-->

[ADS] Top Ads

Pengaruh Budaya Hindu Budha di Indonesia Dalam Berbagai Bidang

Masuknya kebudayaan Hindu dan Budha di Indonesia sangat erat kaitannya dengan hubungan dagang antara Indonesia, India dan Cina. Mereka Mengadakan interaksi dengan masyarakat setempat dengan mudah sehingga penduduk Indonesia mengenal budaya dan agama Hindu Budha.

Hindu dan Budha dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat Indonesia karena adanya persamaan kepercayaan, yakni kepercayaan animisme dan dinamisme. Kepercayaan animisme yaitu kepercayaan bahwa roh nenek moyang mendiami suatu tempat, sedangkan dinamisme sebuah kepercayaan yang meyakini segala sesuatu memiliki kekuatan gaib.

budaya hindu budha di indonesia
Image By: pixabay.co

Pengaruh Hindu Budha terhadap kehidupan masyarakat Indonesia dapat berupa fisik dan non fisik. Kebudayaan Hindu Budha yang berwujud fisik antara lain, bangunan berupa candi dan istana, arca atau patung, kitab Stupa, prasasti, dan lain-lain. Sedangkan peninggalan kebudayaan yang bersifat non fisik, yaitu bahasa, upacara keagamaan, seni tari, dan lain lain.


Pengaruh Kebudayaan Hindu Budha di Indonesia


Hubungan perdagangan antara indonesia dengan India dan Cina telah memunculkan akulturasi budaya. Akulturasi budaya Hindu-Buddha India dengan budaya asli Nusantara secara damai melahirkan budaya baru yang disebut budaya Hindu-Buddha Nusantara.

Proses akulturasi selama berabad-abad menimbulkan sinkretisme antara kedua agama tersebut dan unsur budaya asli hingga lahirlah agama baru yang dikenal sebagai Syiwa Buddha. Sinkretisme adalah paham atau aliran baru yang merupakan perpaduan dari beberapa paham untuk mencari keserasian dan keseimbangan.

1. Bidang Sosial


Masuk dan berkembangnya agama Hindu di Indonesia telah mempengaruhi sistem dan struktur sosial masyarakat setempat. Pengaruh tersebut dapat dilihat melalui sistem pembagian kasta pada masyarakat Indonesia.

Kasta atau golongan yang tertinggi disebut dengan biksu atau biksuni. Yaitu kelompok masyarakat yang hidupnya hanya mementingkan rohani. Pada umumnya kelompok ini tinggal di dalam Wihara. Kelompok masyarakat yang lain adalah golongan masyarakat umum, yakni kelompok masyarakat yang masih mementingkan materi dan duniawi.

Sistem pembagian kasta di Indonesia tidak seperti yang ada di India, akan tetapi merupakan sistem pengelompokan masyarakat melalui tingkatan-tingkatan kehidupan masyarakat dan berlaku turun temurun. Status sosial masyarakat Indonesia yang mendapat pengaruh Hindu-Buddha berkembang pada masa Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Mataram.

2. Bidang Pemerintahan


Sebelum pengaruh Hindu Budha masuk ke Nusantara, bangsa Indonesia sudah mengenal sistem pemerintahan, yakni sistem kesukuan yang dipimpin oleh kepala suku. Sistem kesukuan memilih pemimpin dengan cara demokrasi. Namun setelah agama Hindu Budha berkembang di Indonesia, sistem kesukuan berubah menjadi sistem kerajaan.

Kerajaan Hindu pertama di Indonesia adalah Kerajaan Kutai dengan rajanya Mulawarman. Seorang raja dipilih berdasarkan keturunan dan tidak ada campur tangan masyarakat biasa. Raja memiliki kekuasaan tunggal dan tidak ada lembaga yang menandingi kekuasaan raja.

Sistem pemerintahan Indonesia pada awalnya adalah demokrasi kesukuan. Setelah Hindu Budha masuk di Indonesia maka berubah menjadi sistem kerajaan.

3. Bidang Seni Bangunan


Pengaruh Hindu-Buddha dalam bidang arsitektur bangunan dapat kita lihat dengan jelas pada candi. Ada perbedaan fungsi antara candi dalam agama Hindu dan candi dalam agama Buddha. Candi agama Hindu difungsikan sebagai makam, sedangkan dalam agama Buddha, candi berfungsi sebagai tempat peribadatan.

Meski difungsikan sebagai makam, bukan berarti mayat atau abu jenazah disimpan di dalam candi. Benda yang dikuburkan atau dicandikan adalah macam-macam benda yang disebut pripih.

Pripih merupakan benda yang dianggap sebagai lambang zat jasmaniah dan rohnya sudah bersatu dengan dewa. Pripih diletakkan dalam peti batu di dasar bangunan, kemudian di atasnya dibuatkan patung dewa sebagai perwujudan sang raja.

4. Bidang Seni Rupa


Seni rupa Nusantara yang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu-Buddha dari India adalah seni pahat dan seni patung. Seni pahat atau ukir umumnya berupa hiasan-hiasan dinding candi dengan tema suasana Gunung Mahameru, tempat kediaman para dewa.

Hiasan yang terdapat pada ambang pintu atau relung adalah kepala kala yang disebut Banaspati (raja hutan). Kala yang terdapat pada candi di Jawa Tengah selalu dirangkai dengan makara, yaitu sejenis buaya yang menghiasi bagian bawah kanan kiri pintu atau relung.

Pola hiasan lainnya berupa daun-daunan yang dirangkai dengan sulur-sulur melingkar menjadi sulur gelung. Pola ini menghiasi bidang naik horizontal maupun vertikal. Ada juga bentuk-bentuk hiasan berupa bunga teratai biru (utpala), merah (padam). dan putih (kumala).

Pola-pola teratai tidak dibedakan berdasarkan warna, melainkan detail bentuknya yang berbeda-beda. Khususnya pada dinding candi di Jawa Tengah yakni terdapat hiasan pohon kalpataru (semacam beringin) yang diapit oleh dua ekor hewan atau sepasang kenari.

5. Bidang Agama dan Kepercayaan


Pada saat budaya Hindu-Buddha masuk ke Indonesia, masyarakat masih menganut kepercayaan asli, yaitu animisme dan dinamisme. Akibat proses akulturasi, agama Hindu dan Buddha senjutnya diterima oleh penduduk asli. Dibandingkan agama Hindu, agama Buddha lebih mudah diterima oleh masyarakat kebanyakan sehingga dapat berkembang pesat dan menyebar ke berbagai wilayah.

Penyebabnya adalah agama Buddha tidak mengenal kasta, tidak membeda-bedakan manusia, dan menganggap semua manusia itu sama derajatnya di hadapan Tuhan (tidak diskriminatif). Menurut agama Buddha, setiap manusia dapat mencapai nirwana jika memiliki budi pekerti yang baik dan berjasa terhadap masyarakat.

6. Bidang Pendidikan


Pendidikan berkembang pesat setelah adanya pengaruh Hindu, yakni masyarakat mendapat pendidikan yang dilakukan para pendeta Hindu dan Buddha. Mereka ada yang berguru kepada pendeta dengan pergi ke rumah-rumah pendeta atau berada di tempat khusus seperti wihara.

Kaum Brahmana yang memberikan pendidikan mengajarkan agama Hindu kepada masyarakat membuka tempat-tempat pendidikan yang dikenal sebagai Pasraman. Di Tempat inilah, masyarakat Indonesia mendapatkan berbagai pengetahuan yang diajarkan para Brahmana

7. Bidang Teknologi


Kemajuan teknologi sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Sebelum pengaruh Hindu masuk ke Nusantara, bangsa Indonesia sudah memiliki teknologi yang tinggi khususnya dalam pembuatan alat yang terbuat dari batu atau logam.

Setelah datangnya Hindu Budha ke dalam negeri, pembuatan peralatan asli buatan Indonesia dipadukan dengan budaya Hindu Budha.

8. Dalam Bidang Sastra


Dari India, masyarakat Indonesia mengenal tulis menulis. Karya-karya tulis pertama yang ada di Indonesia ditulis pada batu (prasasti) yang memuat peristiwa penting seputar raja atau kerajaan tertentu.

Pada masa berikutnya penulisan dilakukan di atas daun lontar, batang bambu, lempengan perunggu, daun nifah, dan kulit kayu. Karena bahan-bahan tersebut lebih lunak daripada batu dan mudah dibawa ke mana-mana.

Masih banyak kebudayaan Hindu Budha yang mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia. Seperti seni tari, upacara keagamaan dan lain-lain. Menurut hemat kami, lebih banyak membaca dari berbagai sumber akan menambah pengetahuan dan pengalaman.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah