-->

[ADS] Top Ads

Pengertian Vulkanisme dan Klasifikasinya

Proses keluarnya magma dari dalam bumi menuju permukaan bumi disebut vulkanisme. Keluarnya magma ke permukaan bumi umumnya melalui retakan batuan, patahan, dan pipa kepundan pada gunung api. Di dalam kulit bumi, di bawah gunung api terdapat rongga besar dengan dinding tak beraturan disebut dapur magma. Dapur ini berisi benda cair liat sangat panas, yang disebut magma.

Lapisan yang ada di dalam bumi dapat retak, patah, bahkan bisa membentuk pipa akibat pergeseran lapisan kulit bumi. Lapisan bumi yang retak, patah dan membentuk pipa tersebut dapat diisi oleh magma akibat dorongan dari dalam bumi. Itulah mengapa magma dapat naik ke atas bahkan dapat mencapai permukaan bumi. Nah, naiknya magma ke atas lapisan bumi inilah yang disebut proses vulkanisme.
Pengertian Vulkanisme
Image by: pixaby.com

Pengertian Vulkanisme

Vulkanisme adalah segala kegiatan magma dari lapisan dalam litosfer menyusup ke lapisan yang lebih atas atau sampai ke luar permukaan bumi. Lebih jelasnya, vulkanisme merupakan proses keluarnya magma ke permukaan bumi yang umumnya melalui retakan batuan, patahan, dan pipa kepundan pada gunung api. Vulkanisme sangat erat kaitannya dengan magma.

Apabila magma yang berusaha keluar tidak mencapai permukaan bumi, maka proses ini disebut intrusi magma. Jika magma sampai di permukaan bumi, proses ini disebut ekstrusi magma. Dan magma yang sudah keluar ke permukaan bumi disebut lava. Ingat, bahwa aktivitas vulkanisme dapat menghasilkan bentukan kerucut atau kubah yang berdiri sendiri seperti gunung api.

Jadi pengertian vulkanisme adalah peristiwa naiknya magma dari dalam bumi menuju ke atas lapisan kulit bumi, bahkan bisa saja naik ke permukaan bumi. Apabila magma naik dan mencapai permukaan bumi disebut intrusi magma, dan apabila magma naik namun belum mencapai permukaan bumi disebut ekstrusi magma.

Intrusi dan Ekstrusi Magma

Aktivitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya. Adanya aktivitas ini dapat menyebabkan retakan-retakan dan pergeseran kulit bumi. Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke dalam litosfer (kulit bumi). Nah, penyusupan magma ke dalam litosfer dapat dibedakan sebagai berikut.
Jenis intrusi magma
Jenis Intrusi Magma

1. Intrusi Magma

Adalah aktivitas naiknya magma yang ada di dalam perut bumi namun tidak sampai ke permukaan bumi. Di katakan juga bahwa, intrusi magma atau plutonisme adalah aktivitas magma di dalam lapisan litosfera, memotong atau menyusup kulit bumi dan tidak mencapai permukaan bumi.

Bentuk-Bentuk Intrusi Magma
  • Batholit, yaitu batuan beku yang terbentuk dari dapur magma, terjadi karena penurunan suhu yang lambat.
  • lakolit, Yaitu magma yang menyusup di antara lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkat sehingga menadi cembung, sedangkan alasnya rata.
  • Sill, adalah lapisan magma tipis yang menyusup di antara lapisan batuan di atas, datar dibagian atasnya.
  • Gang, yaitu batuan dari intrusi magma yang memotong lapisan batuan yang membentuk pipih atau lempeng.
  • Apofisa, yaotu cabang dari irupso korok (gang)
  • Diatrema, yaitu batuan yang mengisi pipa letusan.

Ekstrusi magma
Jenis Ektrusi Magma

2. Ekstrusi Magma

Pengertian ekstrusi magma adalah kegiatan magma yang telah mencapai permukaan bumi. Proses ektrusi merpakan kelanjutan ari intrusi magma. Setelah terjadinya penyusupan magma ke bagian atas kulit bumi, magma tersebut suatu saat akan keluar ke permukaan bumi. Nah, ketika magma mencapai permukaan bumi inilah disebut dengan ekstrusi magma.

Menurut bentuknya, ektrusi magma dibedakan menjadi tiga jenis
  • Ekstrusi sentral, yaitu magma keluar melalui sebuah saluran magma (pipa kawah) dan membentuk gunung-gunung dan letaknya tersendiri. Ektrusi melahirkan tipe letusan gunung api.
  • Ekstrusi linier, yaitu magma keluar melaui retakan atau celah yang memanjang, sehingga mengakibatkan terbentuknya deretan gunung api yang kecil-kecil di sepanjang retakan.
  • Ekstrusi areal, yaitu magma keluar melalui lubang yang besar, karena magma terletak sangat dekat dengan permukaan bumi. 

Berdasarkan letusan yang ditimbulkan, ekstrusi magma dibedakan menjadi dua jenis
  • Ekstrusi Eksposif, yaitu letusan erupsi gunung api yang amat dahsyat akibat tekanan gas yang sangat kuat. Akibatnya dapat terjadi gempa yang dahsyat.
  • Eksrusi Epusi, yaitu letusan erupsi gunung api yang terjadi akibat tekanan gas magmatik yang tidak terlalu kuat dan biasanya ditandai dengan gempa yang tidak kuat.


Jenis-Jenis Vulkanisme

Berdasarkan tempatnya, jenis vulkanisme terdiri dari 3 macam, yaitu zona divergen, konvergen, dan zona tengah. Perbedaan ini terjadi karena adanya pergerakan lempengan bumi yang bervariasi.

1. Zona Divergen

Vulkanisme zona devergen adalah proses naiknya magma akibat lempeng tektonik yang bergerak saling berjauhan antara lempeng satu dengan lempeng lainnya. Karena lempeng bumi bergerak saling berjauhan, maka erupsi gunung api mengeluarkan lava yang cair dan kental, namun tidak disertai letusan yang dahsyat.

2. Zona Konvergen

Vulkanisme zona konvergen adalah keluarnya magma ke permukaan bumi melalui lempeng yang saling mendekati. Lempeng bumi yang saling mendekati akan membuat jalan magma menjadi menyempit, sehingga pada saat magma keluar ke permukaan bumi akan terjadi letusan gunung api yang dahsyat.

3. Zona Tengah

Vulkanisme zona tengah merupakan munculnya magma ke permukaan bumi melalui lempeng kerak bumi tanpa retakan. Artinya, magma yang suhunya sangat tinggi menyebabkan kerak bumi menjadi tipis, dan lama-lama akan ditembus oleh magma. Aktivitas ini tidak menyebabkan letusan yang dahsyat ketika magma keluar ke permukaan bumi.

Proses vulkanisme akan membentuk berbagai macam tipe gunung api, karena identik dengan magma yang ada di dalam gunung tersebut. Beberapa tipe gunung api juga memiliki dampak yang berbeda terhadap bentuk permukaan bumi. Reaksi magma yang berbeda pula dapat menimbulkan dampak yang berbeda terhadap mahluk hidup di sekitarnya.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah