-->

[ADS] Top Ads

Pengertian Zaman Logam, Pembagian, dan Ciri Cirinya

Menurut Ilmu Arkeologi, pembabakan zaman praaksara dibagi menjadi dua, yaitu zaman batu dan zaman logam. Zaman batu merupakan suatu masa di mana peralatan manusia purba berbahan dasar batu. Sedangkan zaman logam sendiri merupakan masa-masa di mana alat-alat manusia purba pada umumnya terbuat dari bahan dasar logam.

Meski disebut zaman logam, bukan berarti alat-alat yang terbuat dari batu musnah begitu saja. Karena peralatan yang terbuat dari batu masih digunakan hingga sampai sekarang. Contohnya seperti alat penghalus bumbu masakan, dalam bahasa jawa disebut ulekkan.

Zaman Logam

Sebelum adanya zaman logam, zaman batu sudah populer di kalangan manusia purba . Zaman batu terdiri atas empat babak dan zaman logam terdiri dari tiga jenis. Zaman logam merujuk pada suatu masa di mana peralatan yang terbuat dari logam sudah mulai ditemukan oleh manusia zaman praaksara.

Pengertian Zaman Logam

Zaman logam adalah masa di mana alat kebudayaan yang bahan utamanya logam sudah mulai ditemukan sehingga menjadi populer. Alat yang terbuat dari logam dibuat dengan cara, biji logam dilebur dan di masukan ke dalam cetakan, sehingga menjadi berbagai macam alat yang diperlukan. Contoh peninggalan pada zaman logam yang paling populer di Indonesia adalah Kapak Corong.

Kapak corong mempunyai bentuk yang cukup unik. Di bagian mata kapak lebih lebar dari dapa sisi pangkal. Mata kapak juga sudah diasah dengan baik sehingga menjadi tajam. Bagian tengah kapak terlihat lebih ramping dari pada pangkalnya dan mata kapak, sehingga menghasilkan bentuk seperti corong. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar kapak corong di bawah ini.

Contoh Peralatan pada Zaman Logam

Pembagian Zaman Logam

Bukan hanya zaman batu, zaman logam juga terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu zaman tembaga, perunggu, dan besi. Namun, zaman tembaga tidak pernah berkembang di indonesia. Dengan demikian, zaman logam di Indonesia dimulai dari zaman perunggu.

3 Jenis Zaman Logam

1. Zaman Tembaga

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa di Indonesia tidak mengalami zaman tembaga. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan tidak ditemukannya benda peninggalan zaman purba di Indonesia yang terbuat dari tembaga.

Tidak begitu jelas kapan zaman logam dimulai, begitu pula urutan zaman mana yang lebih dahulu dipopulerkan di Indonesia. Kemungkinannya, zaman tembaga, perunggu, dan besi terjadi secara bersamaan atau terjadi secara berurutan.

Karena peninggalan zaman tembaga belum pernah ditemukan di Indonesia, maka informasi terkait zaman tembaga masih sedikit. Namun, satu hal yang pasti yaitu, zaman tembaga adalah masa di mana alat kebudayaan manusia pada zaman itu terbuat dari tembaga.

2. Zaman Perunggu

Disebut zaman perunggu karena manusia purba pada masa ini telah menghasilkan peralatan yang terbuat dari perunggu untuk menunjang dan memudahkan pekerjaannya. Peralatan pada zaman praaksara perunggu dibuat dengan dua macam teknik cetakan, yaitu dengan teknik cetak hilang dan teknik cetak ulang.

Teknik cetak hilang adalah peralatan yang dibuat dengan cetakan yang sekali pakai. Setelah cetakannya dipakai satu kali, maka tidak bisa dipakai lagi atau hilang. Sedangkan teknik cetak ulang adalah kebalikan dari teknik cetak hilang. Yaitu cetakan yang digunakan untuk membuat peralatan bisa dipakai berkali-kali.

    Contoh peninggalan pada zaman logam perunggu adalah sebagai berikut;
    • Nekara, merupakan alat yang dipergunakan untuk upacara keagamaan, misalnya untuk memanggil hujan dan persembahan untuk memanggil roh nenek moyang (dalam kepercayaan).
    • Moko, disebut juga dengan nekara kecil, namun bentuknya berbeda. Kalau nekara mirip gendang yang lebar, kalau moko mirip gendang bentuknya mirip gendang yang kecil.
    • Kapak Corong, merupakan kapak perunggu yang digunakan untuk pekerjaan sehari-hari, seperti membelah kayu, memotong, dan mencangkul. Bentuknya pun berbeda-beda, akan tetapi yang paling populer adalah kapak corong pada gambar di atas.
    • Arca Perunggu, yaitu patung kecil yang terbuat dari perunggu, umumnya berbentuk orang atau binatang. Arca banyak ditemukan di Lumajang, Jawa Timur dan Bogor, Jawa barat.
    • Bejana Perunggu, bentuk bejana perunggu mirip dengan gitar spanyol tetapi tanpa tangkai. Ciri khasnya menggunakan pola hiasan anyaman dan huruf J.
    • dan Perhiasan Perunggu, perhiasan ini berupa gelang, cincin dan kalung. Sepertinya perhiasan ini digunakan sebagai bekal di alam kubur.

3. Zaman Besi

Merupakan masa-masa di mana alat kebudayaan manusia prasejarah dibuat dari biji besi. Teknik pembuatanya pun sama dengan peralatan perunggu. Selain dicetak, pembuatan alat logam besi juga ditempa seperti pandai besi pada umumnya. Di Indonesia alat peninggalan zaman besi belum banyak ditemukan. Mungkin karena habis dimakan usia atau berkarat, sehingga hancur sebelum ditemukan.

Yang menarik, benda peninggalan zaman logam besi umumnya ditemukan bersamaan dengan alat yang terbuat dari perunggu. Ini membuat asumsi bahwa zaman besi terjadi bersamaan dengan zaman perunggu. Akan tetapi pendapat ini hanya kemungkinan saja, dan belum ada bukti kuat atas argumen tersebut.

Alat-alat yang terbuat dari biji besi rata-rata digunakan untuk pekerjaan sehari-hari dan sebagai perhiasan bekal kubur. Contoh peninggalan zaman besi antara lain adalah; mata sabit, pisau, kapak, pedang, cangkul, dan tongkat.

Ciri-Ciri Zaman Logam

Secara umum zaman logam memiliki ciri-ciri sebagai berikut;
  • Memiliki teknologi atau peralatan yang lebih maju dibanding zaman-zaman sebelumnya.
  • Kebudayaan yang tinggi termasuk dalam keagamaan sudah ada tatacara dan peraturan yang disepakati bersama.
  • Semakin berkembangnya status sosial dalam masyarakat, seperti tukang pandai besi tergolong orang yang spesialis.
  • Peralatan yang diciptakan lebih bervariasi.

Pada masa logam, kehidupan sosial di masyarakat sudah mengalami perubahan yang signifikan. Pada masa zaman logam terdapat orang yang menjadi spesialis pembuat peralatan dari logam (pandai besi) dan spesialis pembuat pahatan dari batu. Sehingga beberapa manusia pada masa ini sudah memiliki profesi sesuai keahlian yang mereka miliki.

Kepercayaan yang banyak dianut pada zaman logam adalah animisme, dinamisme, dan monoisme. Animisme merupakan kepercayaan yang meyakini bahwa setiap benda memiliki roh atau jiwa. Dinamisme adalah kepercayaan yang mempercayai bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib. Terakhir, monoisme yaitu kepercayaan yang meyakini bahwa ada satu kekuatan yang luar biasa di luar sana.

Zaman logam juga bagian dari zaman bercocok tanam, yaitu masa ketika manusia purba sudah mengetahui cara bercocok tanam. Pertanian pada saat itu masih sangat sederhana yaitu dengan cara berhulma. Berhulma adalah bertani dengan cara menebang pohon-pohon sekitar yang nantinya dijadikan lahan pertanian.

Tempat tinggal mereka juga sudah menetap, karena tidak terlalu bergantung pada hewan buruan. Pada masa berburu manusia purba zaman praaksara memperoleh makanan dengan cara berburu. Sehingga setiap binatang buruan sudah mulai jarang terlihat/habis, maka mereka akan mencari tempat tinggal lain yang masih terdapat banyak hewan buruan.

Zaman logam masih bagian dari pembabakan zaman praaksara menurut Ilmu Arkeologi, yaitu ilmu yang membahas kehidupan manusia di masa lampau berdasarkan kebudayaan yang bersifat bendawi/benda. Contoh kebudayaan yang bersifat bendawi atau fisik adalah kapak, neraka, dan fosil-fosil manusia purba.

Berbeda dengan pembagian zaman praaksara berdasarkan ilmu geologi, zaman logam yang termasuk pembagian secara arkeologi tidak jelas kapan waktu dimulainya, terutama zaman logam di Indonesia. Urutan zaman logam tidak begitu jelas, mana yang lebih dahulu ada dari masing-masing zaman logam. Apakah zaman perunggu lebih senior dari zaman tembaga dan besi, atau sebaliknya.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah