-->

[ADS] Top Ads

8 Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri yang Telah Ditemukan Kembali

Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri

Prasasti Kerajaan Kediri telah banyak ditemukan kembali dan diteliti oleh para ahli sejarah. Setelah diteliti, beberapa isi prasasti berhasil di baca dan diartikan oleh Sejarawan. Pada umumnya isi prasasti menceritakan tentang raja-jara Kediri dan peristiwa tertentu dalam lingkup lokal.

Kerajaan Kediri sendiri terletak di Jawa Timur antara tahun 1042-1222, dan pusatnya berada di Kota Daha (Dahanapura), sekitar kota Kediri yang sekarang. Kota Daha sudah ada sebelum kerajaan ini berdiri. Bukti sejarahnya adalah prasasti Pamwatan, tahun 1042, yang dibuat pada masa Raja Airlangga.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri adalah

Prasasti Ngantang


Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri

Salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Kediri yang cukup terkenal adalah prasasti Ngantang. Isinya menceritakan tentang pembebasan pajak oleh prabu Jayabaya untuk desa Ngantang yang telah berjasa dan mengabdi kepada kerajaan. Pada prasasti tertera 1057 tahun saka atau 1135.

Pada awalnya, telah terjadi aksi di berbagai wilayah untuk memisahkan diri dari Kerajaan Kediri. Namun beberapa desa termasuk desa Ngantang tetap setia kepada kerajaan dan memihak kepada Jayabaya. Karena peristiwa tersebut akhirnya Prabu Jayabaya memberi keistimewaan kepada wilayah Ngantang.

Sesuai namanya, prasasti ini ditemukan di desa Ngantang, masih dalam wilayah Malang, namun saat ini telah menjadi koleksi Museum Nasional.

Prasasti Talan


Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri

Prasasti Talan adalah prasasti kerajaan kediri yang ditemukan di Desa Gurit, Blitar,  Jawa Timur. Isinya hampir sama dengan prasasti Ngantang yaitu, Desa Talan yang termasuk wilayah Panumbang sudah terbebas dari pajak.

Kemungkinan prasasti ini masih ada kaitannya dengan prasasti Ngantang. Karena tahun pembuatan prasasti ini selisih satu tahun dari prasasti Ngantang yakni 1058 tahun Saka atau 1136. Isinya pun sama-sama tentang bebas pajak suatu wilayah.

Bentuk prasasti mirip seperti batu nisan yang berukuran besar dan terdapat ukiran yang menggambarkan manusia berkepala garuda (garuda muka lanca).

Prasasti Kamulan


Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri

Prasasti Kamulan berisi tentang berdirinya sebuah kabupaten Trenggalek pada Rabu Kliwon, tanggal 31 Agustus 1194 dan penyerangan Kediri oleh raja Kerajaan sebelah timur pada tahun 1191. Diperkirakan prasasti ini dibuat pada masa pemerintahan Raja Ketajaya yaitu tahun 1194 atau 1116 Saka. Prasasti Kamulan ditemukan di  desa Kamulan, Trenggalek, Jawa Timur.

Prasasti Padlegan I


Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri

Peninggalan prasasti kerajaan kediri yang bernama Padlegan I berisi tentang pengabdian pejabat Desa Padlegan yang setia kepada Raja Bameshwara. Dalam prasasti terukir tahun 1038 Saka atau 11 Januari 1117 Masehi. Tulisan prasasti menggunakan aksara jawa kuno, berhasil dibaca oleh JLA Brandes dan didokumentasikan lewat Oud Javansche Oorkonde.

Bentuk prasasti seperti batu Nisan berukuran jumbo, bagian atas melengkung membentuk kubah. Ukuran prasasti padelangan yakni, lebar atas 80 cm, lebar bawah 70 cm, tinggi 145 cm, dan tebal 18 cm. Pada bagian atas terdapat ornamen lencana berbentuk Candrakapala yakni, tengkorak dengan mata terbelalak dan senyum menyeringai.

Prasasti Padeglan I ditemukan di Desa Pikatan, Distrik Srengat, Afdeling Blitar, Residentie Kediri. Prasasti ini Kemudian dipindahkan ke Pendopo Kabupaten Blitar yang sekarang menjadi Museum Penataran Kabupaten Blitar.

Prasasti Padlegan II


Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri

Merupakan prasasti kelanjutan dari prasasti Padeglan I yang dibuat pada masa Raja Sarweswara pada tahun 1081C/ 1159M. Prasasti peninggalan kerajaan Kediri ini berisi tentang anugerah tambahan dari Sri Sarweswara kepada penduduk Padlegan. Sebelumnya desa Pandlegan sudah diberikan beberapa hak istimewa oleh raja Bameswara melalui prasasti Padlegan I.

Prasasti Padlegan ditemukan di desa Pinggirsari, kecamatan Ngantru, Tulungagung dan sekarang menjadi salah satu koleksi Museum Wajakensis Tulungagung di Jalan Raya Boyolangu KM 4.

Prasasti Galunggung


Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri

Prasasti Galunggung ditemukan di wilayah Rejotangan, Tulung Agung, Jawa Timur. Ukurannya dengan 180x80x75. Tulisan dalam prasasti ada 20 baris dan menggunakan aksara jawa kuno, namun belum bisa terbaca karena telah aus atau rusak. Meski demikian, tahun pembuatan pada prasasti masih terbaca yaitu, 1123 tahun Saka.

Prasasti Jaring


Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri

Prasasti Jaring merupakan sebuah prasasti yang menceritakan tentang pengabulan permohonan penduduk Dukuh Jaring melalui Senapati Sarwajala. Sebelumnya penduduk dukuh Jaring sudah mengajukan permohonan kepada raja sebelumnya, namun belum terwujud.

Prasasti Jaring yang di buat pada 19 November 1181 juga menceritakan bahwa pejabat Kerajaan Kediri mempunyai gelar dengan sebutan nama hewan seperti Macan Kuning, Lembu, dan Menjangan.

Prasasti Panumbang I


Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri

Prasasti ini dibuat pada masa pemerintahan Raja Bameswara yakni pada tahun 1042 saka. Kemungkinan prasasti ini masih berkaitan dengan prasasti Talan, karena desa Talan termasuk wilayah Panumbang. Isi prasasti juga tentang beberapa hak istimewa yang diberikan kepada penduduk Panumbang.

Beberapa hak-hak istimewa yang terdapat Prasasti Panumbangan I diantaranya adalah dapat memiliki tempat duduk kayu yang di Bubut, dapat memiliki rumbai-rumbai dari suatu jenis kain halus atau bananten di tepian altar rumah, dapat memiliki lesung kuning, dapat memiliki balai-balai, dapat memiliki rumah berlantai, dengan balai-balai dan juga dapat memperistri pelayan atau budak (Rahmawati (2002 : 39-41).

Tags: #Sejarah Indonesia
Penulis: KhoiruAddien
Sumber:
  1. https://sejarahlengkap.com/indonesia/kerajaan/peninggalan-kerajaan-kediri
  2. https://www.wikuwik.com/2019/05/peninggalan-kerajaan-kediri.html
  3. https://andrikyawarman.wordpress.com/2016/04/14/prasasti-padlegan-i/ 
  4. https://andrikyawarman.wordpress.com/2016/08/16/prasasti-panumbangan-i/
  5. https://siwisang.wordpress.com/2016/07/25/prasasti-padlegan-ii-di-museum-wajakensis-tulungagung/

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah