[ADS] Top Ads

HIDROSFER - Pengertian, Jenis, Siklus, dan Contohnya

Hidrosfer

Hidrosfer

Tahukah anda?, bahwa 71 % daratan bumi telah ditutupi oleh air. Sekitar 97 % air yang ada di bumi adalah air laut, sisanya (yang 3 %) merupakan air sungai, danau, sumur, dan lain-lain. Air yang membeku atau menjadi es seperti gletser jumlahnya mencapai ⅔ dari 3 %  air tersebut. Semua lapisan air di permukaan bumi itulah yang disebut dengan hidrosfer.

Pengertian Hidrosfer

Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan sebuah planet, termasuk bumi. Secara bahasa, hidrosfer terdiri dari dua suku kata yakni, hidros, artinya air, dan sphere yang artinya menyelimuti atau menyelubungi. Jadi, hidrosfer artinya air yang menyelimuti.

Hidrosfer Bumi

Pengertian hidrosfer bumi adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi, baik yang berbentuk cair, salju, atau es. Menurut The United States Geological Survey Water Science School sekitar 71 % daratan bumi telah tertutup oleh air, dan semakin bertambah setiap tahunnya. Contoh lapisan air yang menutupi sebagian besar daratan bumi adalah air laut, dan lainnya berupa air sungai, danau dan lain-lain.

Ilmu yang membahas tentang perairan disebut Hidrologi dan Ilmu Hidrologi mempunyai beberapa cabang ilmu (Muh. Nurdin., dkk, 2008: 151), yaitu;
  1. Patamologi, merupakan ilmu yang mempelajari air mengalir di permukaan tanah.
  2. Limnologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang air yang menggenang di permukaan tanah (danau).
  3. Geohidrologi, ilmu yang mempelajari air yang ada di bawah tanah.
  4. Kriologi, adalah ilmu yang mempelajari air yang membeku seperti es dan salju.
  5. Hidrometeorologi, ialah ilmu yang mempelajari faktor-faktor meteorologi yang berpengaruh terhadap kondisi hidrologi.

Jenis Hiderosfer Bumi (lapisan air di bumi)

Hidrosfer bumi terdiri atas dua kelompok besar yakni, perairan laut dan perairan darat.

Perairan Darat
Perairan darat adalah lapisan air yang ada di daratan. Yang termasuk perairan darat adalah air tanah, air sungai, air danau, dan air rawa (Wayan Legawa., dkk, 2008: 175).  Air tanah adalah air yang terdapat atau tersimpan dalam tanah. Ada dua jenis air tanah yaitu, air tanah dangkal dan air tanah dalam.

Sungai merupakan saluran air yang berfungsi untuk mengalirkan air ke danau atau laut. Berdasarkan asal airnya, sungai dibedakan menjadi 4 jenis (sungai mata air, sungai hujan, sungai gletser, dan sungai campuran.

Rawa merupakan genangan air, umumnya berada di daerah pantai yang landai dan di muara sungai-sungai besar (Wayan Legawa., dkk, 2008: 178). Danau adalah genangan air yang berada di cekungan daratan.

Perairan Laut
Berdasarkan kedalaman air, perairan laut terdiri atas empat jenis.
  1. Zona litoral, yaitu perairan laut yang berada di zona pesisir laut (terletak antara garis pasang dan garis surut) dan mempunyai kedalaman 0 meter.
  2. Zona neritik, merupakan laut yang terletak pada kedalaman 0 meter sampai 200 meter.
  3. Zona bathyal, laut yang terletak pada kedalaman 200 meter hingga 2000 meter.
  4. Zona abysal, laut yang kedalamannya lebih dari 2000 meter sampai 6000 meter.

Perairan laut dan perairan darat akan dibahas lebih lengkap pada pertemuan berikutnya.

Siklus Hidrologi/Siklus air

Lapisan air (hidrosfer) bumi mempunyai siklus yang disebut Siklus Hidrologi. Air yang ada di bumi mempunyai jumlah yang relatif tetap dan selalu mengalami sirkulasi yang disebut siklus air (Muh. Nurdin., dkk, 2008: 152). Ada tiga jenis siklus hidrologi  yaitu,

Siklus Hidrologi Pendek

Siklus Hidrologi Pendek

Panas sinar matahari dan angin menyebabkan air laut menjadi menguap. Air yang menguap menjadi titik-titik air dan membentuk awan karena terjadi kondensasi. Awan yang jenuh turun di perairan laut sebagai air hujan.

Hanya ada tiga tahap dalam siklus pendek yaitu,
  1. air laut menguap karena angin dan panas sinar matahari
  2. karena kondensasi air yang menguap menjadi titik-titik dan membentuk awan (mendung)
  3. lalu turun ke permukaan laut sebagai air hujan. 

Siklus Hidologi Sedang

Siklus Hidrologi Sedang

Air laut menguap, kemudian terjadi kondensasi dan membentuk awan atau mendung. Awan yang tertiup angin terbawa ke daratan, maka terjadilah hujan yang jatuh di permukaan tanah. Sebagian air yang jatuh di daratan, akan mengalir melalui sungai (misalnya) dan akhirnya kembali ke laut.

Tahapan siklus sedang adalah
  1. air laut menguap
  2. menjadi awan (mendung) karena kondensasi
  3. awam atau mendung terbawa oleh tiupan angin ke daratan
  4. kemudian turun hujan yang jatuh di daratan atau tanah
  5. sebagian air yang jatuh ke daratan akan mengalir kembali ke laut melalui beberapa jalur, sungai misalnya.

Siklus Hidrologi Panjang

Siklus Hidrologi Panjang

Air laut menguap, lalu menjadi awan atau mendung. Awan terbawa angin ke daratan dan terjadi hujan namun berbentuk salju atau es. Salju yang jatuh di daratan mengendap dan mencair karena sinar matahari. Air yang mencair itu sebagian meresap ke dalam tanah dan sebagian akan mengalir ke laut lagi.

Tahapan siklus air panjang
  1. air menguap lalu menjadi mendung
  2. kemudian turun hujan namun dalam bentuk es atau salju
  3. salju yang jatuh ke tanah akan mengendap dan mencair karena sinar matahari
  4. sebagian air yang mencair akan mengalir ke laut lagi.

Sebab-Sebab Terjadi Siklus Air

Siklus air terjadi disebabkan oleh proses-proses gejala meterologis dan klimatologis (Muh. Nurdin., dkk, 2008: 153), di antaranya adalah sebagai berikut.
  1. Evaporasi, yaitu proses berubahnya air menjadi gas (uap air).
  2. Transpirasi, yaitu air yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman dan diuapkan melalui stomata.
  3. Kondensasi, yaitu proses berubahnya wujud dari uap
  4. air menjadi titik-titik air.
  5. Angin, yaitu udara yang bergerak dari tekanan
  6. maksimum ke tekanan minimum.
  7. Presipitasi, yaitu jatuhnya hydrometeor ke permukaan
  8. bumi dapat berupa air, salju, maupun es.
  9. Infiltrasi, yaitu proses perembesan air ke dalam lapisan tanah melalui pori-pori tanah atau batuan.
  10. Overland flow, yaitu aliran pada permukaan tanah.
  11. Run off, yaitu aliran air melalui suatu saluran.

Karena unsur-unsur tersebut, maka terjadilah siklus hidrologi.

Contoh Hidrosfer Bumi

Hidrosfer disebut juga dengan lapisan air. Secara umum lapisan air di bumi terbagi menjadi dua yaitu lapisan air laut dan lapisan air darat. Contoh lapisan air yang ada di bumi adalah sebagai berikut.

1. Lapisan Air Darat

Lapisan air darat merupakan seluruh air yang terletak di darat, baik yang berada di permukaan maupun berada di dalam tanah. Contoh hidrosfer darat adalah
  • air sungai
  • air danau
  • air rawa
  • dan air yang berada di dalam tanah

2. Lapisan Air Laut

Lapisan Air Laut berdasarkan luas dan bentuknya terbagi menjadi empat jenis (Muh. Nurdin., dkk, 2008: 163 yaitu,
  • Teluk adalah bagian laut yang menjorok(masuk) ke daratan. Misalnya, Teluk Pelabuhan Ratu, Teluk Poso, dan Teluk Tomini.
  • Selat adalah laut yang relatif sempit dan terletak di antara dua pulau. Misalnya, Selat Sunda, Selat Bali, dan Selat Madura.
  • Laut adalah perairan yang terletak di antara pulau-pulau yang relatif lebih luas dibadingkan dengan selat. Misalnya, Laut Jawa, Laut Tengah, dan Laut Merah.
  • Samudera adalah laut yang sangat luas dan terletak di antara benua-benua. Misalnya, Samudera Hindia, Samudera Atlantik, dan Samudera Pasifik.

Itulah ulasan tentang hidrosfer dari pengertian, siklus, hingga contoh-contohnya. Semoga ulasan ini bermanfaat dan menjadi bahan belajar bagi kita semua.

Penulis: KhoiruAddien
Sumber:
  1. Iwan Setiawan., dkk, Wawasan Sosoial IPS Untuk Kelas VII SMP/MTs, Jakarta: Pusat Perbukuan, DPN, 2008.
  2. Wayan Legawa., dkk, IPS SMP/MTs Kelas VII, Edisi 4, Jakarta: Pusat Pebukuan DPN, 2008.
  3. Muh. Nurdin., dkk, Mari Belajar IPS 1 Untuk SMP/MTs Kelas VII, Jakarta: Pusat Perbukuan, DPN, 2008.

Tags: Geografi

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah