-->

[ADS] Top Ads

Ciri Ciri Zaman Aksara dan Hasil Kebudayaannya

Zaman aksara disebut juga dengan masa aksara, artinya pada masa ini manusia sudah mengenal dan menggunakan tulisan sebagai salah satu alat untuk komunikasi. Beberapa sumber menyebutkan bahwa,  zaman aksara dimulai sejak pertama kali manusia mengenal tulisan. Untuk tanggal dan tahun perkiraan pertama kali manusia mengenal tulisan belum bisa dipastikan.

Zaman Aksara

Zaman aksara adalah masa di mana manusia sudah mengenal dan menggunakan tulisan. Kata "aksara" secara harfiah berarti "tulisan". Secara istilah, aksara adalah sistem simbol visual yang digunakan untuk mengungkapkan unsur ekspresif dalam suatu bahasa.

Dahulu media yang digunakan untuk menulis aksara terhitung cukup banyak, seperti batu, kulit, kayu, dan daun.  Pada masa modern, umumnya media yang digunakan untuk menulis aksara adalah kertas. Perkembangan teknologi yang tak terbendung pada akhirnya membuat media untuk menulis aksara beralih ke dunia digital yang berbentuk file, dokumen atau data.

Ciri Ciri zaman aksara

Ciri-Ciri Zaman Aksara

Zaman aksara mempunyai ciri dan karakter yang berbeda dengan zaman pra-aksara. Pada masa aksara, kehidupan masyarakatnya sudah menggunakan tulisan sebagai alat komunikasi utama setelah bahasa lisan. Kehidupan sosial pada masa aksara juga sudah sangat beragam jika dibandingkan dengan zaman pada masa pra-aksara.

Ciri-ciri masa aksara adalah sebagai berikut:

1. Sudah mengenal tulisan

Ciri kehidupan pada zaman aksara ialah masyarakat pada masa aksara sudah mengenal tulisan. Awal mula tulisan diketahui pada masa proto dengan sistem ideografik. Penemuan tulisan yang tertua berada di dua tempat yaitu, di Mesopotamia sekitar 3200 Sebelum Masehi dan di Mesoamerika sekitar 600 SM. Meski tulisan tertua berhasil ditemukan, tahun perkiraan pertama kali manusia mengenal tulisan masih belum diketahui.

Dalam sejarah perkembangan tulisan, tempat berkembangnya tulisan masih menjadi perdebatan. Pendapat pertama menyatakan bahwa, tempat berkembangnya tulisan berada di Mesir, sekitar 3200 sebelum masehi. Sementara itu, pendapat ke dua beranggapan bahwa tempat berkembangnya tulisan berada di Cina, sekitar tahun 1300 SM.

2. Memiliki tradisi merekam peristiwa secara tertulis

Merekam peristiwa secara tertulis sudah dilakukan sejak dahulu kala. Pada masa kerajaan di Indonesia, tradisi merekam kejadian secara tertulis diungkapkan pada media batu yang disebut prasasti.

Pada masa aksara, tulisan berkembang bukan hanya untuk mencatat dan merekam suatu kejadian. Lebih dari itu, tulisan dipergunakan sebagai alat komunikasi seperti mengirim surat, undangan dan membuat pengumuman.

Dalam penelitian sejarah, rekaman peristiwa dalam bentuk tulisan merupakan  salah satu sumber sejarah yang sangat diperhitungkan. Informasi yang didapat dari sumber tersebut terbilang lengkap dibandingkan dengan sember yang lainnya.

3. Sistem sosial semakin beragam

Ciri ketiga zaman aksara adalah masyarakatnya sudah mengenal sistem sosial dan sangat beragam. Pada masa pra-aksara sistem sosial belum berkembang seperti pada masa aksara. Sistem sosial berkaitan erat dengan profesi setiap individu. Di zaman praaksara profesi utamanya adalah sebagai petani, peternak, dan pandai besi.

Pada zaman aksara profesi masyarakat sudah sangat beragam dari petani, peternak, hingga profesi yang ada pada saat ini. Perlu dicatat bahwa pada saat ini dan detik ini, masih berada pada lingkup zaman aksara. Alasannya, karena tulisan pada saat ini masih dikenal dan digunakan untuk berbagai fungsi.

4. Sudah memiliki kepercayaan Dinamisme, Animisme dan Monoisme

Sistem kepercayaan pada zaman aksara sudah beragam. Pada masa aksara ada tiga jenis kepercayaan yang telah berkembang yakni, dinamisme, animisme, dan monoisme.

Dinamisme adalah sebuah kepercayaan yang meyakini bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib. Animisme adalah sebuah kepercayaan yang beranggapan bahwa setiap benda memiliki roh dan jiwa. Sedangkan monoisme adalah kepercayaan yang meyakini bahwa ada kekuatan yang luar biasa di luar sana.

5. Sudah mengenal sistem ekonomi seperti barter barang

Sistem ekonomi pada masa aksara masih sangat sederhana, yakni menggunakan sistem barter. Dalam ilmu ekonomi, sistem barter adalah pertukaran barang satu dengan barang yang lainnya dan nilai jual antara kedua barang yang ditukar dianggap sama.

Karena perkembangan zaman yang semakin maju, sistem barter sudah sangat jarang digunakan. Sekarang sistem ekonomi barter sudah digantikan dengan uang dan nilai nominal sebagai acuan. Anda akan menemukan perubahan sistem ekonomi dari barter hingga menggunakan uang sebagai alat transaksi dalam sejarah uang.

Hasil Kebudayaan Masa Aksara

Zaman aksara memiliki beberapa kebudayaan yang saat ini masih dilestarikan oleh pemerintah Indonesia. Berikut hasil kebudayaan pada masa aksara yang masih lestari pada saat ini:

1. Bangunan kuno

Masih banyak bangunan-bangunan kuno zaman aksara yang ditemukan dan dilestarikan pada saat ini. Contohnya candi borobudur yang dibangun pada tahun 824 M oleh Raja Samaratungga. Selain itu, masih ada candi-candi lain yang terkenal di antaranya, candi prambanan, candi boko, dan candi sambi sari.

Pada masa zaman logam bangunan yang paling populer adalah punden berundak, yaitu bangunan yang dipergunakan untuk upacara persembahan terhadap arwah nenek moyang. Peralatan yang digunakan dalam pelengkap upacara kepercayaan adalah nekara, biasanya alat ini digunakan untuk upacara memanggil hujan.

2. Berbagai jenis seni

Pada zaman aksara kebudayaan di bidang seni cukup banyak, di antaranya; seni tari, wayang kulit, dan seni menggambar. Khusus wayang kulit sebelum pertunjukan dimulai terkadang mengadakan upacara dengan membakar dupa atau kemenyan.

3. Peralatan yang digunakan

Peralatan yang digunakan pada zaman aksara sangat banyak dan sangat bervariasi. Contohnya kapak yang terbuat dari logam, peralatan rumahtangga seperti tungku, dan perhiasan-perhiasan dari perunggu dan perak.

Zaman aksara merupakan salah satu dari periodisasi sejarah berdasarkan tulisan. Artinya, periodisasi sejarah berdasarkan tulisan dibagi menjadi dua, yaitu zaman praaksara dan zaman aksara. Kedua zaman tersebut saling terhubung dan erat kaitannya.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah