-->

[ADS] Top Ads

Organisasi Militer Bentukan Jepang (HEIHO dan PETA)

Saat terjadi Perang Dunia 2 di Asia Pasifik, Jepang telah menyerbu dan berhasil mengalahkan Armada Perang Amerika Serikat di Pearl  Harbour pada 7 September 1941. Kemenangan itu membuka pintu bagi Jepang untuk memperluas daerah Jajahannya. Pasukan Sekutu yang berusaha menahan serangan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya dapat dipukul mundur termasuk di Indonesia.

Jepang untuk menduduki Indonesia harus melawan tentara Sekutu Terlebih Dahulu, karena pada saat Jepang menyerbu Indonesia, Belanda (negara bagian dari Sekutu) sudah menduduki Indonesia selama 3,5 abad. Tidak di sangka, hanya dalam tempo waktu singkat Jepang dapat memukul mundur tentara Belanda dan Sekutu. Pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang dan menyerahkan kedudukannya di Indonesia secara total.

Heiho dam Peta

Untuk memperkuat kedudukan Jepang di Indonesia, Jepang membuat strategi propaganda. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan mendirikan organisasi yang beranggotakan rakyat Indonesia, baik organisasi militer dan semi militer. Bagi Jepang, membentuk organisasi pergerakan di Indonesia bertujuan untuk mengambil hati masyarakat tanah air agar mau membantu Perang Asia Pasifik. Namun, bagi para tokoh nasionalis, organisasi bentukan Jepang untuk memperkuat jiwa patriotisme rakyat Indonesia.

Organisasi Militer Bentukan Jepang


Ada dua organisasi militer bentukan Jepang yang didirikan di Indonesia yaitu Heiho dan Peta. Kedua organisasi tersebut bertujuan untuk membantu tentara Jepang dalam peperangan melawan Sekutu di Asia Pasifik, termasuk di Indonesia. Berbagai tugas telah ditetapkan untuk masing-masing organisasi. Berikut penjelasan organisasi Heiho dan Peta.

Heiho


Heiho adalah organisasi militer bentukan Jepang di Indonesia yang berdiri pada bulan April 1945 sebagai pembantu prajurit Jepang. Dalam sumber lain mengatakan bahwa Heiho didirikan pada bulan April 1943. Walau berdirinya pada tahun 1945, pada tanggal 22 April 1943 sudah mulai merekrut anggota atas perintah Bagian Angkatan Darat Markas Besar Umum Kekaisaran Jepang pada tanggal 2 September 1942.

Anggota Heiho terdiri atas para pemuda Indonesia yang berusia 18 - 25 tahun. Para anggotanya mendapat pelatihan militer yang lengkap. Setelah lulus dari pelatihan, para anggota langsung dimasukkan ke dalam kesatuan komando tentara Jepang dan siap dikirim ke medan pertempuran, seperti ke Malaysia, Birma (Myanmar), dan Kepulauan Solomon.

Heiho adalah wadah yang disediakan Jepang untuk pemuda Indonesia sebagai barisan pembantu kesatuan angkatan perang dan merupakan bagian dari ketentaraan Jepang. Oleh karena itu, anggota Heiho dijadikan tentara pekerja yang melayani unit-unit ketentaraan tertentu.

Walaupun hanya sebagai pembantu prajurit Jepang, Heiho dimasukkan ke dalam komando militer Jepang dan merupakan organisasi militer resmi baik angkatan darat maupun angkatan laut. Prajurit Heiho tidak hanya menghadapi peperangan di Indonesia, tetapi juga dikirim ke luar negeri, antara lain ke Malaysia, dan Myanmar untuk menghadapi tentara Sekutu.

Adapun syarat-syarat untuk menjadi anggota Heiho antara lain sebagai berikut

  1. berusia 18-25 tahun
  2. berbadan sehat
  3. berkelakuan baik
  4. dan pendidikan minimal sekolah dasar


Tujuan pembentukan Heiho adalah membantu Jepang dalam pertempuran melawan Sekutu. Kegiatannya antara lain, membantu perang tentara Jepang di medan peperangan, membangun kubu-kubu pertahanan, dan menjaga camp penjara tahanan. Sebagai contoh, banyak anggota Heiho yang ikut perang melawan Amerika Serikat di Irian, Kalimantan, bahkan sampai ke Myanmar dan Malaysia.

Organisasi Heiho lebih terlatih dalam bidang militer dibanding dengan organisasi-organisasi lain. Kesatuan Heiho merupakan bagian integral (menyeluruh) dari pasukan Jepang. Mereka sudah dibagi-bagi menurut kompi dan dimasukkan dalam kesatuan Heiho menurut daerahnya. Di Jawa menjadi bagian ke 16 dan di Sumatra menjadi bagian ke 25.

Selain itu, Heiho juga sudah terbagi menjadi angkatan darat dan angkatan laut serta ada juga yang dibagian kepolisian. Dalam Heiho telah ada pembagian tugas, misalnya bagian pengemudi, pemegang senjata anti pesawat tempur, tank, dan lain-lain.

Sejak berdiri hingga akhir pendudukan Jepang di Indonesia, diperkirakan jumlah anggota Heiho mencapai sekitar 42.000 orang dan sebagian besar sekitar 25.000 berasal dari Jawa. Namun dari sekian banyak anggota, tidak seorang pun yang berpangkat perwira, karena pangkat tersebut hanya untuk orang Jepang.

Peta (Pembela Tanah Air)


Peta adalah organisasi bentukan Jepang yang berdiri pada tanggal 3 Oktober 1945. Pembentukan Peta dilakukan atas usulan Gatot Mangkupraja kepada panglima tertinggi Jepang Letnan Jenderal Kumachi Harada pada 7 September 1943. Gatot Mangkupraja mengusulkan kepada panglima tertinggi Jepang untuk membentuk pasukan bersenjata guna membela tanah air. Permohonan itu dikabulkan oleh Jenderal Kumachi Harada (Panglima Tentara ke 16).

Anggota Peta terdiri atas orang Indonesia yang mendapat pendidikan militer Jepang. Tugas Peta adalah mempertahankan tanah air Indonesia. Organisasi ini merupakan tentara garis kedua. Di Jawa dibentuk 50 batalion. Jabatan komando batalion dipegang oleh orang Indonesia, namun setiap komandan memiliki pelatih dan penasehat orang Jepang.

Untuk menjadi anggota Peta, para pemuda dididik secara militer dan secara khusus di Tangerang Latihannya sangat ketat dan disiplin, sedangkan untuk menjadi komandan Peta mereka dididik lewat pendidikan calon perwira di Bogor. Dari organisasi Peta muncul tokoh-tokoh militer yang militer, antara lain Jenderal Soederman, Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Gatot Subroto dan Jenderal Soeharto.

Peta adalah organisasi militer yang pemimpinnya adalah orang Indonesia yang mendapatkan latihan militer. Mula-mula yang diberi tugas untuk melatih anggota Peta adalah divisi khusus dari bagian intelejen yang disebut Tokubhetsu Han. Latihan dibagian intelejen dipimpin oleh Yanagawa.

Latihan Peta itu kemudian berkembang secara sistematis dan terprogram. Penyelenggaraannya berada di dalam Seinen Dojo (Panti Latihan Pemuda) yang terletak di Tangerang. Mula-mula anggota yang dilatih hanya 40 orang dari seluruh Jawa.

Pada akhir latihan angkatan ke-2 di Seinen Dojo, keluar perintah dari Panglima tentara Jepang Letnan Jenderal Kumaikici Harada untuk membentuk Tentara “Pembela Tanah Air”(Peta). Berkaitan dengan itu, Gatot Mangkuprojo diminta untuk mengajukan rencana pembentukan organisasi Tentara Pembela Tanah Air. Akhirnya, pada tanggal 3 Oktober 1943 secara resmi berdirilah Peta.

Berdirinya Peta ini berdasarkan peraturan dari pemerintah Jepang yang disebut Osamu Seinendan, nomor 44. Berdirinya Peta ternyata mendapat sambutan hangat di kalangan pemuda. Banyak di antara para pemuda yang tergabung dalam Seinendan mendaftarkan diri menjadi anggota Peta. Anggota Peta yang bergabung berasal dari berbagai golongan di dalam masyarakat.

Itulah penjelasan organisasi bentukan jepang yang bersifat militer. Untuk mempelajari organisasi lain yang dibentuk oleh pendudukan Jepang kami merekomendasikan untuk membaca Organisasi Pergerakan Pada Masa Pendudukan Jepang di Indonesia. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah