-->

[ADS] Top Ads

Khulafaur Rasyidin, Sejarah Singkat Masa Kepemimpinan Setelah Nabi Muhammad SAW

Khulafaur Rasyidin - Apa yang dimaksud dengan Khulafaur Rasyidin? Tentu dari kita kalangan umat Islam ada yang bertanya tentang maksud dari dua kata tersebut. Kata Khulafaur Rasyidin terdiri dari dua kata yaitu, "Khulafa" dan "ar-Rasyidin". Khulafa merupakan kata jamak dari kata Khalifah yang artinya "pengganti", sedangankan kata ar-Rasyidin berarti "mendapat petunjuk dari Allah SWT". Jadi, Khulafaur Rasyidin adalah orang-orang pengganti Nabi Muhamad SAW sebagai pemimpin umat Islam yang mendapatkan petunjuk dari Allah SWT.

Lalu siapa sajakah Khulafaur Rasyidin? Mereka yang menyandang gelar Khulafaur Rasyidin adalah 4 orang sahabat dekat Rasulullah yang bernama Abu Bakar asy-Syidiq, Umar bin Khatthab, Utsman bin 'Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Tugas Khulafaur Rasyidin adalah sebagai pengganti Rasulullah SAW dalam hal kepemimpinan negara, bukan pengganti sebagai Nabi dan Rasul.

4 orang khulafaur rasyidin
Ilustrasi Gambar Khulafaur Rasyidin

Sejarah Singkat Khulafaur Rasyidin


Setelah Rasulullah Muhammad wafat, muncul perbedaan pendapat di kalangan umat Islam, baik kaum Muhajirin maupun kaum Anshar, tentang siap sebenarnya yang berhak menjadi khalifah pengganti Nabi untuk memimpin umat. Karena Nabi tidak meninggalkan wasiat tentang penunjukan seseorang yang akan menjadi Khalifah.

Namun, Ahl al-Bait (keluarga Nabi) berpendapat bahwa Rasul telah menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah pengganti Nabi berdasarkan wasiat dari Nabi. Hal itu dibantah oleh kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Jika Nabi Muhammad pernah berwasiat menunjuk Ali sebagai khalifah pengganti beliau, mustahil orang Muhajirin dan orang Anshar bermusyawarah mencari khalifah pengganti Nabi.

Setelah musyawarah usai, Abu Bakarlah yang ditunjuk menjadi khalifah, berdasarkan musyawarah yang diadakan di Tsaqif bani As'ad antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Abu Bakar ash-Shidiq mendapat bai'at (sumpah) dari mayoritas umat Islam, tetapi tidak dari Ali bin Abi Thalib kecuali, enam bulan kemudian.

Khalifah Abu Bakar ash-Shidiq


Penunjukan khalifah Abu Bakar sebagai pemimpin umat dapat menyelamatkan umat Islam dari krisis yang sangat genting. Banyak bermunculan orang-orang murtad dan orang-orang yang enggan membayar zakat. Akan tetapi, Abu Bakar tampil sebagai pemimpin dan bertindak dengan tepat dalam memerangi mereka dampai kembali kepada kebenaran. Itulah mengapa Abu Bakar dikenal sebagai khalifah penyelamat Negara Islam.

Khalifah Umar bin Khattab


Beliau menjadi khalifah karena ditunjuk langsung oleh khalifah yang pertama yaitu, Abu Bakar ash-Shidiq. Khalifah Umar bin Khatthab yang dipilih sebagai pengganti Abu Bakar melakukan pembenahan administrasi Negara, membentuk lembaga kehakiman, Baitul Mal, lembaga kepolisian, lembaga pertahanan negara, dan memperluas wilayah Islam ke arah Timur dan Barat. Sehingga khalifah Umar dikenal dengan yang sukses membenahi administrasi pemerintahan Islam.

Khalifah Utsman bi 'Affan


Ustman bin 'Affan yang dipilih sebagai khalifah pengganti Umar telah melakukan beberapa kebijakan. Mengganti para pejabat yang diangkat khalifah Umar, kecuali Muawiyah di Syiria, membubarkan dewan Baitul Mal, memperjual belikan tanah Negara yang mengakibatkan munculnya kerusuhan dimana-mana. Akibatnya, rakyat berjalan kaki dari Mesir, Kuffah, dan Bashrah menuju ibu kota negara yaitu, Madinah. Meraka menuntut Utsman meletakkan jabatan, kalau tidak mampu memperbaiki keadaan. Namun, para pemberontak terlanjur membunuh khalifah Utsman.

Khalifah Ali bin Abi Thalib


Ali bin Abi Thalib yang ditunjuk para pemberontak sebagai khalifah tidak mendapat bai'at dari tokoh-tokoh sahabat, seperti Thalhah, Zubeir, dan Muawiyah, termasuk Aisyah, istri baginda Nabi. Mereka para sahabat menuntut atas kematian Utsman yang tidak dapat dipenuhi oleh khalifah Ali. Akibatnya terjadi perang Jamal dan perang Shiffin yang memakan banyak korban umat Islam.

Artikel Terkait:

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah