-->

[ADS] Top Ads

Pengertian Penelitian Sejarah, Tahapan, Tujuan, dan Jenisnya

Pengertian Penelitian Sejarah

Pengertian Penelitian Sejarah


Penelitian sejarah adalah telaah terhadap sumber-sumber sejarah yang berisi informasi masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Sumber sejarah terdiri atas peninggalan-peninggalan sejarah yang nantinya menjadi bukti kebenaran suatu sejarah.

Penelitian sejarah adalah penelitian yang dilakukan secara sistematis, yaitu suatu proses yang dipakai dalam penelitian dengan menggunakan berbagai langkah yang bersifat logis. Tujuannya untuk membentuk sistem secara menyeluruh, utuh, dan terpadu yang mampu menjelaskan berbagai rangkaian sebab akibat yang terkait suatu objek tertentu.

Pengertian Penelitian Sejarah Menurut Para Ahli


Penelitian sejarah dapat diartikan sebagai proses sistematis dalam mencari data agar dapat menjawab pertanyaan tentang fenomena dari masa lalu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari suatu institusi, praktik, trend, keyakinan, dan isu-isu dalam pendidikan ( E.H. Carr, dalam Gall, Gall dan Borg, 2007).

Donald Ary dkk (Yatim Riyanto, 1996: 22) menyatakan bahwa penelitian sejarah untuk menetapkan fakta dan mencapai simpulan mengenai hal-hal yang telah lalu, yang dilakukan secara sistematis dan objektif oleh ahli sejarah dalam mencari, mengevaluasi dan menafsirkan bukti-bukti untuk mempelajari masalah baru tersebut.

Dalam bukunya Jack R. Fraenkel dan Norman E. Wallen yang diterjemahkan oleh Yatim Riyanto (1996: 22) menyatakan; penelitian sejarah ialah penelitian yang fokus kepada masa lalu.

Kata “penelitian Sejarah” terdiri dari dua kata yaitu, “penelitian” dan “sejarah”. Penelitian adalah suatu usaha untuk mencari kebenaran berdasarkan data yang valid dengan cara yang sistematis dan diharapkan ketikan penelitian itu berhasil, menjadi ilmu pengetahuan. Sedangkan sejarah adalah kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa definisi penelitian sejarah adalah suatu usaha atau proses sistematis untuk mencari kebenaran berdasarkan data yang sah dan fokus pada kejadian-kejadian yang telah lampau.


Tahap-Tahap Penelitian Sejarah


Langkah-langkah metode dasar penelitian sejarah ada lima, yaitu menetapkan topik penelitian, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Dari kelima tahapan itu, dikerjakan secara berurutan agar tidak mengalami kesalahan di kemudian hari.

Penelitian Sejarah

Berikut 5 tahap penelitian sejarah yang bisa dijadikan pedoman.

1.Menetapkan Topik Penelitian


Tahap awal dalam penelitian sejarah adalah menentukan topik penelitian. Ini merupakan langkah penting dalam penelitian sejarah. Topik pembahasan yang dijadikan subjek penelitian merupakan pembatas (fokus penelitian). Tujuan dari penetapan judul penelitian adalah sebagai batas agar penelitian menjadi fokus dan tepat sasaran.

Contoh topik pembahasan dalam penelitian sejarah;
  • Peranan Wali Sembilan dalam Menyebarkan Agama Islam di Indonesia.
  • Perkembangan Kebudayaan Zaman Pra-Aksara Berdasarkan Ilmu Arkeologi.
  • Peranan Guru Pada Masa Revolusi Tahun 1945-1949 di Kota Yogyakarta.
  • Pengiriman Pesan Sebelum Adanya Teknologi Komunikasi di Indonesia.

Dengan ditetapkan satu topik pembahasan dalam penelitian, proses pencarian data atau informasi yang berkaitan dengan penelitian akan menjadi terarah dan tepat sasaran.

2. Mengumpulkan Data (Heuristik)


Langkah kedua setelah menetapkan topik penelitian adalah mengumpulkan data atau informasi yang berkaitan dengan subjek penelitian (judul penelitian). Anda bisa mencari informasi dari berbagai sumber misalnya, dengan mengunjungi situs bersejarah (museum dan candi), wawancara kepada pelaku sejarah atau saksi sejarah, membaca buku-buku ilmiah yang berkaitan dengan topik penelitian, dll.

Heuristik adalah proses mencari dan mengumpulkan data dari berbagai sumber yang berkaitan dengan topik penelitian.

Menurut Zidi Gobalza, sumber informasi sejarah ada tiga macam yakni, sumber lisan, sumber tertulis, dan sumber visual/benda. Sumber lisan bisa diperoleh dengan metode wawancara, sumber tertulis bisa didapatkan dari buku-buku ilmiah, dan sumber benda didapat dari mengunjungi situs bersejarah.

Tahap pengumpulan data dalam penelitian sejarah merupakan proses yang paling banyak memerlukan tenaga dan pikiran. Anda harus berusaha mengunjungi dan mencari sumber sejarah yang berkaitan dengan topik penelitian dan menggunakan beberapa metode untuk mengumpulkan data.

3. Verifikasi Data


Setelah data atau informasi sudah terkumpul dan dirasa cukup, maka langkah yang ketiga adalah verifikasi data. Verifikasi adalah penilaian terhadap sumber-sumber sejarah. Verifikasi dalam sejarah memiliki arti pemeriksaan terhadap kebenaran informasi sejarah yang telah dikumpulkan.

Penilaian terhadap sumber-sumber sejarah menyangkut aspek ekstern dan intern. Aspek ekstern berkaitan dengan
  • apakah sumber yang dicari merupakan sumber yang dikehendaki dalam penelitian?
  • apakah sumber itu asli atau turunan?
  • dan apakah sumber itu masih utuh atau sudah dirubah?

Aspek intern mempersoalkan tentang apakah isi yang ada dalam sumber dapat memberikan informasi yang diperlukan. Jika ada informasi yang tidak diperlukan, maka harus dibuang dan tidak di pakai dalam penelitian sejarah.

4. Tahap Interpretasi


Interpretasi adalah menafsirkan fakta sejarah dan merangkainya hingga menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Dari berbagi fakta yang ada, kemudian disusun agar mempunyai bentuk dan struktur (sistematis).

Fakta yang ada ditafsirkan sehingga ditemukan struktur logis berdasarkan fakta yang ada. Tujuannya untuk menghindari suatu penafsiran yang semena-mena akibat pemikiran yang sempit. Bagi Sejarawan akademis, interpretasi yang bersifat deskriptif saja belum cukup. Dalam perkembangan terakhir, sejarawan masih dituntut untuk mencari landasan penafsiran yang digunakan.

5. Tahap Historiografi


Tahap terakhir yaitu historiografi (penulisan sejarah), adalah proses penyusunan fakta-fakta sejarah dari berbagai sumber yang telah diseleksi dalam bentuk penulisan sejarah.

Setelah melakukan penafsiran terhadap data yang ada, sejarawan harus sadar bahwa tulisan itu bukan hanya untuk kepentingan dirinya, tetapi untuk dibaca dan kepentingan orang lain juga.

Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan struktur dan gaya bahasa penulisannya agar bisa dipahami dengan baik. Sejarawan juga harus menyadari dan berusaha agar orang lain dapat mengerti pokok-pokok pemikiran yang telah ia tulis.


Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian sejarah adalah untuk memahami masa lalu, dan mencoba memahami masa kini atas dasar peristiwa atau perkembangan di masa lampau (Jhon W. Best, 1977 dalam Nurul Zuriah 2005: 52).

Donal Ary (dalam Yatim Riyanto 1996: 23) menyatakan bahwa, penelitian sejarah untuk memperkaya pengetahuan peneliti tentang bagaimana dan mengapa suatu kejadian masa lalu dapat terjadi, serta proses bagaimana masa lalu itu menjadi masa kini, yang pada akhirnya, diharapkan meningkatnya pemahaman tentang kejadian masa kini serta memperoleh dasar yang lebih rasional untuk melakukan pilihan-pilihan di masa kini.

Dengan demikian, tujuan penelitian sejarah tidak dapat dilepaskan dengan kepentingan masa kini dan masa mendatang. Artinya, mempelajari peristiwa masa lampau untuk dijadikan dasar dalam menentukan sikap di masa kini dan masa depan.


Jenis-Jenis Penelitian Sejarah


Penelitian sejarah atau historis terdapat beberapa macam. Namun pada umumnya terdapat empat jenis penelitian sejarah. Empat jenis penelitian itu adalah; a) penelitian sejarah komparatif, b) Penelitian yuridis atau legal, c) penelitian biografis, d) dan penelitian bibliografis.

Penelitian Sejarah

1. Penelitian Komparatif


Jenis penelitian pertama adalah komparatif (membandingkan), yaitu penelitian sejarah yang membandingkan faktor dari fenomena-fenomena sejenis pada suatu periode masa lampau. Contoh judul penelitian sejarah komparatif “Perbandingan Sistem Pendidikan China dan Jawa pada Masa Kerajaan Majapahit”.

Contoh judul penelitian tersebut adalah membandingkan antara sistem pendidikan yang ada di Cina dan di Jawa pada masa kerajaan Majapahit. Dalam penelitian ini, sang peneliti ingin memperlihatkan unsur-unsur perbedaan dan persamaan dari fenomena-fenomena sejenis, yaitu pendidikan.

2. Penelitian Yuridis


Kedua adalah penelitian Yuridis (Legal). Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan hukum di masa lampau. Baik hukum secara formal maupun hukum non-formal. Sederhananya, penelitian legal dalam sejarah ialah penelitian yang membahas topik mengenai hukum atau adat istiadat yang berlaku di masa lampau.

3. Penelitian Biografi


Ketiga, penelitian biografi adalah penelitian yang menyelidiki kehidupan seseorang di masa lampau yang berhubungan dengan masyarakat. Dalam penelitian ini, diteliti sifat-sifat, watak, pengaruh, baik pengaruh lingkungan maupun pengaruh pemikiran dan ide dari seorang tokoh semasa hidupnya, serta pembentukan watak figur yang diterima selama hayatnya.

Sumber data sejarah untuk penelitian biografi antara lain: surat-surat pribadi, buku harian, hasil karya seseorang, karangan-karangan seseorang tentang figur yang diselidiki dan catatan-catatan teman dari orang yang diteliti.

4. Penelitian Bibliografi


Merupakan penelitian sejarah yang bertujuan untuk mencari, menganalisis, membuat interpretasi, serta menggeneralisasi dari fakta-fakta yang merupakan pendapat para ahli dalam suatu masalah atau organisasi. Penelitian ini mencakup hasil pemikiran dan ide yang telah ditulis oleh pemikir-pemikir atau pakar ahli.

Penelitian bibliografi juga termasuk menghimpun karya-karya tertentu dari seorang penulis atau seorang filosuf dan menerbitkan kembali dokumen-dokumen unik yang dianggap hilang dan tersembunyi seraya memberikan interpretasi serta generalisasi yang tepat terhadap karya-karya tersebut.


Sumber-Sumber Sejarah


Untuk mendapatkan data atau informasi yang berhubungan dengan penelitian sejarah, maka harus dicari dari berbagai sumber. Berikut jenis-jenis sumber sejarah yang dapat berguna bagi penelitian sejarah.

Penelitian Sejarah

Menurut Muh. Ali, sumber sejarah adalah segala sesuatu yang berwujud dan tidak berwujud serta berguna bagi penelitian sejarah sejak zaman purba sampai sekarang. Terdapat tiga sumber sejarah yaitu, sumber tertulis, sumber lisan, dan sumber benda.

1. Sumber Tertulis


Sumber tertulis adalah sumber sejarah yang berbentuk tulisan seperti, catatan peristiwa masa lampau, dokumen, naskah, atau surat kabar.

2. Sumber Lisan


Sumber lisan adalah keterangan langsung dari para pelaku atau saksi mata dari peristiwa yang terjadi di masa lampau. Misalnya, seorang anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) menceritakan peristiwa yang dialami, dilihat, serta yang dilakukan orang lain.

3. Sumber Benda


Sumber benda adalah sumber sejarah yang diperoleh dari peninggalan masa lampau yang berbentuk benda kebudayaan misalnya, gerabah, manik-manik, candi, atau patung.


Prinsip Dasar Penelitian Sejarah Secara Lisan


Prinsip-prinsip dasar dalam penelitian sejarah lisan adalah sebagai berikut;
  • Penelitian sejarah lisan adalah suatu penelitian yang bersumber utamanya menggunakan sumber lisan.
  • Teknik yang digunakan untuk mendapatkan data atau informasi dalam penelitian sejarah lisan adalah wawancara.
  • Untuk mendapatkan data yang dipercaya lewat wawancara, dapat digunakan teknik kritik sumber atau trianggulasi sumber (data yang sama diperoleh dari berbagai sumber).
  • Setelah data terkumpul dan dilakukan interpretasi, maka langkah berikutnya adalah penulisan suatu karya atau historiografi.

Sekian Penjelasan mengenai penelitian sejarah yang singkat ini. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan. Bila ada kesalahan dalam tulisan ini atau ada yang pertanyaan silakan tulis di kolom komentar. Salam sukses....!

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah