-->

[ADS] Top Ads

Pengertian Sejarah Sebagai Seni, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Sejarah sebagai seni dapat diartikan sebagai cara mengemas suatu sejarah agar memiliki nilai seni, baik penyampaiannya melalui tulisan atau dengan media lainnya. Tujuannya agar para siswa yang mempelajari sejarah memiliki minat yang lebih dan selalu senang dalam mempelajari dan memahaminya. Oleh sebab itu, seni dibutuhkan dalam penulisan sejarah agar menjadi luwes dan tidak kaku.

Sejarah sebagai seni merupakan bagian dari empat ruang lingkup sejarah, yaitu sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai kisah, sejarah sebagai ilmu, dan yang terakhir adalah sejarah sebagai seni itu sendiri. Khusus pembahasan tentang sejarah sebagai seni memang memiliki daya tarik tersendiri. Karena berkaitan dengan bagaimana agar penulisan atau penyampaian sejarah mempunyai nilai seni.

Berkaitan dengan penulisan sejarah, sebenarnya sudah banyak sejarawan yang menulis sejarah dengan gaya penulisan yang bernilai seni. Contohnya Novel Sejarah, yaitu karya tulis yang diambil dari kisah nyata.

Novel merupakan sebuah karya tulis yang disampaikan dengan gaya bahasa yang indah dan mengandung seni. Untuk membuat sebuah novel perlu imajinasi, intuisi, emosi, dan gaya bahasa agar menjadi menarik.

Meski demikian, sejarah tetaplah sejarah. Artinya dalam menulis sejarah tidak boleh mengedepankan seni sehingga mengorbankan dan menghilangkan esensi dari nilai sejarah itu sendiri. Inti dari penulisan sejarah adalah fakta yang harus diungkap dalam suatu peristiwa masa lampau. Ketika menulis sejarah lebih mengedepankan keindahan bahasa dari pada inti sejarah, maka nilai sejarahnya akan berkurang.

Pengertian Sejarah Sebagai Seni

Perihal Pengertian


Pengertian sejarah sebagai seni adalah penjelasan atau penyampaian peristiwa masa lampau yang melibatkan intuisi, imajinasi, emosi, dan gaya bahasa sehingga mempunyai nilai estetika dan keindahan namun tanpa menghilangkan fakta sejarah.

Di era modern saat ini banyak sekali sejarah yang disampaikan dan dijelaskan dengan nilai-nilai seni di dalamnya. Seperti novel yang mengangkat kisah nyata seorang tokoh terkenal, yaitu Profesor BJ Habibie dengan judul Habibie Ainun.

Perkembangan teknologi yang pesat membuat penjelasan sejarah menjadi lebih nyata yaitu melalui audio visual yang berbentuk video atau film. Contoh nyata sejarah yang disajikan melalui film adalah perjuangan para pahlawan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Penyampaian sejarah baik melalui tulisan, audio, video, atau yang lainnya perlu menggunakan imajinasi, intuisi, emosi, dan gaya bahasa agar dapat dinikmati semua kalangan. Semakin beragam media yang digunakan dalam menyampaikan sejarah maka semakin beragam pula imajinasi dan intuisi yang dibutuhkan. Dengan demikian seni dalam sejarah akan semakin berkembang.

Segala sesuatu pasti memiliki kelemahan dan keunggulan, termasuk sejarah yang melibatkan seni dalam penyampaiannya.

Kelemahan sejarah sebagai seni adalah dapat mengurangi objektifitas dan ketepatan dalam penulisan sejarah. Jika merujuk pada pendapat George M. Travelyan (tokoh pencetus sejarah sebagai seni), menulis sebuah kisah peristiwa sejarah tidaklah mudah, karena memerlukan imajinasi dan seni. Menulis sejarah merupakan seni, filsafat, polemik, dan dapat sebagai propaganda.

Dari penjelasan di atas terdapat dua point penting yang menjadi kelemahan sejarah sebagai seni, yaitu sulitnya menulis sejarah menggunakan imajinasi dan seni, kedua dapat mengurangi objektifitas dan esensi (inti) nilai sejarah.

Keunggulan sejarah sebagai seni juga harus dipelajari, karena alasan keadilan.

Menurut George Macauly Travelyan, dalam penulisan kisah sejarah harus menggunakan bahasa yang indah, komunikatif, menarik, dan isinya mudah dimengerti. Dengan demikian, diperlukan seni dalam penulisan sejarah sehingga tercipta suatu peristiwa sejarah yang dapat dipelajari secara urut, lengkap, menarik, dan tidak membosankan.

Oleh karena itu, seorang sejarawan harus bersedia menjadi ahli seni untuk menghidupkan kembali kisah kehidupan di masa lalu, masa sekarang, dan yang akan datang. Dengan demikian selain elemen ilmiah sejarah juga mengandung elemen seni. (Wardaya dalam Cakrawala Sejarah, 2009:6)

Berdasarkan ulasan di atas maka, sejarah sebagai seni adalah kejadian atau peristiwa masa lampau yang di sajikan dan dijelaskan secara mendalam dengan melibatkan unsur seni yaitu intuitif, imajinatif, emosi, dan gaya bahasa.

Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Seni

Untuk membedakan antara sejarah sebagai seni dan tiga ruang lingkup sejarah lainnya, perlu adanya ciri khas yang harus dipenuhi. Tujuannya agar para siswa yang belajar sejarah dapat memahami dan membedakan di antara masing-masing empat ruang lingkup sejarah.

Ketahuilah bahwa ciri-ciri sejarah sebagai seni ada empat yaitu:

Intuisi

Seorang sejarawan harus memiliki intuisi dalam menemukan dan memahami fakta sejarah. Intuisi adalah kemampuan untuk merasakan, menggali, dan memahami secara langsung peristiwa sejarah yang telah terjadi pada masa lampau.

Imajinasi

Yaitu daya pikir untuk menggambarkan suatu kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. Sederhananya, imajinasi merupakan kemampuan untuk berangan-angan, membayangkan, atau menggambarkan dalam pikiran suatu kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang.

Apabila masih sulit untuk memahami apa itu imajinasi, maka cobalah untuk membayangkan sebuah pasar yang banyak penjual dan pembeli beserta aktivitasnya! Jika anda mampu menggambarkan peristiwa yang ada di pasar dalam pikiran, artinya anda memiliki imajinasi.

Seorang sejarawan harus mampu berimajinasi, sehingga ketika menulis sejarah dapat menggambarkan suatu kejadian dalam tulisanya, namun harus berdasarkan fakta sejarah. Dengan demikian, sejarah dapat dikatakan sebagai seni apabila dapat memberikan imajinasi atau gambaran kejadian masa lampau berdasarkan kenyataan yang telah terjadi.

Emosi

Pernahkah kalian membaca atau mendengarkan suatu kisah yang membuat perasaanmu menjadi terharu, sedih, bahkan menangis tanpa sadar? Apabila pernah mengalami hal tersebut, berarti kisah tersebut bisa membangkitkan emosi sang pendengar.

Begitu pula dengan sejarah sebagai seni, harus bisa memberikan emosi kepada orang sedang mempelajariya. Apabila suatu sejarah mengisahkan perjuangan yang menggelora, makan orang yang sedang membaca sejarah tersebut akan ikut semangat dan menggelora.

Intinya, sejarah sebagai seni harus bisa menghadirkan emosi pelaku sejarah, sehingga sang pembaca dapat memahami dan merasakan apa yang sedang dirasakan oleh pelaku sejarah.

Gaya Bahasa

Sejarah sebagai seni harus memiliki ciri-ciri gaya bahasa yang sederhana, indah, dan tidak mengaburkan fakta atau kenyataan pada suatu sejarah. Meski demikian, setiap penulis sejarah mempunyai gaya bahasanya masing-masing, sehingga dalam menyampaikan sejarah akan banyak variasi gaya bahasa di dalamnya.

Dalam penelitian sejarah, hal yang paling penting adalah mengungkap fakta suatu peristiwa dan menulisnya secara objektif. Seindah apapun cara menulis atau menyampaikan sejarah, jika mengorbankan fakta yang sesungguhnya, maka masih diragukan.

Contoh Sejarah Sebagai Seni

Memahami suatu teori terkadang perlu melibatkan contoh-contoh yang berkaitan. Apabila pera pembaca ingin mengetahui contoh-contohnya, kunjungi link berikut ini; Contoh Sejarah Sebagai Seni dan Penjelasannya.

Kesimpulan

Pada dasarnya sejarah sebagai seni adalah sejarah yang melibatkan seni dalam penyampaiannya, entah menggunakan tulisan, gerakan, gambar, pahatan, video, dan lain-lain. Memang terdapat keunggulan dalam penyampaian sejarah yang melibatkan seni, namun juga terdapat kelemahannya.

Keunggulan yang paling utama adalah membuat kisah sejarah menjadi lebih hidup, unik, dan menarik untuk dipelajari. Kelemahan yang paling mendasar adalah nilai subjektifitas bisa menjadi berkurang jika mengutamakan unsur seni dalam penyampaian sejarah.

Unsur seni secara umum adalah intuitif, imajinatif, emosi, dan gaya bahasa. Berdasarkan unsur tersebut, empat ciri-ciri sejarah sebagai seni harus terpenuhi.

Sejarah boleh disampaikan menggunakan media apapun. Di era modern, sejarah sudah disampaikan menggunakan audio-visual (video/film). Namun, yang paling populer adalah menggunakan tulisan atau karya ilmiah berbentuk buku atau dokumen.

Itulah penjelasan sejarah sebagai seni, baik dari segi pengertian dan ciri-cirinya. Semoga bermanfaat dan membantu dalam memahami pelajaran sejarah, terutama pengertian sejarah sebagai seni ciri, dan contohnya.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah