silikon oksida dan alimunium oksida yang membentuk batuan.

Ketebalan rata-rata lapisan litosfer adalah 30 km dan terdiri atas dua bagian, yaitu:
1. Litosfer atas, berupa daratan, kira-kira 35% atau 1/3 bagian.
2. Litosfer bawah, merupakan lautan, kira-kira 65% atau 2/3 bagian

Pembagian Litosfer


Litosfer

Litosfer terdiri dari dua jenis yaitu

1. Lapisan Sial


Lapisan Sial mempunyai ketebalan rata-rata ± 35 km, merupakan lapisan kulit bumi yang terbentuk dari logam silisium dan aluminium, dengan senyawanya yang berbentuk SiO2 dan Al2O3.

Selain itu, lapisan ini juga mengandung jenis-jenis batuan metamorf, batuan sedimen, granit, andesit, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua.

Karena sifatnya yang padat dan kaku, lapisan sial disebut juga lapisan kerak. Lapisan kerak ini terdiri atas dua bagian, yaitu kerak samudra dan kerak benua.

  • Kerak samudra, kerak yang terdapat di samudra ini adalah benda padat yang terbentuk dari endapan di dasar laut bagian atas, yang bagian bawahnya terdapat batuan-batuan vulkanik. Lapisan paling bawahnya tersusun dari batuan beku gabro dan peridotit.
  • Kerak benua, merupakan benda padat yang terdiri dari batuan beku granit pada bagian atasnya dan batuan beku basalt pada bagian bawahnya. Kerak ini yang menempati sebagai benua.

2. Lapisan Sima


Lapisan Sima adalah bahan yang bersifat elastis dengan ketebalan lebih kurang 65 km. Lapisan ini tersusun oleh logam-logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO.

Lapisan sial mempunyai berat jenis yang lebih kecil daripada lapisan Sima. Hal ini disebabkan lapisan Sima mengandung besi dan magnesium, yang mengandung mineral feromagnesium dan batuan basalt.

Jenis Batuan Pembentuk Litosfer


Litosfer terdiri dari tiga macam batuan, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan malihan atau metamorf. Proses pembentukan dari masing-masing batuan tersebut berbeda-beda, namun induknya sama yakni sama-sama berasal dari magma. Magma merupakan larutan silikat yang bersifat cair dan pijar, yang terdapat di dalam perut bumi.

Batuan merupakan bahan utama pembentuk kulit bumi. Induk segala batuan batuan adalah magma. Manga adalah batuan cair pijar bersuhu tinggi dan mengandung berbagai unsur mineral dan gas.

Kulit bumi atau litosfer tersusun oleh 90 jenis unsur kimia dan antara unsur satu dengan unsur lainnya membentuk senyawa yang disebut mineral. Di dalam litosfer terdapat lebih dari 2000 mineral dan hanya 20 mineral yang terdapat dalam batuan.

Mineral batuan yang penting sebagai pembentuk litosfer, yaitu Kuarsa (Si02), Feldspar, Piroksen, Mika Putih (K-Al-Silikat), Biotit atau Mika Cokelat (K-Fe-Al-Silikat), Amphibol, Khlorit, Kalsit (CaC03), Dolomit (CaMgCO3), Olivin (Mg, Fe), Bijih Besi Hematit (Fe2O3), Magnetik (Fe3O2), dan Limonit (Fe3OH2O).

Tiga jenis batuan pembentuk litosfer adalah sebagai berikut.

1. Batuan Beku


Litosfer

Batuan beku atau igneous rock adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar dan membeku menjadi padat. Pada awalnya, batuan ini adalah magma cair yang sangat panas, kemudian karena suhunya menurun, lama-lama menjadi beku.

Contoh batuan beku adalah magma yang keluar dari perut bumi melalui letusan gunung berapi lama-lama akan membeku dan menjadi batu.

Batuan beku terdiri dari tiga macam berdasarkan tempat membekunya.
  • Batuan beku dalam (Plutonik atau Abisik), terjadi dari pembekuan magma yang berlangsung secara perlahan ketika masih berada di dalam perut bumi. Contoh batuan ini adalah batu granit, diodit, dan gabbro.
  • Batuan beku gang atau korok. Merupakan batuan yang terbentuk dari magma yang membeku di lorong antara sarang magma dan permukaan bumi. Magma yang berada di perut bumi (sarang magma) akan menyusup dan merambat ke atas melalui celah-celah yang ada di dalam bumi. Secara perlahan magma yang telah menyusup menjadi beku dan menjadi batu.
  • Batuan beku luar atau lelehan, merupakan batu yang terbentuk dari magma yang keluar setelah mencapai permukaan bumi. Contoh batuan beku luar adalah batu basalt, andesit, diorit, scoria, obsidin, dan batu apung.

2. Batuan Sedimen


Litosfer

Disebut juga dengan Sedimentary Rock adalah batuan yang terbentuk dari jenis batuan beku ke-tiga (batuan beku luar) yang telah mengalami pelapukan. Adapun proses terbentuknya batu sedimen adalah sebagai berikut;
  • Batuan beku yang ada di permukaan bumi secara perlahan akan mengalami pelapukan.
  • Batu yang lapuk kemudian mengalami erosi atau pengikisan sehingga menjadi butiran-butiran batu kecil, misalnya disebabkan oleh air yang mengalir di sungai.
  • Butiran-batiran kecil tersebut kemudian terbawa oleh aliran sungai dan berakhir atau mengendap di muara, sehingga terjadi penumpukan butiran tersebut.
  • Endapan butiran-butiran kecil tersebut lama-lama menumpuk dan membeku karena proses diagenesis
  • Nah, butiran yang membeku itu lama-lama menjadi batu yang disebut batu sedimen.

Jenis batu sedimen ada tiga macam berdasarkan proses terbentuknya, yaitu batu sedimen klastik, batu sedimen kimiawi, dan batu sedimen organik. Berikut penjelasannya;

Batu Sedimen Klastik
Merupakan batuan asal yang mengalami penghancuran melalui pelapukan mekanis dari ukuran besar menjadi menjadi kecil (butiran), kemudian mengendap membentuk endapan klastik. Secara umum contoh batuan ini adalah batuan pasir dan batuan lempung (shale).

Batuan Sedimen Kimiawi
Batuan ini terbentuk karena proses kimiawi, seperti penguapan, pelarutan, dehidrasi, dan sebagainya. Contohnya batuan sedimen kapur yang terdapat di gua-gua kapur.

Batuan Sedimen Organik
Yaitu batuan yang terjadi karena selama proses pengendapannya mendapat bantuan dari organisme, seperti bangkai-bangkai hewan laut yang mengendap bersama dengan endapan batuan.

3. Batuan Malihan/metamorf


Litosfer

Batuan malihan atau disebut metamorphic rock merupakan batuan yang terbentuk karena adanya penembahan suhu atau penembahan tekanan yang terjadi secara bersamaan pada batuan sedimen. Contoh batu malihan adalah batu marmer.

Ada tiga jenis batuan malihan atau metamorf, yaitu sebagai berikut:
  • Metamorfik termik (kontak), terbentuk karena adanya kenaikan suhu yang berarti, seperti batu pualam atau marmer.
  • Metamorfik dinamik (sintektonik), pembentukan batuan yang disebabkan oleh penambahan tekanan tinggi, biasanya akibat gaya tektonik. Jenis metamorfisa ini banyak dijumpai pada daerah-daerah patahan dan lipatan yang luas di dunia. Misalnya, batu sabak dan batubara.
  • Metamorfik termik pneumatolitik, pembentukan batuan akibat adanya penambahan suhu disertai masuknya zat bagian magma ke dalam batuan itu. Misalnya, azurit mineral (pembawa tembaga), topas, dan turmalin (batu permata)

Siklus Batuan Pembentuk Litosfer


Litosfer

Batuan pembentuk kulit bumi selalu mengalami siklus atau daur, yaitu batuan mengalami perubahan wujud dari magma, batuan beku, batuan sedimen, batuan malihan, dan kembali lagi menjadi magma. Secara berurutan batuan itu mengalami peristiwa sebagai berikut.

Karena daerah sekitar magma itu dingin, maka magma itu juga mendingin. Secara lambat laun magma pun membeku. Tempat pembekuan itu, mungkin di permukaan bumi, mungkin pula di lapisan litosfer yang tidak begitu dalam, atau di dalam dapur magma bersama-sama dengan proses pembekuan magma seluruhnya. Karena itu, batuan yang berasal dan magma akan berbeda-beda pula.

Karena pengaruh atmosfer, maka batuan beku di permukaan bumi itu akan rusak, hancur, dan kemudian terbawa oleh aliran air, hembusan angin, atau gletser.

Tidak jarang pula pada waktu hujan lebat, batuan yang hancur itu meluncur pada lereng yang curam karena gravitasi dan akhirnya batuan yang telah diangkut itu akan diendapkan di tempat baru. Akibatnya terbentuklah batuan endapan yang tertimbun di dataran rendah, sungai, danau, atau di laut.

Mungkin saja pada suatu masa, batuan beku dan batuan endapan mencapai suatu tempat yang berdekatan dengan magma sebagai akibat tenaga endogen.

Karena persinggungan dengan magma itu, maka batuan sedimen dan batuan beku dapat berubah bentuknya dan lazim dinamakan batuan malihan (metamorf). Batuan malihan dapat juga terbentuk akibat tekanan yang berlaku pada batuan sedimen.

Lapisan Kulit Bumi


Litosfer

Seperti yang telah dijelaskan bahwa litosfer merupakan lapisan kulit bumi paling atas. Berikut pembagian lapisan kulit bumi yang diurutkan dari atas hingga ke bawah.

Lapisan Litofer


Litosfer, merupakan lapisan yang terdapat di atas lapisan pengantara, mempunyai ketebalan kurang lebih 1.200 km, dengan berat jenis rata-rata 2,8 gr/cm3.

Lapisan pengantara


Atau disebut asthenosfer/mantle adalah bahan cair yang bersuhu tinggi dan pijar. Lapisan pengantara (asthernosfer/mantle) ini merupakan lapisan yang terdapat tepat di atas lapisan nife dan mempunyai ketebalan lebih kurang 1.700 km, berat jenisnya rata-rata 5 gr/cm3.

Lapisan Barisfer


Terdiri atas bahan padat yang terbentuk dari lapisan nife (niccolum = nikel dan ferrum = besi) dengan jari-jari ±3.470 km dan batas luar lebih kurang 2.900 km di bawah permukaan bumi. Lapisan ini merupakan lapisan inti bumi, sehingga litosfer dapat dikatakan sebagai lapisan batuan atau kulit bumi yang mengikuti bentuk bumi yang bulat.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah