-->

[ADS] Top Ads

Periodisasi Sejarah Peradaban Islam

Periodisasi Peradaban Islam - Periodisasi adalah proses pembabakan atau menjadikan suatu peristiwa dalam kurun waktu yang amat panjang menjadi beberapa periode (fase). Seperti yang akan kita bahas, yaitu peristiwa perkembangan peradaban Islam yang akan di bagi menjadi beberapa periode, misalnya Periode Klasik, Periode Pertengahan, dan Periode Modern. Periodisasi peradaban Islam tersebut merupakan periodisasi yang digagas oleh Harun Nasution (1975; 13-14) dan Nourouzaman Shidiqi (1986; 12).

Sebenarnya, terdapat beberapa pendapat mengenai periodisasi peradaban Islam. Namun walaupun berbeda, alur cerita peradaban Islam tetap sama, hanya cara memperiodekannya saja yang berbeda. Jika Harun Nasution dan Nourouzaman membagi tiga periode, maka menurut A. Hasymy (1978; 58) membagi periode peradaban Islam menjadi delapan fase. Fase-fase tersebut dimulai dari permulaan Islam hingga fase pada masa kini.

Sebagai umat Islam tentu akan sangat tertarik untuk mempelajari periodisasi peradaban Islam, karena peradaban Islam merupakan peristiwa masa lalu yang memberikan hikmah dan ilmu pengetahuan tentang perkembangan Islam. Untuk itu, dalam tulisan ini akan disebutkan beberapa periodisasi peradaban Islam yang telah dipopulerkan oleh beberapa Pakar Ahli dalam sejarah.

Periodisasi Peradaban Islam

A. Pengertian Sejarah Peradaban Islam

Dalam bahasa arab kata sejarah disebut dengan tarikh atau sirah, sedangkan dalam bahasa Inggris, kata sejarah disebut dengan history. Sejarah merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang menceritakan peristiwa secara sistematis berdasarkan kronologi suatu kejadian dan yang paling penting adalah berdasarkan sumber yang dijadikan bukti bahwa suatu peristiwa itu benar-benar terjadi.

Kata peradaban adalah terjemahan dari kata Arab al-Hadharah. Juga sering diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan Kebudayaan. Padahal istilah peradaban dipakai untuk bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan indah. Peradaban sering juga dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan dan ilmu pengetahuan yang maju dan kompleks. Jadi kebudayaan sudah mencakup peradaban, tetapi tidak sebaliknya, sebab peradaban hanya dipakai untuk menyebut kebudayaan yang maju dalam bentuk ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Berdasarkan keterangan di atas, Sejarah Peradaban Islam diartikan sebagai perkembangan atau kemajuan kebudayaan Islam dalam perspektif sejarahnya. Namun terdapat pengertian lain mengenai Sejarah Peradaban Islam yaitu, kemajuan dan tingkat kecerdasan akal yang di hasilkan dalam satu periode kekuasaan Islam mulai dari periode nabi Muhammad Saw sampai perkembangan kekuasaan Islam sekarang. Sejarah Peradaban Islam juga diartikan sebagai hasil yang dicapai oleh umat Islam dalam lapangan kesustraan, ilmu pengetahuan dan kesenian.

B. Sejarah Peradaban Islam Sebagai Ilmu Pengetahuan

Kenapa Sejarah Peradaban Islam menjadi sebuah Ilmu pengetahuan? Pertanyaan ini dapat kita jawab dengan merujuk’ pada pernyataan dari H.A.R Gibb di dalam bukunya  Whiter Islam menyatakan , “Islam is indeed much more than a system of tecnologi, its is a complete civilization”, artinya; Islam sesungguhnya lebih dari sekedar agama, ia adalah suatu peradaban yang sempurna. Karena yang menjadi sebab timbulnya sebuah  kebudayaan adalah Agama Islam, Kebudayaan yang ditimbulkannya adalah Kebudayaan atau Peradaban Islam.

Setelah mengamati pernyataan tersebut kita kaitkan pada Sejarah Peradaban Islam sebagai Ilmu Pengetahuan, Agama Islam adalah pokok kekuatan timbulnya kebudayaan dan kebudayaan yang di maksud tersebut adalah Peradaban Islam dan Kebudayaan Islam, dan yang terdapat dalam keduanya diantaranya sastra, seni, moral, ekonomi, politik, dan teknologi, namun masih banyak lagi. Semua hal yan terdapat pada keduanya adalah ilmu Pengetahuan yang banyak di pelajari oleh umat manusia sekarang ini, dari situlah kenapa Sejarah Peradaban Islam Sebagai Ilmu Pengetahuan.

C. Periodisasi Perkembangan Peradaban Islam

Awal dimulainya sejarah Islam telah terjadi perbedaan. Secara umum perbedaan itu dapat dibedakan menjadi dua. Pertama, sebagian Sejarawan berpendapat bahwa sejarah islam dimulai  sejak Nabi Muhammad SAW  diangkat menjadi rasul. Kedua,  sebagian Sejarawan berpendapat bahwa sejarah  umat islam dimulai sejak nabi Muhammad SAW hijrah ke madinah karena masyarakat muslim baru  berdaulat  ketika nabi tinggal di Madinah.

Para Pakar Sejarawan telah memperiodisasikan peradaban Islam dengan berbagai fase atau periode. Sejarawan yang memperiodisasikan peradaban Islam di antaranya, Harun Nasution, A. Hasymy, Nourouzaman Shidiqi, al-Usairy, Badri Yatim, dan Jaih Mubarok. Para pakar tersebut memiliki cara yang berbeda untuk menentukan periode atau fase-fase perkembangan Islam. Berikut ini adalah periodisasi perkembangan peradaban Islam menurut Sejarawan di atas.

1. Periodisasi Peradaban Islam Menurut Para Ahli

a. Harun Nasution dan Nourouzaman Shidiqi
Menurut Harun Nasution dan Nourouzaman, periodisasi peradaban Islam terbagi menjadi tiga periode. Periodisasi sejarah peradaban Islam menurutnya adalah sebagai berikut;
  • Periode Klasik (650-1250M)
  • Periode Pertengahan (1250-1800)
  • Periode Modern (1800-Sekarang)


b. A. Hasymy
Menurut Hasymy (1978; 58), periodisasi sejarah peradaban Islam terdapat delapan bagian. Menurutnya peradaban Islam adalah sebagai berikut;
  • Permulaan Islam ( 610 -661 M )
  • Daulah Ammawiyah ( 661 – 750 M )
  • Daulah Abbasiyah  I ( 750 – 847 M )
  • Daulah Abbasiyah II (  847 – 946 M )
  • Daulah Abbasiyah III ( 946 – 1075 M )
  • Daulah Mughal ( 1261 – 1520 M )
  • Daulah Utsmaniyah ( 1520 – 1801 M )
  • Kebangkitan ( 1801 – sekarang )


c. Jaih Mubarok
Jaih Mubarok berpendapat bahwa, setiap periode adalah peradaban. Sedangkan periodisasi sejarah peradaban Islam menurutnya terbagi menjadi enam periode, yaitu;

  • Peradaban Islam Pada zaman Nabi Mukammad SAW (610–632 M)
  • Peradaban Islam pada zaman al-Khulafa ar-Rasyidin (632–661 M)
  • Peradaban Islam pada zaman Umayah di Siria (661–689 M) dan  Andalusia (705–1031)
  • Peradaban islam pada masa dinasti Abbasiyah (750–1258 M). Periode awal, kemajuan dan kemunduran dinasti abbasiyah sampai berdirinya dinasti–dinasti kecil , baik di timur ataupun barat Baghdad.
  • Peradaban tiga kerajaan besar islam, meliputi; Turki Utsmani sampai Musthafa Kemal (1300-1922 M),  Dinasti Syfawi di Persia hingga Humaini (1501–1732 M), dan Dinasti Mughal di India  hingga terbentuknya Pakistan-Bagladesesh.
  • Peradaban Islam di Asia Tenggara


d. al-Usairy
Beliau berpendapat bahwa, sejarah islam telah ada sejak zaman nabi Adam sampai abad dua  puluh. Berdasarkan pendapat tersebut, al-Usairy memperiodisasikan sejarah peradaban Islam menjadi 12 periode, yaitu;
  • Peradaban pertama telah dimulai sejak peradaban firaun dan Sumeria sebagaimana di kutip  dari H.J. Wills dalam short History of the word.
  • Peradaban Kaldaniyah yang di mulai dari Nabi Nuh as sampai Nabi Yunus as.
  • Peradaban i dimulai dari  nabi – nabi  dinegeri syam ; sejak nabi Ibrahim as sampai nabi Yusuf as.
  • Peradaban pada nabi- nabi di Mesir sampai pada firaun.
  • Peradaban pra- islam ( jazirah arab )
  • Peradaban zaman Rasulullah SAW ( 570 – 632 M )
  • Peradaban pada masa Khulafaur Rasyidin ( 632 – 661 M )
  • Peradaban pada masa Bani Umayah ( 661 – 749 M )
  • Peradaban pada masa bani Abasiyah ( 749 – 1200 M )
  • Peradaban pada masa pemerintahan Mamluk ( 1250 – 1517 M
  • Peradaban pada masa Utsmani dan Modern ( 1517 – 1932 M)
  • Peradaban pada masa dunia islam ( 1420 H / 2000 M  )


e. Badri Yatim
Beliau membagi periodisasi peradaban Islam menjadi delapan periode, yaitu;

-> Kemajuan Islam I (650–1000 M) yang meliputi;
  • Khilafah Rasyidah
  • Khilafah Bani Umayah
  • Khilafah Bani Abbas

-> Masa disintegrasi ( 1000 – 1250 M ) meliputi;
  • Dinasti – dinasti yang memerdekakan diri dari Baghdad
  • Perebutan kekuasan di pusat pemerintahan
  • Perang Salib
  • Sebab-sebab kemunduran pemerintahan bani Abbas

-> Islam di spanyol dan pengaruhnya terhadap renaisans di Eropa;
  • Masuknya islam ke spanyol
  • Perkembangan Islam di Spanyol
  • Kemajuan Peradaban
  • Penyebab kemunduran dan kehancuran
  • Pengaruh peradaban Spanyol Islam di Eropa

-> Masa Kemunduran (1250–1500 M);
  • Bangsa mongol dan dinasti Ilkhan
  • Serangan – serangan timur Lenk
  • Dinasti Mamluk di Mesir

-> Masa tiga kerajaan besar  (1500–1800 M)
  • Kerajaan Utsamani
  • Kerajaan Syafawi di Persia
  • Kerajaan Mughal di India
  • Perbedaan kemajuan masa ini dengan masa klasik

-> Kemunduran tiga kerajaaan besar (1700–1800 M);
  • Kemunduran dan kehancuran  kerajaan Syafawi
  • Kemunduran dan runtuhnya kerajaan Mughal
  • Kemunduran kerajaan Utsmani
  • Kemajuan Eropa (barat)

-> Penjajahan barat atas dunia islam dan perjuangan kemerdekaan negara–negara Islam;
  • Renaisans di Eropa
  • Penjajahan barat terrhadap dunia Islam di anak benua  India dan Asia Tenggara
  • Kemunduran kerajaan Utsmani dan ekspansi barat ke timur tengah
  • Bangkitnya nasionalisme di dunia islam dan tumbuhnya gerakan partai yang memperjuangkan kemerdekaan negaranya.
  • Kemerdekaan negara–negara Islam dari penjajahan

-> Kedatangan Islam di Indonesia dan kerajaan–kerajaan Islam di Indonesia

Dari beberapa pendapat terkait dengan periodisasi sejarah perkembangan peradaban Islam di atas, pada umumnya Para Pakar Sejarawan sepakat terhadap pendapatnya Harun Nasution dan Nourouzaman Shidiqi yang membagi peradaban Islam menjadi tiga periode.

Kesimpulan

Periodisasi peradaban Islam adalah sistematisasi kemajuan atau perkembangan kebudayaan Islam sesuai dengan perspsektifnya. Peradaban Islam yang telah melalui masa yang sangat panjang dibagi menjadi beberapa periode yang diurutkan sesuai dengan waktu peristiwanya. Adapun peristiwa-peristiwa yang diperiodekan merupakan peristiwa yang penting dan berhubungan dengan kemajuan kebudayaan. Jadi intinya, periodisasi kebudayaan Islam adalah membagi sejarah peradaban Islam menjadi beberapa periode.

Adapun cara Para Pakar Sejarawan membagi sejarah peradaban Islam telah terjadi perbedaan. Harun Nasution dan dan Nourouzaman Shidiqi membagi periodisasi peradaban Islam menjadi tiga periode, yaitu; periode klasik, periode pertengahan, dan periode modern. Pendapat tersebut paling sederhana dibanding dengan pendapat lainya seperti pendapat Badri Yatim.

Artikel Berkaitan:
  

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah