-->

[ADS] Top Ads

Biografi Hary Tanuesoedibjo Pengusaha Sukses Bos MNC Group

Biografi Hary Tanoesoedibjo
Biografi Hary Tanoesoedibjo
Hary Tanoe atau Hary Tanoesoedibjo B.Com. MBA lahir pada 26 September 1965 di Surabaya, merupakan seorang pengusaha dan tokoh politik Indonesia. Dalam bidang pengusaha ia adalah sang pemilik MNC Group dan dalam bidang politik Hary Tanoe adalah pendiri sekaligus Ketua Umum Partai Perindo (Partai Persatuan Indonesia). Ia juga memegang beberapa jabatan strategis di berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia. Selain itu, Hary saat ini juga memegang berbagai posisi di perusahaan-perusahaan lainnya di bawah bendera Global Mediacom dan Bhakti Investama.

Hary Tanoesoedibjo

Nama Lengkap: Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo
Gelar: Bachelor of Commerce (B.Com) dan Master of Business Administration (MBA)
Lahir: 26 Septepber 1965 di Surabaya
Agama: Kristiani
Kebangsaan: Indonesia
Dikenal Sebagai: CEO MNC Group dan Ketua Umum Partai Perindo
Orang Tua: Ahmad Tanoesoedibjo (ayah), Lilek Yohana (ibu)
Istri: Liliana Tanaja Tanoesoedibjo

Latar Belakang dan Pendidikan

Hary Tanoesoedibjo merupakan seorang pengusaha sukses pemilik MNC Group yang lahir dan di besarkan di Surabaya. Ia lahir dari pasangan Ahmad Tanoesoedibjo dan Lilek Yohana,  pada 26 Sptember 1965. Hary Tanoe adalah anak bungsu dari enam bersaudara.

Kakak atau familiy Hary Tanoesoedibjo adalah  

  1. Hartono Tanoesoedibjo
  2. Haryanto Tanoesoedibjo
  3. Ratna Endang Hartatiek Tanoesoedibjo
  4. Ratna Endang Soelistyowati Tanoesoedibjo
  5. Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo


Setelah menamatkan sekolah di SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, Ia meneruskan pendidikanya di  Carleton University, Ottawa, Kanada dan di Ottawa University, Ottawa, Kanada. Dari pendidikanya tersebut, ia mendapatkan gelar Bachelor of Commerce (Honours) (B.Com) pada 1988 dan Master of Business Administration (MBA) pada 1989.

Hary Tanoesoedibjo menikah dengan seorang pembisnis yang bernama Liliana Tanaja dan melahirkan lima anak yaitu, Angela Herliani Tanoesoedibjo (1987), Valencia Herliani Tanoesoedibjo (1993), Jessica Herliani Tanoesoedibjo (1994), Clarissa Herliani Tanoesoedibjo (1996), dan Warren Haryputra Tanoesoedibjo (2000).

Bisnis Hary Tanoe

Hary Tanoe adalah pendiri, pemegang saham, dan Presiden Ekskutif Group Bhakti Investama sejak 1989. Perusahaan Bhakti Investa bergerak dalam bisnis menejemen investasi. Perusahaan tersebut, membeli kepemilikan berbagai perusahaan, membenahiny, lalu menjualnya kembali. Bhakti Investama terdaftar dalam bursa efek perusahaan terbuka.

Pasca tumbangnya Orde Baru yang sedang mengalami krisis ekonomi, Hary Tanoe melalui perusahaannya banyak melakukan merger dan akuisisi. Bhakti Investama juga mengambil alih perushaan Bimantara Citra pada tuhun 2000 dan mengubah namanya menjadi  Global Mediacom setelah sebagian besar saham dimilikinya.
Biografi Hary Tanoesoedibjo
Hary Tanoesoedibjo Bos dan Pemilik MNC Group

Semenjak Hary mengambil perusahaan tersebut, ia membangun bisnis di bidang penyiaran dan telkomunikasi. Sebelumnya ia menjadi wakil Presiden Komisaris Global Mediacom dan pada tahun 2002, Hary Tanoe menjadi presiden direktur perusahaan Tersebut.

Dalam hal multimedia Hary menjabat sebagai Presiden Direktur Media Nusantara Citra (MNC) dan RCTI sejak tahun 2003. Sebagai Komisaris Mobile-8, Indovision dan perusahaan-perusahaan lain yang berada di bawah perusahaan Bhakti Investama dan Global Mediacom.  Bukan hanya itu saja, di bidang pertelevisian Hary juga menduduki kursi penting seperti Stasiun TV MNCTV, RCTI, dan GTV. Group Mediacom juga membawahi stasiun radio Trijaya FM, media cetak Harian Seputar Indonesia, majalah ekonomi, dan bisnis Trust, tabloid remaja Genie.

Hary Tanoe Dalam Bidang Politik

Hary Tanoe pernah bergabung dengan beberapa partai yang ada di Indonesia. Partai tersebut adalah Partai NasDem, Partai Hanura, dan Partai Perindo. Di Partai NasDem ia bergabung pada 9 Oktober 2011 dan menduduki posisi Ketua Dewan Pakar dan Wakil Ketua Majelis Nasional.

Berkiprah melalui parpol NasDem Hary mendengungkan semboyan Gerakan Perubahan yang digerakan oleh kelompok angkatan muda Indonesia. Menurutnya Partai NasDem memiliki kader 70% yang terdiri dari generasi muda.

Hary Tanoe resmi mengundurkan diri dari Partai NasDem pada 21 Januari 2013. Alasanya karena perbedaan pendapat dan pandangan mengenai struktur kepengurusan partai. Ia merasa sedih dan sangat berat meninggalkan partai NasDem yang telah ia besarkan, apalagi partai NasDem telah berhasil lolos verifikasi KPU (Komisarid Pemilihan Umum) dan Resmi menjadi parpol peserta pemilu dengan No. Urut 1 pada tahun 2014. Tetapi ia mengatakan bahwa, “politik itu adalah idealisme”.

Pada tanggal 17 Februari 2013, Hary resmi bergabung dengan Partai Hanura dan menduduki posisi Ketua Dewan Pertimbangan. Berpasangan denga Wiranto, Hary menjadi Calon Wakil Presiden dari Partai Hanura.
Biografi Hary Tanoesoedibjo
Hary Tanoesoedibjo Pendiri Partai Perindo

Pada 7 Februari 2015, ia mendeklarasikan Partai Politik baru yang bernama Partai Persatuan Indonesia atau biasa disebut Partai Perindo. Pada acara deklarasi tersebut, dihadiri oleh beberapa petinggi Koalisi Merah Putih (KMP), seperti Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Djan Faridz. Selain itu juga hadir Wiranto, Ketua Umum Hanura. Awalnya Perindo adalah ormas yang baru dideklarasikan pada 24 Februari 2013 di Istora Senayan, Jakarta.

Hary Tanoe Konglomerat Indonesia

Pada tahun 2011, Majalah Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, dan Hary menduduki peringkat ke-22 dengan total nilai kekayaan sebesar US$ 1,19 miliar.
Saat ini, Hary Tanoesoedibjo juga menjadi jajaran direksi beberapa perusahaan.

  1. MNC Group
  2. HT Investment Development Ltd
  3. Bhakti Panjiwira
  4. Cipta Lamtoro Gung Persada
  5. Partai Perindo


Itulah biografi Hary Tanoeseodibjo seorang pengusaha sukses yang terdaftar sebagai orang terkaya di Indonesia sekaligus berkiprah dalam partai politik. Semoga bermanfaat.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah