-->

[ADS] Top Ads

Pembabakan Zaman Praaksara Menurut Arkeologi dan Cirinya

Pembabakan Zaman Praasara

Zaman praaksara disebut juga zaman prasejarah, yaitu masa-masa manusia belum mengenal tulisan. Berakhirnya zaman praaksara adalah ketika manusia sudah mulai mengenal dan menggunakan tulisan. Manusia pada masa ini disebut dengan manusia purba zaman praaksara.

Masa prasejarah telah berlangsung sangat lama, sehingga terbagi menjadi beberapa fase dan masing-masing fase memiliki ciri khas yang unik. Dari fase-fase tersebut, zaman praaksara dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. Untuk lebih jelasnya, bacalah penjelasan di bawah ini!

Zaman Praaksara Menurut Ilmu Arkeologi

Arkeologi merupakan ilmu yang menyelidiki kebudayaan manusia yang hidup di masa lampu berdasarkan peralatan atau benda-benda peninggalannya. Termasuk peninggalan manusia purba pada zaman praaksara juga merupakan objek penelitian ilmu tersebut. Berdasarkan ilmu arkeologi, zaman praaksara dibagi menjadi dua kelompok yaitu, zaman batu dan zaman logam.

1. Zaman Batu

Disebut zaman batu karena hampir semua peralatan yang digunakan sehari-hari terbuat dari batu, meski masih ada beberapa peralatan yang terbuat dari tulang dan kayu. Di Indonesia juga pernah ditemukan benda peninggalan zaman praaksara yang terbuat dari batu, diantaranya kapak genggam dan kapak lonjong.

Benda peninggalan zaman prasejarah yang terbuat dari batu memiliki klasifikasi yang berbeda-beda, tergantung usia batu yang dijadikan peralatan. Semakin tua batu yang digunakan, maka peralatan tersebut semakin purba dan sederhana. Berdasarkan hal tersebut maka zaman batu dibagi menjadi beberapa kelompok.

4 Jenis Zaman Batu

Berikut ini pembabakan atau periodisasi zaman batu yang terdiri atas empat jenis.

Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)

Pembabakan Zaman Praasara

Disebut zaman batu tua karena masa ini lebih senior dibanding masa-masa lainnya. Peralatan yang terbuat dari batu masih kasar dan belum diasah sehingga bentuknya sangat sederhana. Bahkan peralatan pada masa ini ada yang hanya sekedar pecahan batu biasa, namun di salah satu sisi kapak ada yang tajam.

Peralatan pada masa batu tua sangat sederhana karena pengetahuan manusia purba pada zaman palaeolithikum masih sangat terbatas. Ketrampilan pembuatan alat-alat terkesan asal-asalan yang penting bisa digunakan. Bahkan, tidak jarang peralatan yang digunakan terbuat dari pecahan batu biasa tanpa ada proses lebih lanjut.

Contoh peralatan pada zaman batu tua adalah kapak genggam, seperti gambar di atas. Yaitu, kapak yang terbuat dari pecahan batu dan cara penggunaannya di pegang pada salah satu sisi batu (pangkal kapak). Dinamakan kapak genggam karena tidak mempunyai tangkai. Hasil kebudayaan zaman batu tua banyak ditemukan di daerah Pacitan dan Ngandong, Jawa Timur.

Zaman Batu Tengah (Mesolithikum)

Pembabakan Zaman Praaksara

Atau disebut juga dengan zaman batu madya. Masa ini merupakan peralihan di mana cara pembuatan peralatan kehidupan manusia lebih baik dan halus. Alat-alat yang digunakan dibuat dan dikerjakan dengan teknik lebih lanjut dari masa sebelumnya. Pengetahuan dan ketrampilan cara membuat peralatan sudah berkembang, yakni sudah sedikit diperhalus.

Contoh alat kebudayaan Mesolithikum adalah kapak sumatera/pebble (seperti gambar di atas). Kapak sumatera atau disebut kapak Sumateralith adalah jenis peralatan manusia purba zaman praaksara Indonesia yang berfungsi sebagai pemecah, pemotong, penggali, dan lain-lain. Kapak sumatera banyak ditemukan di Pulau Sumatera dalam jumlah besar.

Zaman Batu Muda (Neolithikum)

Pembabakan Zaman Praaksara

Seperti namanya, zaman ini merupakan masa yang paling muda di antara zaman batu lainnya. Meski demikian, peralatan yang digunakan dibuat dengan teknik yang lebih baik, yakni sudah dihaluskan, lebih tajam, dan bentuknya lebih sempurna dari zaman sebelumnya. Contohnya kapak lonjong pada gambar di atas.

Bentuk umum peralatan kapak zaman praaksara neolithikum adalah persegi panjang dan lonjong, serta sudah dilengkapi dengan tangkai yang diikat pada pangkal kapak. Contoh kapak pada masa batu muda adalah kapak persegi.

Disebut dengan kapak persegi karena bentuknya persegi panjang. Pada bagian mata kapak diasah dan dihaluskan sehingga menjadi tajam. Pada bagian pangkal kapak dibiarkan kasar agar tangkai yang diikat pada kapak tidak mudah lepas.

Zaman Batu Besar (Megalithikum)

Pembabakan Zaman Praaksara

Disebut dengan zaman batu besar karena banyak bermunculan peralatan dan hasil kebudayaannya terbuat dari batu yang berukuran besar. "Mega" artinya besar, sedangkan "lithikum" adalah batu, jadi megalithikum adalah zaman batu besar.

Kebudayaan dan peralatan zaman megalithikum bukan hanya untuk keperluan memenuhi kebutuhan hidup manusia secara fisik. Manusia pada zaman megalithikum juga telah membuat berbagai bangunan untuk kepentingan berbagai upacara keagamaan, yakni untuk upacara penguburan jenazah dan ritual sembahyang.

Contoh kebudayaan pada masa megalithikum adalah menhir. Menhir adalah tiang atau tugu terbuat dari batu yang digunakan sebagai sarana pemujaan arwah nenek moyang. Kebudayaan manusia zaman megalithikum ini banyak ditemukan di Sumatra Selatan, Kalimantan, dan Sulawasi Tengah.

2. Zaman Logam


Pembabakan Zaman Praaksara

Zaman logam adalah masa di mana manusia sudah mulai dan menggunakan peralatan yang terbuat dari bahan dasar logam. Dinamakan zaman logam bukan berarti alat-alat yang terbuat dari batu sudah tidak dipergunakan lagi, malahan alat yang terbuat dari batu masih digunakan sampai sekarang.

Contoh peralatan batu yang masih digunakan sampai sekarang adalah alat penghalus bumbu masakan, dalam bahasa jawa disebut ulekkan.

Teknik pembuatan alat-alat dari logam pada masa ini yaitu dengan cara melebur biji-biji logam dan dituangkan ke dalam cetakan. Dengan demikian, manusia yang hidup pada zaman logam memiliki peralatan dan teknik yang lebih sempurna dari zaman batu.

Zaman logam menurut perkembangan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu zaman perunggu, zaman tembaga, dan zaman besi. Untuk penjelasan lebih lengkap dan terperinci kunjungi materi yang membahas Zaman Logam. Contoh peralatan zaman logam adalah kapak corong seperti gambar di atas.

Ciri-Ciri Zaman Praaksara Menurut Arkeologi

Setiap zaman dan pembagiannya mempunyai ciri khasnya masing-masing, demikian pula zaman praaksara dan pembabakanya. Agar lebih mengenal dan memahami kehidupan pada zaman praaksara, berikut ini ciri-ciri zaman praaksara berdasarkan ilmu geologi.

1. Ciri-Ciri Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)

  • Peralatan terbuat dari batu yang masih kasar dan sangat sederhana.
  • Jenis alat-alat yang digunakan adalah kapak genggam, kapak perimbas, dan alat serpih.
  • Manusia purba mencari makanan dengan berburu
  • Bertempat tinggal secara berpindah-pindah.
  • Belum mengenal seni.

2. Ciri-Ciri Zaman Batu Tengah (mesolithikum)

Zaman batu mesolithikum memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan masa batu tua. Namun ada beberapa kemajuan, yakni:
  • Alat yang digunakan disebut kapak sumatera atau pebble.
  • Peralatan yang dibuat mulai halus dari pada masa sebelumnya.
  • Manusia pada masa ini mengenal seni melukis pada dinding gua.
  • Sudah mengenal kepercayaan.

3. Ciri-Ciri Zaman Batu Muda (Neolithikum)

Zaman ini merupakan revolusi pada masa praaksara. Telah terjadi perubahan yang mendasar pada corak kehidupan dan cara bertempat tinggal. Peralatan yang digunakan juga lebih baik dari zaman sebelumnya. Ciri khas zaman ini adalah;
  • Peralatan sudah dihaluskan bahkan diberi tangkai.
  • Jenis kapak yang digunakan adalah kapak persegi dan kapak lonjong.
  • Tempat tinggal sudah menetap.
  • Memiliki kemampuan bercocok tanam.
  • Menganut kepercayaan dinamisme dan animisme.
  • Pakaian terbuat dari kayu.
  • Dan perhiasan terbuat dari batu dan manik-manik.

4. Ciri-Ciri Zaman Batu Besar (megalithikum)

  • Peralatan yang terbuat dari batu tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • Telah membuat peralatan dengan bahan batu yang berukuran besar, seperti menhir, dolmen, dan waruga.
  • Jika ada yang meninggal dikubur atau diletakkan di dalam batu yang disebut waruga.
  • Tempat peribadatan sudah mulai dibangun dan disebut Punden Berundak.
  • Bangunan seperti tempat peribadatan sudah mulai ada.

5. Ciri-Ciri Zaman Logam

  • Peralatan yang digunakan secara umum adalah alat berbahan dasar logam.
  • Peralatan semakin berembang dan bervariasi seperti nekara, arca, dan moko.
  • Manusia zaman logam sudah mengenal status sosial.
  • Pekerjaan mereka sudah bervariasi, seperti pandai besi, pemahat batu, dan pembuat rumah.
  • Kapak corong merupakan kapak yang pertama kali ada pada masa ini.

Berdasarkan analisis hasil kebudayaan yang ditinggalkan, kehidupan zaman praaksara dibedakan menjadi dua, yaitu zaman batu dan zaman logam. Pembagian tersebut tidak menggunakan batas-bata waktu yang jelas untuk setiap zamannya. Pengelompokan zaman praaksara berdasarkan geologi, yaitu pembagian zaman berdasarkan benda peninggalan kebudayaan pada masa praaksara.

Setiap perubahan zaman telah mengalami perkembangan, baik cara bertahan hidup, alat-alat yang digunakan, dan kebudayaan. Mausia purba juga semakin terampil dan mempunyai keahlian. Terutama pada zaman logam, yakni keahlian pandai besi, tukang bangunan, dan penambang biji-biji logam.

Selain pembabakan masa praaksara berdasarkan ilmu arkeologi,  ada juga pembabakan zaman praaksara menurut ilmu geologi. Pembabakan ini berdasarkan keadaan bumi pada saat itu. Akhir kata, terdapat kekurangan pada penulisan ini mohon untuk diingatkan melalui kolom komentar.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah