-->

[ADS] Top Ads

Pembagian Zaman Praaksara Berdasarkan Geologi, Arkeologi, dan Kebudayaan

Pembagian zaman praaksara - Masa praaksara merupakan masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Manusia yang perkirakan hidup pada masa praaksara adalah manusia purba. Pada masa tersebut kita tidak dapat mengetahui sejarah serta kebudayaan manusia melalui tulisan. Satu-satunya sumber untuk mengetahui kehidupan manusia purba hanya melalui peninggalan-peninggalan sejarah mereka.

Zaman praaksara berlangsung sangat lama, yaitu sejak manusia belum mengenal tulisan hingga manusia mengenal dan menggunakan tulisan. Masa dimana manusia mengenal tulisan disebut zaman aksara atau zaman sejarah.

Pembagian Zaman Praasara

Karena masa praaksara berlangsung sangat lama, perlu adanya pembagian yang dapat mengelompokkan fase-fase perkembangan mereka. Berikut pembagian zaman praaksara berdasarkan ilmu geologi, alat/teknologi yang digunakan, dan kebudayaannya.

Zaman Praaksara Berdasarkan Geologi

Sebelum adanya kehidupan manusia, bumi telah mengalami perubahan-perubahan. Proses perubahan itu terbagi menjadi beberapa fase atau zaman. Perubahan dari satu zaman ke zaman berikutnya memakan waktu yang cukup lama, sampai jutaan tahun. Menurut ilmu geologi (ilmu yang mempelajari kulit bumi), perkembangan bumi terbagi dalam beberapa tahapan.

Pembagian zaman praaksara berdasarkan ilmu geologi adalah sebagai berikut;

Arkaikum

Zaman ini diperkirakan berlangsung pada 2.500 juta tahun yang lalu. Karena masa ini disebut masa tertua dalam sejarah perkembangan bumi, maka keadaan bumi belum stabil, kulit bumi masih dalam proses pembentukan, dan udara masih sangat panas, sehingga belum tampak tanda-tanda adanya kehidupan. Zaman arkaikum disebut juga zaman arkaeozoikum dan Ozoikum. 

Palaeozoikum

Disebut juga dengan zaman primer (zaman pertama) atau zaman kehidupan tua. Diperkirakan berlangsung 340 juta tahun yang lalu. Pada masa itu suhu udara di bumi mulai menurun, akibatnya secara bertahap bumi menjadi dingin. Tanda-tanda kehidupan sudah mulai muncul yakni, munculnya mahluk yang kecil bersel satu (mikro organisme) seperti bakteri.

Diperkirakan binatang yang tak bertulang punggung, beberapa jenis ikan, amfibi, raeptil juga sudah mulai ada. Tumbuhan sejenis gangang dan rerumputan pada masa ini sudah mulai bermunculan. Akan tetapi keadaan bumi masih berubah-ubah, akibatnya kehidupan di bumi masih sulit untuk berkembang.

Mesozoikum

Masa ini disebut juga dengan zaman sekunder (zaman ke dua) yaitu zaman kehidupan baru atau pertengahan. Para ahli memperkirakan bahwa zaman sekunder berlangsung pada 140 juta tahun yang lalu. Zaman ini juga disebut dengan zaman reptil, karena binatang jenis reptil jumlahnya banyak sekali.

Pada zaman ini kehidupan berkembang dengan sangat cepat. Jumlah ikan dan amfibi semakin banyak. Binatang jenis reptil mencapai bentuk yang sangat besar seperti dinosaurus yang panjangnya mencapai 12 meter dan atlantosaurus mencapai 30 meter. Binatang menyusui dan burung juga sudah bermunculan, namun sangat sedikit jumlahnya.

Neozoikum

Masa ini dikenal juga dengan zaman Kenozoikum atau zaman kehidupan baru yang diperkirakan berlangsung pada 60 juta tahun yang lalu. Pada zaman Neozoikum keadaan bumi sudah mulai stabil dan semakin berkembang dan beraneka ragam. Perubahan cuaca juga tidak begitu besar walau zaman es masih ada.

Zaman neozoikum dibagi menjadi dua fase yaitu;
  1. Zaman Tersier, yang ditandai dengan berkurangnya binatang jenis reptil raksasa, akan tetapi binatang-binatang menyusui berkembang dengan baik. Monyet dan kera sudah mulai bermunculan pada masa ini.
  2. Zaman Kuarter, berlangsung 600.000 tahun yang lalu. Tanda-tanda kehidupan manusia telah ditemukan. Masa ini dibagi kedalam dua bagian yaitu;
  • Pleistosen, yaitu masa yang sangat penting karena kehidupan manusia sudah mulai bermunculan. Keadaan masa ini masih labil karena ada dua iklim ekstrim yang silih berganti meliputi iklim glasial dan interglasial.
  • Holosen, dimulai 20.000 tahun yang lalu hingga saat ini. Masa ini muncul manusia cerdas (homo sapiens). 
Glasial adalah zaman es, yaitu beberapa daratan yang berdekatan dengan Kutub Utara juga tertutup oleh es, sehingga mempengaruhi kondisi iklim daerah lain. Interglasial, yaitu mencairnya es di Kutub Utara dan sekitarnya sehingga terjadi banjir besar di beberapa wilayah muka bumi. Peristiwa-peristiwa tersebut di atas telah berubah bentuk muka bumi. Jika diingat-ingat, perubahan bentuk muka bumi disebabkan oleh tenaga endogen dan eksogen.

Zaman Praaksara Berdasarkan Arkeologi

Arkeologi merupakan ilmu yang mempelajari peninggalan-peninggalan manusia masa lampau yang bersifat bendawi (benda). Pada zaman praaksara telah ditemukan benda-benda peninggalan manusia purba yang terbuat dari batu dan logam. Dua bahan dasar peralatan yang digunakan manusia praaksara itulah yang menjadi patokan klasifikasi.

Pembagian Zaman Praaksara Berdasarkan Arkeologi adalah;

Zaman Batu

Merujuk pada suatu periode dimana alat-alat yang digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari terbuat dari batu. Meskipun masih terdapat alat-alat yang terbuat dari kayu dan tulang, pada zaman ini secara dominan alat-alat yang digunakan terbuat dari batu. Dari peninggalan-peninggalan zaman batu tersebut, maka zaman ini dibedakan atas tiga periode.

1. Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Zaman Palaeolithikum atau zaman batu tua adalah masa dimana alat-alat manusia yang terbuat dari batu masih kasar dan belum diasah, sehingga bentuknya masih sangat sederhana. Contohnya berupa kapak genggam. Benda-benda peninggalan manusia zaman batu tua banyak ditemukan di daerah Pacitan dan Ngandong, Jawa Tumur.

2. Zaman Batu Madya (Mesolithikum)
Merupakan masa peralihan dari alat-alat batu kasar menjadi lebih baik dari zaman sebelumnya. Contohnya kapak yang ditemukan di Sumatra (pebble).

3. Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Yaitu suatu zaman dimana alat-alat kehidupan manusia purba terbuat dari batu yang sudah dihaluskan dan bentuknya lebih sempurna dari masa-masa sebelumnya. Contohnya kapak lonjong dan kapak persegi.

Zaman Logam

Meskipun disebut dengan zaman logam, bukan berarti alat-alat yang terbuat dari batu sudah punah. Hanya saja alat-alat yang terbuat dari bahan dasar logam sudah mendominasi dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat tiga jenis logam yang telah ditemukan yaitu besi, tembaga, dan perunggu.

Zaman Praaksara Berdasarkan Kebudayaan

Perkembangan sejarah kehidupan manusia di muka bumi selalu berubah-ubah. Begitu pula dengan perkembangan kehidupan manusia pada zaman praaksara, terutama perubahan cara bertahan hidup dan mencari bahan makanan. Dari masa berburu, bercocok tanam, hingga perundagian merupakan ciri khas kebudayaan manusia purba pada masa itu.

Berikut pembagian zaman praaksara berdasarkan kebudayaan;

Masa Berburu

Pada masa ini, kehidupan manusia hanya terpusat pada upaya bertahan dari alam liar dengan kemampuan yang masih terbatas. Kehidupan sehari-hari dihabiskan dengan berburu dan mengumpulkan makanan dengan peralatan yang terbuat dari batu, kayu, dan tulang.

Masa Bercocok Tanam

Yaitu kehidupan untuk mencari makanan telah mengalami pergeseran, dari berburu ke masa bercocok tanam. Manusia purba bercocok tanam dengan cara yang sangat sederhana yaitu berhuma. Berhuma bisa diartikan membuat ladang sederhana dengan membabat hutan. Di kehidupan ini manusia sudah bisa bekerja sama dan berusaha bertempat tinggal secara menetap.

Masa Perundagian

Di masa perundagian semuanya mengalami kemajuan dan penyempurnaan. Biji-biji logam sudah mulai ditemukan sehingga peralatan sehari-hari terbuat dari logam. Dalam kehidupan sehari-hari juga sudah mengenal golongan, misalnya golongan yang terampil membuat rumah dari kayu, pembuat benda-benda logam, dan pembuat gerabah.

Perkembangan teknologi peralatan dan kebudayaan pada masa praaksara berkembang dengan sangat lambat jika dibandingkan dengan masa sekarang. Pada saat ini perkembangan teknologi sangat cepat dan berubah-ubah. Perkembangan kehidupan dari sudut geologi juga berjalan dengan waktu yang begitu panjang dari zaman arkaeozoikum hingga Neozoikum. Tentu semua itu ada hikmahnya.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah