-->

[ADS] Top Ads

4 Ciri-Ciri Sejarah Sebagai Seni dan Penjelasannya

Ciri Ciri Seajah sebagai seni

Ciri sejarah sebagai seni merupakan karakter atau identitas yang membedakan antara ruang lingkup sejarah lainnya.  Sejarah sebagai seni merupakan sejarah yang disampaikan menggunakan unsur-unsur seni di dalamnya. Unsur seni sendiri terdiri atas intuitif, imajinatif, emosi, dan gaya bahasa. Karena unsur-unsur seni ada empat, maka ciri-ciri sejarah yang mengandung seni harus memenuhi aspek-aspek berikut ini.
  1. Intuisi
  2. Imajinasi
  3. Emosi
  4. dan Gaya Bahasa

Memahami sejarah sebagai seni, selain harus mempelajari pengertian, juga harus memahami ciri-cirinya. Adapun  ciri-ciri sejarah sebagai seni ada empat macam. Berikut ini penjelasan ciri sejarah sebagai seni yang akan dibahas secara lengkap

Ciri Ciri Sejarah Sebagai Seni

Berikut ini empat ciri sejarah sebagai seni dan penjelasan lengkapnya.

Mengandung Intuisi

Seni memerlukan intuisi untuk menemukan, menggali dan menyajikan sebuah peristiwa. Sesuatu yang masih misteri seperti sejarah yang belum terungkap juga memerlukan intuisi untuk menemukan kebenaran. Oleh sebab itu, sejarah sebagai seni, juga memerlukan intuisi dalam menyelidiki, menggali, dan menyajikan informasi yang berkaitan dengan sejarah.

Keterangan di atas menunjukkan bahwa, intuisi juga diperlukan oleh sejarawan dalam memahami sebuah peristiwa masa lampau. Meski demikian, intuisi yang dipergunakan untuk mengali dan menemukan kebenaran sejarah, harus tetap berdasarkan data dan fakta yang diperoleh di lapangan.

Boleh dikatakan bahwa sejarah sebagai seni harus mengandung ciri intuitif. Rahasia yang belum terungkap oleh fakta, pasti memerlukan intuitif, karena seorang sejarawan perlu intuitif untuk menemukan dan menggali fakta sejarah.

Imajinasi

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia Imajinasi adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang secara umum. Oleh sebab itu layaknya seniman, sejarawan juga membutuhkan imajinasi untuk membantu dalam menggali, memahami, dan membayangkan bagaimana suatu peristiwa berlangsung.

Jadi, sejarah bisa dikatakan sebagai seni ketika suatu sejarah dapat dipahami, digali, dan ditemukan menggunakan imajinasi dan disajikan dalam bentuk imajinasi seorang sejarawan. Meski demikian, imajinasi seorang sejarawan juga harus dibatasi oleh data dan fakta yang ia dapatkan di lapangan agar tidak berlebihan dalam memberikan informasi sejarah.

Emosi

Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Artinya, sejarah sebagai seni harus mampu menghadirkan emosi bagi orang yang membaca atau mencari informasi sejarah, sehingga mendapatkan pemahaman yang utuh atau lebih baik.

Seperti menceritakan sebuah peristiwa yang menyedihkan, sejarawan harus dapat menghipnotis para pembaca agar sang pembaca dapat merasa kesedihan yang dirasakan oleh pelaku sejarah.

Gaya Bahasa

Dalam menyampaikan peristiwa sejarah, baik menggunakan tulisan maupun lisan, seorang sejarawan harus menggunakan bahasa yang menarik, lugas, dan sistematis. Gaya bahasa yang baik, lugas, meyakinkan, menarik, dan sistematis akan membuat pembaca menjadi antusias dan penasaran untuk mendengarkan atau membaca sejarah. Kira-kira mirip karya sastra yang penuh dengan estetika.


Kesimpulan pada penjelasan di atas adalah sebagai berikut;

Seni mempunyai empat unsur yang harus dipenuhi, yaitu intuitif, imajinatif, emosi, dan gaya bahasa untuk menyampaikannya. Karena seni harus mengandung unsur-unsur tersebut, maka sejarah sebagai seni harus memiliki empat ciri-cir tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa, menjadi seorang sejarawan tidaklah mudah, sebab harus memiliki keempat unsur tersebut.

Sejarah boleh dijelaskan menggunakan seni, namun harus sesuai dengan fakta peristiwa yang terjadi. Apabila sejarah lebih mengutamakan seni dari pada fakta yang diungkap, maka nilai subjektifitas akan berkurang.

Itulah penjelasan 4 ciri-ciri sejarah sebagai seni. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan dan memahami tentang sejarah sebagai seni. Terdapat kesalahan dalam penulisan mohon untuk para pembaca memberi komentar.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah