-->

[ADS] Top Ads

7 Contoh Sejarah Sebagai Peristiwa dan Penjelasannya

Sejarah sebagai peristiwa merupakan kenyataan yang benar-benar terjadi dalam kehidupan masyarakat. Sudah tidak terhitung lagi peristiwa-peristiwa yang telah dilalui oleh manusia. Dari beberapa peristiwa tersebut ada yang masih dikenang dan diingat, akan tetapi peristiwa yang biasa-biasa saja akan mudah untuk dilupakan.

Sejarah sebagai peristiwa tidak akan mudah untuk dilupakan. Kejadian yang sangat berkesan atau mengerikan pada umumnya dapat dijadikan sebagai contoh sejarah sebagai peristiwa.

contoh sejarah sebagai peristiwa

Peristiwa yang dapat dijadikan contoh sejarah adalah sebagai berikut;


1. Peristiwa Tsunami di Aceh


Contoh pertama adalah peristiwa tsunami 26 Desember 2014 yang terjadi di Aceh. Gelombang raksasa tsunami telah menerjang wilayah Aceh dan sekitarnya. Tsunami terjadi akibat gempa dahsyat berkekuatan 9,1 sampai 9,3 skala Richter di dasar laut dekat Pulau Simeuleu. Hanya beberapa jam saja gelombang besar telah mencapai daratan Afrika.

Bencana terbesar sepanjang sejarah ini juga disebut dengan bencana internasional. Bahkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa tsunami di Aceh merupakan bencana kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi. Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa korban tewas akan melebihi 100 ribu orang.

Di negara Indonesia terkenal dengan sebutan Peristiwa 26 Desember. Banyak sekali korban akibat peristiwa ini. Pada tanggal 30 Desember 2014, Sekretaris Jenderal PBB, Khofi Annan, menyatakan bahwa jumlah korban sedikitnya 115.000 orang meninggal dunia. Pada akhir pemberitaan sedikitnya 130 ribu arang meninggal dunia di kawasan Aceh.

2. Gempa Bumi di Lombok


Peristiwa gempa bumi di Lombok yang terjadi pada 5 Agustus 2018 merupakan bencana yang cukup memilukan. BKM menyebutkan gempa bumi berkekuatan 7,0 SR episenter di darat pada 18 km barat laut Lombok Timur, kedalaman 15 km merupakan gempa utama. Sedangkan gempa yang terjadi pada 29 Juli 2018 dan sederet gempa susulan lalu, merupakan gempa awalan.

Gempa ini berpotensi tsunami untuk Kabupaten Lombok Barat bagian utara dan Kabupaten Lombok Timur bagian utara, dengan status Waspada. Waktu kedatangan tsunami diperkirakan pada 5 Agustus 2018 pukul 18.48 Wita, dengan tinggi tsunami maksimum 0,5 meter.

Gempa kali ini berpotensi terjadinya gelombang tsunami dan telah terjadi gelombang tsunami di empat titik, yakni di Pelabuhan Carik Lombok Utara 13,5 cm pada pukul 18.38 Wita, Pelabuhan Badas Sumbawa Utara 10 cm pada pukul 18.54 Wita, dan Pelabuhan Lembar Lombok Selatan dan Pelabuhan Pantai Benoa Bali 2 cm pada pukul 19.58 Wita.

3. Peristiwa Rengasdengklok


Yang dimaksud dengan konflik atau pertentangan di sini salah satu contohnya adalah peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa ini merupakan peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda Indonesia terhadap Ir. Soekarno dan Bung Hatta yang emudian dibawa ke Rengasdengklok, Karawang. Terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB penculikan tersebut bertujuan untuk mendesak agar mempercepat proklamasi Republik Indonesia.

Konflik atau pertentangan antar kedua pihak yaitu, antara golongan muda dan golongan tua berbeda pendapat kapan pelaksanaan proklamasi. Karena golongan muda ingin segera mungkin proklamasi untuk dilaksanakan, sedangkan golongan tua berpendapat tunggu waktu yang tepat untuk dilaksanakan. Hingga akhirnya golongan muda menculik keduanya. Akan tetapi, walaupun terjadi peristiwa tersebut alhamdulillah pada akhirnya kedua belah pihak sepakat dalam melaksanakan proklamasi.

4. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


Hari yang sangat bersejarah bagi seluruh bangsa dan tanah air Indonesia. Selama berabad-abad lamanya dijajah oleh Belanda dan Jepang. Para pejuang nasional Indonesia selama itu pula memperjuangkan agar dari penjajah. Untuk anak cucu keturunan mereka, untuk kita semua. Hingga pada waktunya, pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta, Atas Nama Bangsa Indonesia, seorang proklamator mengumumkan pada dunia, bahwa Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Bendera tanah air Indonesia merah putih telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, Sayuti Melik yang mengetik teks proklamasi kemerdekaan, dan Lapangan IKADA (sekarang menjadi Monas) menjadi saksi bisu. Teks proklamasi disusun di Rengasdengklok, di rumah seorang Tionghoa, Djiaw Kie Siong. Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang di Rengasdengklok pada Kamis tanggal 16 Agustus, sebagai persiapan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia.

5. Pertempuran Ambarawa


Pertempuran Ambarawa adalah sebuah peristiwa perlawanan rakyat terhadap Sekutu yang terjadi di Ambarawa, sebelah selatan Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Terjadi pada tanggal 12 Desember 1945 sekitar pukul 04.30 serangan mulai dilancarkan. Pertempuran yang dipimpin oleh Kol. Soedirman berlangsung sengit dan berjalan selama 4 hari.

Pemimpin pasukan Indonesia menggunakan taktik gelar sumpit, atau atau pengepungan rangkap dari kedua sisi sehingga musuh benar-benar terkurung. Suplai dan komunikasi dengan pasukan induknya diputus sama sekali. Setelah bertempur selama 4 hari, pada tanggal 15 Desember 1945 pertempuran berakhir dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa dan Sekutu dibuat mundur ke Semarang.

6. Peristiwa Serangan Umum 11 Maret


Jatuh pada tahun 1949 dan dilaksanakan pada tanggal 1 Maret terhadap kota Yogyakarta secara besar-besaran. Dibawah pimpinan Letnan Kolonel Suharto, Komandan Brigade 10 daerah Wehrkreise III, setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta. Pihak yang terkait dalam pertempuran ini adalah Indonesia dan Belanda.

Tiga alasan penting yang dikemukakan Bambang Sugeng untuk memilih Yogyakarta sebagai sasaran utama adalah:
  • Yogyakarta adalah Ibukota RI (pada saat itu), sehingga bila dapat direbut walau hanya untuk beberapa jam, akan berpengaruh besar terhadap perjuangan Indonesia melawan Belanda.
  • Keberadaan banyak wartawan asing di Hotel Merdeka Yogyakarta, serta masih adanya anggota delegasi UNCI (KTN) serta pengamat militer dari PBB.
  • Langsung di bawah wilayah Divisi III/GM III sehingga tidak perlu persetujuan Panglima/GM lain dan semua pasukan memahami dan menguasai situasi/daerah operasi.

Dalam serangan terhadap Yogya, pihak Indonesia mencatat korban sebagai berikut: 300 prajurit tewas, 53 anggota polisi tewas, rakyat yang tewas tidak dapat dihitung dengan pasti. Menurut majalah Belanda De Wappen Broederterbitan Maret 1949, korban di pihak Belanda selama bulan Maret 1949 tercatat 200 orang tewas dan luka-luka.

7. Peristiwa Bandung Lautan Api


Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa pembakaran besar-besaran yang terjadi di Bandung pada tanggal 23 Maret 1946. Pihak yang terlibat pada peristiwa ini adalah Indonesia dan Inggris. Pada waktu itu, Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat setempat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer.

Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia. Ultimatum Tentara Sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI, sebutan bagi TNI pada saat itu) meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi "bumihangus". Para pejuang pihak Republik Indonesia tidak rela bila Kota Bandung dimanfaatkan oleh pihak Sekutu dan NICA.

Sejarah sebagai peristiwa merupakan kejadian yang benar-benar terjadi di masa silam dan dianggap penting oleh seseorang atau kelompok dan kejadian itu memberikan pengaruh terhadap masa depan. Dari penjelasan tersebut, sembilan peristiwa di atas dapat dijadikan contoh sejarah sebagai peristiwa. Karena peristiwa tersebut oleh masyarakat terutama Indonesia berpengaruh terhadap masa depan Indonesia. Peristiwa di atas juga memberikan kesan yang luar biasa.

Itulah beberapa contoh sejarah sebagai peristiwa yang dapat kami informasikan kepada pembaca. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kita semua. Apa bila terdapat kesalahan dalam penulisan mohon kiranya untuk memberikan komentar di kolom komentar.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah