[ADS] Top Ads

CUACA DAN IKLIM - Materi Geografi

Cuaca dan Iklim

Pengertian Cuaca dan Iklim

Cuaca adalah  keadaan udara pada suatu wilayah yang relatif sempit dan dalam jangka waktu yang relatif singkat. Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu wilayah yang luas dan dalam jangka waktu yang relatif lama antara 11-30 tahun.

Cuaca terjadi dalam jangka waktu yang singkat yakni, hanya beberapa jam saja. Cakupan wilayahnya juga relatif sempit, bahkan hanya beberapa kilo meter saja. Misalnya cuaca di kecamatan Bantul, Yogyakarta sedang hujan, akan tetapi di kecamatan sebelahnya cuacanya sedang cerah.

Perubahan cuaca yang relatif singkat disebabkan oleh perubahan suhu dan kelembapan udara pada suatu daerah tertentu. Misalnya pada pagi hari di Jakarta cuaca cerah dan matahari bersinar terang, namun pada pukul 14.30 WIB tiba-tiba mendung dan cuaca menjadi hujan.

Berbeda dengan cuaca, iklim terjadi dalam jangka waktu yang lama yaitu antara 11 hingga 30 tahun. Iklim juga terjadi dalam jangkauan wilayah yang sangat luas, bisa dalam satu negara, bahkan meliputi beberapa negara.

Contoh cuaca adalah cuaca hujan, cerah, mendung, dan lain-lain. Contoh iklim yaitu, iklim tropis dan subtropis, iklim sedang dan iklim dingin. Jika kamu perhatikan layar smartphone biasanya terdapat fitur perkiraan cuaca. Simbol perkiraan cuaca kira-kira seperti di bawah ini.

Contoh Cuaca

Sebenarnya, pada kehidupan sehari-hari kita sering membahas tentang cuaca dan iklim, seperti "cuaca hari ini cerah lho!" atau "cuaca saat ini hujan, jadi kalau keluar rumah pakai payung". Di Indonesia dan beberapa negara di sekitarnya mempunyai iklim tropis, sedangkan di Rusia, Amerika, dan Norwegia beriklim dingin.

Perbedaan iklim di berbagai wilayah disebabkan oleh letak geografi dan topografi sehingga mempengaruhi posisi matahari terhadap wilayah tersebut. Di seluruh belahan dunia terdapat empat jenis iklim yaitu:

  1. Iklim Tropis, terletak antara 0° – 23,5° LU/LS, rata-rata suhu udara tinggi karena arah sinar matahari vertikal.
  2. Iklim sub-Tropis, terletak antara 23,5° – 40°LU/LS, merupakan iklim peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang, sehingga daerah subtropis mempunyai empat musim, yaitu musim panas, dingin, semi dan musim gugur.
  3. Iklim Sedang, terletak antara 40°- 66,5° LU/LS, daerah yang beriklim sedang banyak terdapat gerakan udara sikonal dan tekanan udara yang sering berubah sehingga sering terjadi cuaca ekstrim secara tiba-tiba.
  4. Iklim Dingin, terletak antara 66,5°LU-90°LU dan 66,5°LS-90°LS. Iklim dingin yang ekstrim sering terjadi di daerah Kutub. Wilayah yang berdekatan dengan kutub suhu udaranya akan selalu rendah.
Sebagai catatan, ilmu yang mempelajari cuaca adalah Ilmu Meteorologi. Ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut klimatologi (Muh. Nurdin., dkk, 2008: 132). Pembagian iklim di atas berdasarkan garis lintang. LU adalah Lintang Utara dan LS = Lintang Selatan.

Unsur Cuaca dan Iklim

Unsur-unsur yang memberi pengaruh terhadap iklim atau cuaca adalah sebagai berikut.

Radiasi Matahari

Radiasi atau sinar matahari merupakan salah satu unsur yang menyebabkan perbedaan iklim dan cuaca. Daerah yang paling banyak menerima radiasi sinar matahari adalah daerah yang berikilim tropis. Semakin ke arah kutub, energi matahari yang diterima semakin sedikit, sehingga semakin ke arah kutub udara menjadi semakin dingin (Muh. Nurdin., dkk, 2008: 132-133).

Sinar matahari juga salah satu penyebab perubahan cuaca. Intensitas radiasi sinar matahari terbesar terjadi di daerah tropis dan semakin ke arah kutub akan semakin kecil. Hal dipengaruhi oleh sudut datangnya sinar matahari.

Temperatur atau Suhu Udara

Derajat panas udara disebut temperatur udara. Temperatur udara di berbagai tempat tidak sama. Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara suatu daerah adalah sebagai berikut.

  1. Sudut datangnya sinar matahari. Semakin tegak sudut datang sinar matahari, maka energi panas yang diterima oleh udara semakin besar.
  2. Cerah tidaknya cuaca. Semakin cerah cuaca, energi yang sampai ke permukaan bumi semakin banyak.
  3. Durasi penyinaran matahari. Daerah yang lebih lama menerima radiasi matahari maka daerah tersebut suhu udaranya akan semakin panas.
  4. Letak lintang.
  5. dan Ketinggian suatu daerah.

Menurut teori Braak, semakin naik 100 m, maka suhu udara akan turun 0,61°C.

Tekanan Udara

Tekanan udara merupakan tekanan yang diberikan oleh udara pada setiap satuan luas bidang datar permukaan bumi sampai ke atmosfer (Wayan Legawa., dkk, 2008: 165). Alat untuk mengukur tekanan udara disebut barometer. Faktor utama yang mempengaruhi tekanan udara adalah temperatur udara.

Daerah yang memiliki tekanan udara tinggi dinamakan daerah bertekanan maksimum (+), sedangkan daerah yang tekanan udaranya rendah disebut daerah bertekanan minimum (-). Udara yang bergerak disebut angin. Angin bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah yang bertekanan minimum.

Angin

Pada dasarnya angin merupakan udara yang bergerak. Pergerakan angin dari daerah yang bertekanan maksimum ke daerah yang bertekanan minimum. Jenis angin dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu:

1. Angin Tetap (ada tiga macam)

  • Angin barat, yang bertiup secara terus menerus sepanjang tahun dari barat ke arah timur.
  • Angin timur, yang berasal dari arah timur dan terdapat pada batas kutub.
  • Angin pasat, yaitu angin yang berhenmus secara terus menerus dari daerah maksimum sub-tropis selatan dan utara menuju ke arah khatulistiwa.
  • Angin anti pasat, yaitu angin yang arah bergeraknya berlawanan dengan angin pasat.

2. Angin Periodik

Merupakan angin yang secara periodik terjadi perubahan arah antara malam dan siang. Contoh angin periodik antara lain  angin darat dan angin laut. Angin laut terjadi pada siang hari, berhembus dari laut ke darat. Sebaiknya, angin darat terjadi pada malam hari, berhembus dari darat ke laut.

3. Angin Muson

Angin muson adalah angin yang bertiup setiap setengah tahun sekali berganti arah yang berlawanan (Wayan Legawa., dkk, 2008: 167).

Pada saat matahari berada di belahan bumi utara (bulan April-Oktober) makan belahan bumi selatan bertekanan maksimum, maka bertiuplah angin muson timur. Begitu pula sebaliknya, pada bulan Oktober-April, angin muson timur berganti arah menjadi angin muson barat.

4. Angin Lokal

Adalah angin yang berhembus hanya dalam ruang lingkup lokal saja. Contoh angin lokal adalah angin Fohn, yaitu angin yang bersifat panas dan kering yang turun dari daerah pegunungan.

Kelembaban Udara

Udara menjadi lembab karena mengandung uap air. Alat untuk mengukur kelembaban udara adalah higrometer atau psikrometer. Kembaban udara dapat dinyatakan dalam bentuk kelembaban relatif dan kelembaban mutlak (Muh. Nurdin., dkk, 2008: 138).

Kelembaban relatif adalah perbandingan antara jumlah uap air dalam udara dan jumlah air maksimum (jenuh) di udara pada temperatur dan tekanan udara yang sama. Kelembaban udara mutlak adalah jumlah uap air per satuan volume udara.

Awan

Unsur yang berpengaruh terhadap cuaca dan iklim selanjutnya adalah awan. Awan terjadi akibat adanya proses kondensasi dari uap air. Dengan demikian, awan merupakan titik-titik air yang melayang di atmosfer.

Berdasarkan bentuknya, awam terbagi menjadi tiga yaitu,

  1. Awan cair, adalah awan yang terbentuk dari bahan cair (air).
  2. Awan es (salju), adalah awan yang terbentuk dari es atau salju.
  3. Awan campuran, yaitu awan yang terbentuk dari bahan antara air dan salju.

Hujan

Unsur cuaca dan iklim selanjutnya adalah hujan. Titik-titik air dalam awan semakin lama semakin berat dan besar, sehingga akan jatuh ke bumi. Peristiwa jatuhnya titik-titik air dari awan ke permukaan bumi disebut hujan.


Perbedaan Cuaca dan Iklim

Ada perbedaan yang mendasar antara cuaca dan iklim yaitu;

  1. Cakupan luas wilayah cuaca relatif sempit, bahkan hanya terjadi dalam jarak beberapa kilo meter saja, sedangkan iklim cakupan wilayahnya luas bisa dalam lingkup beberapa negara.
  2. Cuaca dapat berubah dengan cepat, sedangkan iklim sulit untuk berubah.
  3. Cuaca lebih mudah diperkirakan, sedangkan iklim lebih sulit untuk diprediksi.
  4. Cuaca dalam suatu wilayah dapat diamati dalam waktu 24 jam, sedangkan iklim membutuhkan waktu antara 11-30 tahun.

Demikian ulasan tentang cuaca dan iklim. Semoga bermanfaat serta bisa dijadikan sebagai bahan dan referensi pelajaran.


Penulis: KhoiruAddien
Sumber:
  1. Wayan Legawa., dkk, IPS SMP/MTs Kelas VII, Edisi 4, Jakarta: Pusat Pebukuan DPN, 2008.
  2. Muh. Nurdin., dkk, Mari Belajar IPS 1 Untuk SMP/MTs Kelas VII, Jakarta: Pusat Perbukuan, DPN, 2008.

Tags: Geografi

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah