-->

[ADS] Top Ads

Kisah Umar bin Khattab: Masa Kecil Hingga Menjadi Khalifah

Umar bin Khattab adalah khalifah yang ke dua setelah Abu Bakar ash-Shiddiq, berkuasa pada tahun 634 sampai 644. Sebagai salah satu penyandang gelar Khulafaur Rasyidin, ia juga memiliki nama julukan al-Faruq. Memiliki karakter yang tegas dalam hal kebenaran dan selalu setia kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga tidak diragukan lagi keislamannya.

Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, banyak sekali peristiwa penting yang patut untuk di teladani. Kisah-kisah perjuangan bersama Nabi juga menjadi keelokan tersendiri dalam kehidupan beliau. Memiliki sifat yang keras terhadap kaum kafir, namun sangat lembut hatinya dalam menghadapi orang-orang yang berada di sekitarnya. Beliau merupakan khalifah yang telah membawa pembaharuan dan berhasil memperluas kedaulatan Islam hingga dua pertiga dari wilayah Kekaisaran Romawi.

Khalifah Umar bin Khattab
Umar bin Khattab

Biografi Umar bin Khattab

Umar bin Khattah lahir pada tahun 584 M di kota Mekah dari keluarga bangsawan suku Quraisy dari bani 'Adi. Ayah Umar bernama Khattab bin Nufail dan ibunya bernama Hantamah binti Hisyam. Beliau menjadi khalifah selama 10 tahun 72 hari, dari tahun 23 Agustus 634 sampai 3 November 644. Umar Wafat pada 3 November 644 (26 Dzulhijjah 23 H) dan dimakamkan di Masjid Nabawi dekat dengan makam Nabi Muhammad.

Kisah Umar bin Khattab lengkap dari sebelum masuk Islam hingga menjadi khalifah sangat banyak sekali pelajaran yang dapat diambil. Maka dari itu, sangat penting untuk dipelajari. Keteladanan beliau dan sikap yang sederhana ketika sebelum menjadi khalifah maupun setelah menjadi khalifah, mementingkan rakyatnya dan tidak membeda-bedakan si miskin maupun orang kaya. Selama itu menyangkut kebenaran, maka ia akan selalu membelanya.

Sebelum Memeluk Agama Islam

Dikatakan bahwa, Umar bin Khattab sebelum masuk Islam merupakan orang yang gemar meminum khamr. Minuman memabukkan yang ia suka adalah anggur. Ia juga adalah orang yang sangat menentang agama Islam dan memegang teguh ajaran nenek moyangnya. Masa-masa sebelum masuk Islam, ia lewatkan dengan melakukan perbuatan-perbuatan jahiliah, akan tetapi masih menjaga harga dirinya.

Umar dibesarkan di dalam lingkungan bani 'Adi, salah satu kaum dari suku Quraisy. memiliki ciri fisik badan tinggi besar dan tegap, kekar dan berotot, jenggot lebat menghiasi wajah beliau namun tetap terlihat tampan, kulitnya berwarna coklat kemerah-merahan. Nasab beliau bertemu dengan kakek Nabi Muhammad yaitu, Ka'ab.

Pada suatu hari Umar keluar dari rumahnya dengan membawa pedangnya ingin membunuh Rasulullah. Saat berada dalam perjalanan ia bertemu dengan Nu'aim bin al-'Adawi. Nuaim pun bertanya padanya, "Akan pergi kemana wahai Umar?" ia kemudian menjawab, "Aku ingin membunuh Muhammad". Lelaki itu pun berkata suatu hal yang lebih mencengangkan bahwa, adik perempuan dan suaminya telah masuk Islam. Ia lalu berbelok untuk menemui adiknya Fatimah dan suaminya.

Saat Umar pergi untuk menemui adiknya, Fatimah dan suaminya masih berkumpul dengan sahabat lain belajar al-Qur'an. Tiba-tiba Umar sampai dan langsung bertanya kepada adiknya Fatimah. Apakah engkau telah masuk Islam dan menjadi pengikut Rasullah?, Fatimah menjawab, "benar". Tanpa ragu-ragu Umar pun memukul wajah Fatimah hingga mengeluarkan darah.

Umar kembali memperhatikan Fatimah dan melihat ada sesuatu yang disembunyikannya. Ia lalu berkata, "apa yang kau sembunyikan?", Fatimah menjawab "Ini adalah shuhuf al-Qur'an". Umar ingin membacanya namun disuruh oleh adiknya untuk membersihkan seluruh badannya terlebih dahulu. Ia pun mengikuti perintah adiknya kemudian membacanya.

طه (١) مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى (٢) إِلا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى

Artinya: "Thaha (hanya Allah yang mengetahui). Tidaklah Aku turunkan al-Qur'an ini membuat sukar manusia. Melainkan sebagai pengingat bagi orang-orang yang takut kepada Allah." QS. Thaha Ayat 1-3.

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي (١٤) إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَى (١٥) فَلا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَتَرْدَى (١٦

Artinya; "Sesungguhnya Aku Adalah Allah, tidak ada yang berhak untuk disembah kecuali Aku, maka sembahlah Aku dan tegakkan shalat untuk mengingatku. Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar tiap-tiap diri iu dibalas dengan apa yang ia usahakan. Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu binasa". (QS. Thaha ayat 14-16).

Membaca ayat-ayat tersebut, hati Umar menjadi bergetar. Dalam riwayat lain dikisahkah bahwa Umar mendengar ayat tersebut lalu bergetarlah hatinya dan berkata, "kalimat tersebut pasti bukan dari manusia".

Memeluk Agama Islam

Umar bin Khattab pergi ke Darul Arkom tempat Rasulullah Muhammad SAW berkumpul bersama para sahabat dengan membawa pedangnya. Para sahabat yang berada di Darul Akrom panik dengan kedatangan Umar, namun Nabi menenangkan para sahabat dengan berkata, "tenanglah, mudah-mudahan ada hikmahnya".

Hamzah bin Abdul Muthalib membukakan pintu, Umar langsung masuk dan mendekati Nabi. Lalu apa yang terjadi? ternyata Umar langsung memeluk Nabi Muhammad SAW dan menyatakan beriman kepada Allah dan Rasulnya. Sahabat yang melihat peristiwa itu ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh Nabi. Sebab sebelumnya Nabi pernah berdoa kepada Allah "Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan Umar bin Khattab atau Abu Jahl (Amru) bin Hisyam.

Seketika itu pula Umar membaca dua kalimat syahadad, orang-orang yang berada di ruangan bertakbir. Abdullah bin Mas'ud berkata, "kami senantiasa berada dalam kejayaan semenjak Umar bin Khattab masuk Islam". Umar adalah yang orang ke 40 masuk Islam. Sebelum mendapatkan gelar al-Faruq, Umar memiliki nama julukan Singa Padang Pasir.

Umar yang memeluk agama Islam rela mengorbankan kehormatannya di mata kaum kafir Quraisy. Dulu ketika sangat membenci ajaran Islam dan mempertahankan ajaran nenek moyangnya Umar sangat disegani oleh kaum musyrikin Quraisy. Setelah ia memeluk agama Islam Umar dikucilkan dari pergaulan penduduk Mekkah serta tidak lagi dihormati oleh para petinggi Quraisy.

Berjuang Bersama Nabi Muhammad SAW

Tidak lama setelah Umar Bin Khattab masuk Islam, pada tahun 622 M ia hijrah ke Madinah bersama para sahabat lainnya. Selang beberapa hari Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar, dan Ali baru hijrah ke Madinah (Yatsrib). Disana Umar berjuang bersama Nabi dan sahabat lainnya untuk membesarkan Nama Islam. Dakwah Ralullah Muhammad SAW di Madinah bersama sahabat lainnya merupakan awal Islam berkembang sangat pesat.

Beberapa peristiwa penting telah ia ikut, di antaranya Perang Badar, Uhud, Akhyar, dan ikut terlibat dalam perang ke Syria. Umar dikenal sebagai sosok yang disegani di antara kaum Muslimin karena selalu menjadi orang yang terdepan dalam membela Nabi Muhammad. Ajaran Islam yang dulu sangat ia benci, kini selalu ia taati, bahkan pada setiap kesempatan tanpa ragu untuk menentang kawan lamanya yang dulu ikut menyiksa pengikut Nabi.

Dikisahkan bahwa setelah perintah shalat lima waktu turun, Umar pada setiap kesempatan menertibkan para sahabat untuk meluruskan dan merapatkan shaf (barisan sahlat berjamaah). Ibn Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (3550) membawakan riwayat dari Abu Utsman, "Aku pernah berhadapan dengan Umar bin Khattab yang berdiri dalam rangka meluruskan sahaf".

Dari Abdullah ibn Syaddad (seorang tabiin senior yang tsiqah), Ibn Abi Syaibah meriwayatkah bahwa, "Umar melihat dalam shaf ada sesuatu (yang kurang rapat atau lurus) maka beliau memberi isyarat dengan tangannya agar meluruskanya".

Sekian lama berjuang bersama Nabi Muhammad SAW, Umar sangat bahagia. Ia sangat mencintai Rasulullah, hingga pada tahun 10 Hijriah Nabi Muhammad wafat. Umar dikabarkan sebagai salah satu orang yang paling terguncang atas peristiwa itu. Bahkan ia menghalangi sahabat yang hendak mengurus jasad Nabi.

Abu Bakar ash-Siddiq yang mengetahui peristiwa itu berkata dengan lantang, "Barang siapa yang menyembah Nabi, Ia telah meninggal. Barang siapa yang menyembah Allah, Allah maha hidup dan tidak akan mati". Tersadarlah Umar dan sahabat lainnya, ia merasa bersalah karena telah menghalangi sahabat yang mengurus jasad Nabi.

Umar Bin Khattab Menjadi Khalifah

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Abu Bakar ash-Shidiq diangkat menjadi khalifah dan Umar sebagai salah satu penasehatnya dari kalangan kaum Muhajirin. Kisah Umar bin Khattab menjadi khalifah di awali dengan wafatnya Khalifah Abu Bakar. Sekian lama Umar menjadi penasehat, Khalifah Abu Bakar pun wafat karena sakit yang dialaminya. Umar bin Khattab akhirnya diangkat menjadi khalifah yang kedua dan menyandang gelar Khulafaur Rasydin.

Banyak sekali kisah dan prestasi yang luar biasa ketika Khalifah Umar memegang kepemimpinan. Pada masa pemerintahannya, Islam menjadi salah satu kekuatan besar yang berada di wilayah Timur Tengah. Dalam hal pemerintahan dan politik, ia telah membentuk departemen-departemen khusus untuk sebagai wadah aspirasi dan aduan masyarakat. Dia juga membentuk Baitul Mal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Perluasan wilayah Islam juga telah dilakukan oleh Khalifah Umar. Selain menaklukan Kekaisaran Sasaniyah, Umar berhasil mengambil alih dua per tiga wilayah  dari Kekaisaran Romawi Timur. Hal ini karena para pembesar imperium Romawi pada akhir jaman berbuat sewenang-wenang atas negeri jajahannya. Oleh sebab itu, Islam dengan ajarannya yang mulia ingin membebaskannya.

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, Islam tumbuh dan berkembang sangat pesat. Islam telah mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari Dinasti Sassinid. Membebaskan negeri jajahan Romawi di Mesir, Palestina, Syria, Afika Utara, dan Armenia. Akhirnya, dua negara adijaya yaitu Romawi dan Persia dapat ditaklukan pada masa Khalifah Umar.

Umar juga telah melakukan banyak perubahan dalam administratif dan menontrol dari dekat kebijakan publik, termasum membangun sistem administrasi daerah-daerah yang ditaklukannya. Pada tahun 638, ia memerintahkan agar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi diperluas dan direnovasi. Pada tahun ke 17 Hijriah ia juga mengeluarkan keputusan bahwa penaggalan Islam dihitung dan dimulai saat peristiwa hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Khalifah Umar dikenal dengan kepribadian yang sederhana. Walaupun ia telah menjadi kepala pemerintahan dan segudang prestasi yang telah diraih kesederhanaannya tidak berubah. Bahkan ia sering berjalan berkeliling untuk melihat keadaan masyarakat pada malam hari sendirian. Menggunakan baju lusuh agar tidak diketahui oleh masyarakat bahwa ia adalah seorang khalifah.

Kisah Umar bin Khattab saat mejadi khalifah memang sungguh luar biasa dan beberapa sangat mengharukan. Dia pernah dicaci oleh seorang wanita tua yang sangat miskin di hadapannya. Bukanya memarahi wanita tersebut, malah Umar memberikan sekantung gandum padanya. Karena saat umar menyamar menjadi rakyat jelata ia melihat bahwa wanita itu sedang memasak batu.

Khalifah Umar Wafat

Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah tahun 23 H atau 644 M, pagi selepas shalat subuh. Ia dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz), seorang budak Persia yang masuk Islam setelah negeri tersebut ditaklukan Umar. Pembunuhan ini konon dilakukan atas dasar dendam pribadi karena kekalahan Persia.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah