-->

[ADS] Top Ads

Kelebihan dan Kekurangan Teori Cina Perihal Masuknya Islam ke Indonesia

Kelebihan dan Kekurangan Teori Cina

Kelebihan dan Kekurangan Teori Cina – Teori Cina atau China adalah teori yang beranggapan bahwa proses masuknya Islam ke Indonesia melalui pendatang asing dari negeri Cina. Anggapan tersebut memberi indikasi bahwa yang memegang peranan penting dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia adalah pendatang Muslim dari Cina.

Pendukung teori ini adalah Slamet Mulyana dan Sumanto Al Qurtuby serta sejumlah Ilmuan lainnya yang berasal dari Tanah Air. Pendatang Asing yang dimaksud adalah Saudagar Muslim Cina. Memang sejak dahulu, jauh sebelum pengaruh Islam datang ke Indonesia, Saudagar Cina telah berbaur dengan penduduk Nusantara khususnya Indonesia.

Kelebihan dan Kekurangan Teori Cina

Kelebihan Teori Cina adalah mempunyai sejumlah bukti yang masuk akal. Bukti-bukti tersebut antara lain:
  1. Pada tahun 879 M, terjadi perpindahan orang-orang Islam dari Canton ke Asia Tenggara (Kedah ke Palembang).
  2. Terdapat masjid tua yang mempunyai arsitektur China di Pulau Jawa
  3. Berdasarkan Hikayat Hasanudin dan Sejarah Banten, nama dan gelar raja-raja Demak ditulis dengan menggunakan istilah China.
  4. Raja pertama di Jawa (Raden Patah dari Demak) merupakan keturunan China. Ibunya disebutkan yang berasal dari China.
  5. Menurut catatan China, yang singgah pertama kali di pelabuhan-pelabuhan wilayah Indonesia adalah orang Cina.

Kelemahan Teori Cina adalah masih memerlukan bukti lebih lanjut atas pendapat ini. Sejarawan yang mendukung teori cina pun sudah tidak lagi melanjutkan penelitiannya untuk lebih membuktikan asumsinya agar bisa dipertim­bangkan sebagai suatu kebenaran akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.


Penjelasan Teori Cina

Teori Cina menyatakan bahwa proses masuknya Islam ke Nusantara khususnya Indonesia melalui pendatang Muslim Cina. Sejak dahulu para Saudagar Cina memang dikenal sebagai pedagang yang sangat aktif untuk menjual barang dagangannya ke luar negeri.

Diperkirakan pengaruh budaya Hindu-Buddha masuk ke Indonesia pada abad ke-2. Pada masa ini pedagang Cina sudah singgah dan berbaur dengan penduduk Indonesia ketika masih dalam pelayaran ekspedisi perdagangan. Peristiwa inilah yang membuktikan bahwa orang-orang cina sudah berbaur dengan penduduk pribumi Nusantara sejak lama, jauh sebelum Islam masuk.

Sumber Cina Kuno melaporkan bahwa pada tahun 651 Masehi (abad ke-6) ekspedisi perdagangan Arab datang ke Cina, sehingga pada abad ke-6 hingga abad ke-7 pengaruh budaya Islam masuk. Pada masa ini Cina masih dalam kekuasaan Kekaisaran Dinasti Tsang.

Sumanto Al Qurtuby dalam bukunya Arus Cina-Islam-Jawa menyatakan bahwa, kronik masa Dinasti Tang (618-960) di daerah Kanton, Zhang-zhao, Quanzhou, dam pesisir Cina bagian selatan, telah terdapat sejumlah pemukiman Islam.

Hubungan dagang Arab-Cina terus berlanjut saat Cina dikuasai Dinasti Ming pada 1368-1644 Masehi. Di Indonesia sendiri, arus perdagangan dari Cina tetap berlanjut, bahkan sampai tahap intensip pada masa Kerajaan Majapahit (Dinasti Mig-Kerajaan Majapahit).

Selanjutnya, pendatang Cina yang singgah di Indonesia banyak yang memeluk agama Islam. Pada tahap inilah peran Muslim Pedagang dari Cina menyebarkan Islam melalui kontak dagang.

Bukti-Bukti bahwa Islam masuk di Indonesia melalui pendatang Cina  adalah

  1. Bukti fisik biologis orang-orang Sumatra bagian Selatan memiliki pertautan genetik sehingga postur tubuh dan muka memiliki kemiripan.
  2. Persamaan budaya atau pen­garuh budaya Cina di dalam tradisi kese­nian Sumatera bagian Selatan sangat kuat pengaruh Cina-nya.
  3. Penyeberangan Cina muslim ke Pulau Jawa seperti Kerajaan Demak pernah mempunyai keturunan darah Cina (Raden Patah).
  4. Hal yang sama juga bisa dilacak da­lam sejumlah ulama yang memiliki darah China yaitu, Laksaman Cheng Ho.
  5. Adanya peninggalan purbakala cina seperti ukiran padas di masjid kuno Mantingan–Jepara, menara masjid di Pecinan Banten, konstruksi pintu makam Sunan Giri di Gresik, arsitektur keratin Cirebon beserta taman Sunyaragi, konstruksi masjid Demak terutama soko tatal.
  6. Keberadaan muslim Cina pada awal perkembangan islam di jawa ditunjukkan dalam Babad Tanah Djawi, serat Kandaning Riggit Purwa, cerita (sadjarah) lasem, babad Cirebon, hikayat Hasanuddin, dan lain-lain.

Ibu Raden Fatah (Raja Kerajaan Demak) disebutkan berasal dari Campa, yaitu Cina bagian selatan (sekarang termasuk Vietnam). Berdasarkan Sejarah Banten dan Hikayat Hasanuddin, nama dan gelar raja-raja Demak beserta leluhurnya ditulis dengan menggunakan istilah Cina, seperti “Cek Ko Po”, “Jin Bun”, “Cek Ban Cun”, “Cun Ceh”, serta “Cu-cu”.

Sejarawan Muslim Cina mengklaim bahwa Cina sudah sangat akrab dengan Mekkah dan Madinah. Pernyataan Nabi Muhammad SAW tentang "Carilah ilmu walaupun pun ke negeri Cina" mereka jadikan bukti akan keakraban itu. Bagaimana mungkin Nabi SAW menyebutkan sebuah negeri kalau Beliau tidak mempunyai wawasan tentang negeri tersebut.

Sejumlah keramik yang ditemukan, termasuk keramik yang menempel di Masjid Nabi juga berasal dari China. Kertas dalam ukuran modern saat itu sudah mampu diproduksi di China sehingga salah satu barang dagan­gan China ke kawasan ini ialah kertas.


Tags: #Sejarah Islam #Sejarah Indonesia #Sejarah

Penulis: KhoiruAddien
Sumber:
  1. https://rmol.id/read/2018/02/02/325167/
  2. https://brainly.co.id/tugas/10710773
  3. https://brainly.co.id/tugas/5983757
  4. https://www.wikuwik.com/2018/09/teori-masuknya-islam-ke-indonesia.html

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah