-->

[ADS] Top Ads

6 Kapak Peninggalan Zaman Praaksara dan Fungsinya

Peninggalan zaman praaksara merupakan benda-benda yang telah dibuat oleh manusia purba yang belum mengenal tulisan. Karena pada masa praaksara tidak ada dokumen tertulis, maka satu-satunya cara untuk mengungkap masa prasejarah adalah dengan mengenal benda-benda yang ditinggalkan, termasuk jenis-jenis kapak peninggalan zaman praaksara.

Kapak pada zaman praaksara digunakan sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan manusia purba, seperti berburu, memotong daging hewan hasil buruan, membelah kayu, dan lain-lain. Di Indonesia peninggalan zaman prasejarah telah banyak ditemukan, termasuk kapak manusia purba. Untuk mengenal dan memahami kapak peninggalan zaman praakrasa, simak penjelasan di bawah ini!

Kapak merupakan alat untuk memudahkan suatu pekerjaan tertentu seperti membelah dan memotong kayu, menebang pohon dan sebagainya. Pada zaman praaksara, manusia purba sudah membuat dan menggunakan kapak meskipun masih sederhana dan terbuat dari batu. Jenisnya pun bervariasi dari yang berbentuk lonjong, persegi, hingga mirip dengan corong.


Kapak-kapak peninggalan zaman praaksara adalah sebagai berikut;

1. Kapak Genggam

kapak peninggalan zaman praaksara

Pertama adalah kapak genggam yang terbuat dari batu dan digunakan oleh manusia purba Pithecanthropus. Strukturnya masih kasar dan bentuknya tajam namun di sisi lain tidak tajam, terlihat untuk pegangan tangan. Dinamakan kapak genggam karena cara pemakaiannya digenggam pada ujung kapak yang tidak tajam.

Kapak yang tak bertangkai ini berfungsi sebagai alat pembelah kayu, pemotong daging buruan, dan untuk menggali ubi. Kapak peninggalan pada masa Paleolithikum ini pernah ditemukan oleh Ralph von Koenigswald pada tahun 1935 di Punung kabupaten Pacitan, Trunyan (Bali), Kalianda provinsi Lampung, dan Awangbangkal (Kalimantan Selatan.

2. Kapak Persegi

kapak peninggalan zaman praaksara

Kedua adalah kapak persegi yang terbuat dari batu dan berbentuk persegi panjang. Pada kedua sisi terlihat halus seperti sudah diasah, serta terdapat lubang di bagian pangkal untuk mengikat tangkai kapak. Fungsi dari kapak persegi sebagai alat untuk mencangkul, memahat, dan berburu. Kapak ini merupakan peninggalan zaman Neolithikum banyak ditemukan di Kalimantan Selatan, Sulawesi, Jawa, dan Nusa Tengara.

3. Kapak Lonjong

kapak peninggalan zaman praaksara

Ketiga adalah kapak lonjong yang terbuat dari batu dan berbentuk lonjong. Mata kapak terlihat lebar dan tajam. Pada bagian pangkalnya yang runcing diikat dengan tangkai untuk mempermudah pemakaiannya.

Kapak jenis ini berfungsi sebagai alat mencangkul, memotong kayu dan keperluan lainnya. Kapak pada zaman praaksara ini diperkirakan peninggalan zaman Neolithikum dan ditemukan di Papua, Maluku, dan Nusa Tengaara.

4. Kapak Pendek/Serpih

kapak peninggalan zaman praaksara

Keempat, adalah alat serpih yang terbuat dari pecahan batu, berbentuk serpihan dan salah satu sisinya tajam. Fungsi dari peralatan ini adalah untuk memotong  daging binatang buruan dan sebagai mata tombak untuk berburu. Peralatan ini ditemukan di sepanjang Pantai Timur pulau Sumatra, Gombong (Jawa Tengah), Sangiran, dan Flores. Jenis kapak ini merupakan peninggalan pada zaman Neolithikum.

5. Kapak Bahu/Corong

kapak peninggalan zaman praaksara

Kelima, yaitu kapak corong yang terbuat dari tembaga dan berbentuk seperti corong. Bagian mata kapak lebih lebar dari pangkalnya dan sebelum pangkal kapak lebih ramping dari pada ujung pangkal. Jika dilihat lebih seksama mirip dengan baju pesta.

Peralatan jenis kapak corong pernah ditemukan di daerah Jawa, Bali, Sulawesi, dan papua. Fungsi dari kapak corong sama dengan kapak lainnya dan merupakan peninggalan zaman Neolithikum.

6. Kapak Sumatra

kapak peninggalan zaman praaksara

Keenam disebut juga dengan kapak Sumatralith atau Pebble, yaitu sejenis kapak genggam yang terbuat dari batu yang dipecah dan atau dibelah. Bagian pangkal bertekstur halus sedangkan di bagian ujung pipih agar  menjadi tajam.

Kapak jenis ini merupakan peninggalan pada zaman Paleolithikum ditemukan di sepanjang Pantai Sumatra Timur Laut di antara Langsa (Aceh) dan Medan. Fungsi kapak Sumatra tidak berbeda dengan kapak genggam, yaitu sebagai alat pembelah kayu dan pemotong daging hewan buruan.

Itulah jenis-jenis kapak peninggalan pada zaman praaksara yang memiliki bentuk berbeda-beda. Hampir semua kapak terbuat dari bahan dasar batu, kecuali kapak bahu atau corong. Fungsinya pun secara keseluruhan sama, yaitu sebagai alat pembelah kayu, pemotong daging hewan buruan, dan berburu.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah