-->

[ADS] Top Ads

Zaman Praaksara (Pengertian dan Pengelompokan)

Zaman praaksara - Masa praaksara selalu menarik untuk dipelajari karena manusia selalu tertarik untuk mengetahui asal-usulnya. Bumi dengan berbagai bentuk permukaannya itu merupakan tempat tinggal manusia. Manusia telah menempati bumi sejak jutaan tahun yang lalu. Nah, bagaimana kehidupan manusia pada saat itu?

Kehidupan zaman praaksara masyarakat Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perkembangan goegrafis. Perkembangan kebudayaan juga menjadi topik yang menarik untuk mempelajari. Bagaimana mereka memperoleh makanan, apa saja jenis manusia praaksara pada masa itu dan apakah mereka mempunyai sistem kepercayaan.

zaman praaksara

Pengertian Zaman Praaksara

Zaman praaksara adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Manusia yang diperkirakan hidup pada masa ini adalah manusia purba. Maka dari itu, kita tidak dapat mengetahui sejarah serta kebudayaan manusia melalui tulisan. Satu-satunya sumber untuk mengetahui kehidupan manusia purba hanya melalui peninggalan-peninggalan mereka yang berupa fosil.

Saat ini kamu telah mengenal tulisan. Namun ada suatu masa yang panjang dimana tulisan belum dikenal. Masa itulah yang dikenal sebagai masa praaksara (pra=sebelum dan aksara=huruf). Dari sini dapat dikatakan bahwa masa praaksara adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Zaman praakasa juga disebut dengan zaman prasejarah.

Pengelompokan Masa Praaksara

Pengelompokan masa praaksara dapat dilakukan berdasarkan keadaan geologi dan perkembangan kebudayaannya. Keadaan geologi merupakan kondisi bumi yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Sedangkan kebudayaan diambil dari kebiasaan manusia purba dari bagaimana cara mencari makan hingga tempat tinggal mereka.

Pembagian 4 zaman praaksara berdasarkan keadaan geologi adalah
  1. Arkaeozoikum, merupakan masa tertua dalam sejarah perkembangan bumi. Pada masa yang berlangsung  kira-kira 2.500 juta tahun yang lalu ini, keadaan bumi belum stabil, kulit bumi masih dalam proses pembentukan. Udara di sekitar bumi masih terasa panas sehingga belum tampak tanda-tanda kehidupan.
  2. Palaeozoikum, disebut juga dengan zaman primer dan berlangsung 340 juta tahun yang lalu. Masa ini terjadi penurunan suhu bumi, akibatnya bumi lambat laun menjadi dingin. Tanda-tanda kehidupan sudah mulai tampak, yakni munculnya mahluk bersel satu seperti bakteri, sejenis amfibi dan reptil.
  3. Mesozoikum, masa ini berlangsung 140 juta tahun yang lalu dan disebut dengan zaman sekunder. Pada masa ini kehidupan sudah berkembang sangat cepat. Jumlah ian, amfibi, dan reptil makin banyak. Reptil mencapai bentuk yang luar biasa besar, seperti dinosaurus dan atlantosaurus.
  4. Kaenozoikum, dikenal juga sebagai masa neozoikum yang diperkirakan berusia 60 juta tahun yang lalu. Keadaan bumi pada masa ini sudah mulai stabil sehingga kehidupan makin berkembang dan beraneka ragam. Masa ini dibagi menjadi dua yaitu, zaman tersier dan kuarter.

Berdasarkan perkembangan kebudayaan zaman praaksara dibagi menjadi tiga masa, yaitu:

1. Masa berburu

Pada masa berburu dan meramu, keadaan alam masih belum stabil namun sudah dapat dihuni oleh mahluk hidup. Manusia hidup secara berkelompok dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Mereka selalu berpindah-pindah (nomaden) mencari daerah baru yang dapat memberikan makanan.

Makanan diperoleh dengan cara berburu. Daerah pemburuan mereka tidak terlalu jauh dari sumber air seperti sungai dan danau, karena binatang buruan selalu berkumpul di dekat sumber air. Selain hewan buruan, makanan mereka juga umbi-umbian, daun-daunan, dan buah-buahan yang tumbuh secara liar.

Hewan dan tumbuhan yang dikumpulkan diolah dengan cara sangat sederhana. Mereka belu mengenal cara memasak makanan karena mereka belum mengenal alat memasak seperti periuk belanga.

2. Masa Bercocok Tanam

Pada masa ini manusia praaksara sudah menguasai pengetahuan dan teknoligi yang berkaitan dengan usaha pertanian. Mereka juga sudah memiliki kemampuan mengadakan persediaan makanan. Kemampuan ini diikuti dengan kemahiran membuat wadah untuk persediaan makanan tersebut.

Sistem kehidupan manusia pada masa bercocok tanam sudah mulai menetap di suatu perkampungan. Kebutuhan mereka juga makin luas, misalnya kebutuhan akan makanan dan pakaian. Untuk memenuhi kebutuhan makanan, mereka bercocok tanam dengan cara berhuma. Berhuma adalah membuat lahan pertanian sederhana dengan cara menebangi hutan dan menanaminya.

Bukan hanya mampu bercocok tanam, mereka juga sudah mengenal cara memasak dan sudah menemukan api. Oleh sebab itu, masa bercocok tanam dikenal juga sebagai masa food producing karena manusia sudah mampu memproduksi pangan.

3. Masa Perundagian

Masa ini manusia sudah mengenal teknologi pertukangan. Mereka telah mamapu mengolah logam , terutama perunggu dan besi. Kemampuan mengolah logam hanya dapat dikerjakan oleh orang ahli (undagi). Oleh sebab itu, masa ini dikenal dengan masa perundagian. Masa perundagian merupakan perkembangan pesat dari berbagai kemahiran membuat alat.

Pada masa praaksara perundagian telah mengenal sistem perdagangan. Sistem perdagangan pada zaman praaksara ini berkembang pada awalnya untuk mendapatkan timah putih, bahan utama pembuatan perunggu. Alat-alat dari perunggu yang dihasilkan pada masa perundagian ialah kapak, bejana, nekara, dan arca-arca.

Alat-alat yang dihasilkan dari besi antara lain mata kapak, mata sabit, mata pisau, mata tembilang, mata pedang, cangkul, dan tongkat. Kemahiran membuat gerabah dan menik-manik pun semakin baik. Manik-manik sudah dibuat dari kaca.

Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia

Manusia yang hidup pada masa praaksara disebut dengan manusia purba. Seperti apa manusia purba yang perah hidup di Indonesia? Ternyata Indonesia merupakan tempat penting bagi perkembangan penyelidikan tentang manusia purba. Di Indonesia banyak ditemukan berbagai fosil manusia purba.

Jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia adalah sebagai berikut.

1. Meganthropus

Fosil jenis meganthropus ditemukan oleh Von Koeningswald pada tahun 1936 dan 1941 di Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Manusia purba tertua di jawa ini diperkirakan hidup antara 2.500.000 sanpai 1.250.000 tahun lalu.

Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan perawakannya sudah tegap, rahang dan gerahamnya besar, serta tidak memiliki dagu sehingga menyerupai kera. Mereka mencukupi kebutuhan hidup terutama berasal dari tumbuh-tumbuhan.

2. Pithecanthropus

Jenis manusia purba ini fosilnya paling banyak ditemukan di Indonesia. Pithecanthropus tidak setegap Meganthropus. Jenis Pithecanthropus di Indonesia antara lain Pithecanthropus Mojokertenis, Soloenis, dan Erectus. Manusia jenis ini diperkirakan hidup sekitar 2.500.000 - 1.250.000 juta tahun yang lalu.

Meraka berbadan tegak dan tingginya sekitar 165-180cm. Mereka masih menyerupai kera dengan tulang tengkorak yang cukup tebal dan berbentuk lonjong. Pithecanthropus hidup berburu dan mengumpulkan makanan. Mereka tinggal di padang terbuka dan hidup secara berkelompok.

3. Homo

Manusia purba jenis homo lebih sempurna dari kedua jenis manusia manusia purba di atas. Manusia dengan tinggi badan antara 130-210 ini hidup antara 25.000-40.000 tahun yang lalu. Jenisnya antara lain, Homo Soloensis, Homo Wajakensis, dan Homo Shapiens.

Manusia praaksara jenis ini telah mampu membuat alat-alat dari batu dan tulang untuk berburu. Mereka juga telah mampu memasak makanannya walau dengan cara yang masih sederhana.

Zaman praaksara di Indonesia adalah masa dimana masyarakat Indonesia belum mengenal tulisan. Walaupun tidak ada naskah yang dapat dijadikan bukti, tetapi peninggalan-peninggalan pada masa purba telah ditemukan. Kebudayaan mereka juga berkembang, dari mencari makanan dengan berburu sampai bercocok tanam. Teknologi sederhana juga mulai bermunculan, yaitu alat-alat yang terbuat dari besi dan perunggu.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah