-->

[ADS] Top Ads

Gerakan 3A di Indonesia Pada Masa Pendudukan Jepang

Gerakan Tiga A merupakan propaganda Jepang pada masa Perang Dunia II melalui tiga semboyan yaitu, Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, dan Nippon Pemimpin Asia. Gerakan ini berdiri pada 29 Maret 1942, yang dipelopori oleh Shimizu Hitoshi dan diketuai oleh Mr. Syamsudin. Gerakan 3A dibentuk oleh Jepang untuk menarik simpati rakyat Indonesia agar mau membantu Jepang berperang melawan Sekutu.

sejarah gerakan tiga a
Logo Tiga A
Tujuan dibentuknya gerakan 3a adalah untuk menarik hati dan simpati rakyat Indonesia agar mau membantu dalam perang melawan Sekutu. Pada tanggal 1 Maret 1942 Jepang telah tiba di Pulau Jawa. Sedangkan pada saat itu, Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Dengan demikian terjadilah perang antara Jepang dan pasukan Sekutu, yang kemudian dimenangkan oleh Jepang.

Setelah Jepang berhasil merebut Indonesia dari kekuatan Hindia-Belanda maka untuk menarik hati dan simpati rakyat, dibentuk sebuah gerakan yang bernama Tiga A. Sekali lagi, karena saat itu masih dalam kondisi Perang Dunia 2 maka, tujuan dibentuk gerakan tersebut adalah agar rakyat Indonesia mau membatu Jepang.

Ketua gerakan Tiga A adalah Mr. Syamsudin dan dibantu oleh beberapa tokoh lain seperti K. Sultan Pamuncak dan Moh. Saleh. Mr. Syamsuddin merupakan mantan tokoh Parindra Jawa Barat pada masa Hindia Belanda. Anggota gerakan 3A adalah mencakup siapa saja yang mau berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Karena perkumpulan ini merupakan sebuah gerakan dan bukan sebuah organisasi pada umumnya, maka anggotanya hanya siapa pun yang mau bergabung.

Gerakan ini mengadakan kursus-kursus bagi para pemuda untuk menanamkan semangat pro Jepang demi menghadapi pasukan sekutu dalam Perang Asia Timur Raya.

Semboyan Gerakan 3A adalah sebagai berikut:
  1. Tjahaya Asia Nippon (Jepang Cahaya Asia)
  2. Pelindoeng Asia Nippon (Jepang Pelindung Asia)
  3. Pemimpin Asia Nippon (Jepang Pemimpin Asia)

Jepang berusaha agar perkumpulan ini menjadi wadah propaganda yang efektif. Oleh karena itu, di berbagai daerah dibentuk komite-komite. Sejak bulan Mei 1942, perhimpunan itu mulai diperkenalkan kepada masyarakat melalui media massa. Di dalam Gerakan Tiga A juga dibentuk subseksi Islam yang disebut “Persiapan Persatuan Umat Islam”. Subseksi Islam dipimpin oleh Abikusno Cokrosuyoso.

Namun, gerakan bentukan Jepang (3A) ini kurang mendapat simpati dari rakyat, sehingga hanya berumur beberapa bulan saja. Jepang menilai gerakan tersebut tidak efektif, dan pada bulan Desember 1942 dinyatakan gagal. Pada tahun 1943, Gerakan Tiga A dibubarkan karena dianggap gagal dan tidak memberikan keuntungan bagi pihak Jepang.

Mengapa gerakan 3A harus dipimpin oleh orang Indonesia?, Jawabannya adalah, karena Jepang ingin menarik simpati rakyat Indonesia, oleh sebab itu dengan mengangkat pemimpin dari orang Indonesia maka rakyat pun akan ikut dan mau bergabung.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah