-->

[ADS] Top Ads

SEJARAH

sejarah

Sejarah adalah salah satu cabang ilmu yang membahas tentang kejadian-kejadian masa lampau berdasarkan bukti-bukti sejarah. Bukti sejarah dapat berupa peninggalan-peninggalan masa lampau, seperti prasasti dan bangunan kuno, dan catatan kuno. Bukti-bukti tersebut diteliti dan diselidiki untuk memperoleh informasi yang akurat tentang masa lampau.

Ilmu sejarah adalah ilmu yang membahas tentang kejadian masa lampau umat manusia yang disusun secara sistematis dan didasarkan pada hasil penyelidikan peninggalan-peninggalan sejarah untuk dijadikan suatu pengetahuan. Penyelidikan atau Penelitian sejarah harus menggunakan metode yang tepat agar informasi yang didapatkan tidak keluar dari kenyataan masa lalu.

Hakikat sejarah merupakan kisah masa lampau yang diceritakan kembali dan didasarkan pada dua unsur yaitu, unsur objektifitas dan subjektifitas. Sejarah yang objektif adalah sejarah yang dikisahkan kembali tanpa dipengaruhi oleh pendapat pribadi atau golongan dalam mengambil keputusan. Sedangkan, sejarah yang subjektif merupakan sejarah yang dipengaruhi oleh pendapat pribadi atau golongan.

Dalam pelajaran sejarah, terdapat istilah ruang lingkup sejarah, yaitu sejarah yang didasarkan pada sudut pandang tertentu. Sudut pandang tersebut ada empat macam yaitu sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni. Empat ruang lingkup sejarah tersebut mempunyai pandangan yang berbeda dalam mengartikan sejarah. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang luas dan terperinci dari sudut pandang yang berbeda.

Bercerita tentang peristiwa masa lalu merupakan suatu hal yang sangat menarik. Bahkan saking menariknya, kita tidak sadar bahwa sesuatu yang sering kita ceritakan kepada sesama manusia adalah tentang peristiwa masa lampau. Ini menunjukkan bahwa sejarah bukan sesuatu yang baru bagi kita. Meski demikian, banyak sekali pengetahuan tentang sejarah yang belum dimengerti dan dipahami.

Pengertian Sejarah


Apa yang yang dimaksud dengan sejarah? Pertanyaan tersebut begitu sederhana namun cukup mendalam, karena definisi sejarah adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan umat manusia di masa lampau. Jadi sega aspek kehidupan manusia yang telah berlalu bisa disebut dengan sejarah, mulai dari kebudayaan hingga peradaban manusia.

Manusia hidup di bumi sudah berjalan dalam jangka waktu yang sangat lama hingga jutaan tahun yang lalu. Dalam kepercayaan agama Islam, manusia yang pertama kali tinggal di bumi adalah Nabi Adam A'laihissalam. Namun dalam teori sejarah, manusia yang hidup pertama kali di bumi disebut manusia purba zaman praaksara.

Dalam teori sejarah, manusia pertama kali hidup di bumi sejak 600 ribu tahun yang lalu. Jika kembali pada arti sejarah yang berkaitan dengan kehidupan manusia di masa lampau, seberapa luas objek sejarah dan seberapa banyak peristiwa sejarah yang telah terjadi? Oleh sebab itu, definisi sejarah memiliki arti yang sangat luas dan mendalam.

1. Pengertian Sejarah Secara Bahasa


Secara bahasa sejarah berasal dari bahasa arab, yakni Syajaratun atau Syajarah yang artinya pohon. Pohon merupakan jenis tumbuhan yang memiliki akar dan batang yang kuat. Di atas pohon terdapat cabang yang banyak dan setiap cabang mempunyai ranting yang ditumbuhi daun.

Gambaran tersebut menjelaskan bahwa, sejarah tumbuh secara dinamis dan selalu berkembang sesuai dengan pola kehidupan manusia. Bagian cabang menunjukkan aspek-aspek kehidupan yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan. Asal-usul manusia digambarkan sebagai akar yang kuat dan tidak mudah untuk dirobohkan. Hal ini menggambarkan bahwa pokok pembahasan sejarah adalah tentang manusia itu sendiri.

Sejarah juga disebutkan ke dalam berbagai bahasa. Dalam bahasa Inggris, sejarah disebut dengan history, artinya masa lalu manusia. Bahasa Yunani, sejarah disebut dengan historia yang berarti; apa saja yang telah diketahui dari hasil penyelidikan atau ilmu pengetahuan. Dalam bahasa Jerman sejarah disebut dengan geschichte, yaitu segala sesuatu yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan manusia.

Dalam bahasa Indonesia, sejarah, hikayat, riwayat, babat, tarikh, dan tambo dapat diartikan diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.

Contoh silsilah raja

2. Sejarah Secara Terminologi


Secara terminologi atau istilah, sejarah adalah peristiwa yang telah terjadi di masa lampau berdasarkan bukti-bukti sejarah. Maksudnya, untuk membuktikan bahwa sebuah peristiwa benar-benar terjadi, maka diperlukan bukti yang menunjukkan bahwa kejadian tersebut benar-benar nyata dan bukan fiktif belaka.

Bukti sejarah dapat berupa benda peninggalan masa lampau, seperti bangunan kuno (candi, dll), prasasti, kitab kuno, dan lain sebagainya. Dengan ditemukannya peninggalan-peninggalan tersebut, maka sebuah peristiwa akan terungkap dan dapat kita ketahui. Bukti peninggalan-peninggalan masa lampau disebut dengan sumber sejarah.

Sejalan dengan penyelidikan sejarah yang mengungkap peristiwa kehidupan manusia di masa lalu melalui butik sejarah, dalam kepolisian juga diterapkan hal yang serupa. Setiap ada kasus pencurian atau tindak kriminal, penyidik harus mengungkap fakta dari berbagai sumber atau bukti, baik saksi, alat yang digunakan, dan hasil dari pencurian.

Dalam ilmu sejarah, penyelidikan atau penelitian sejarah harus melalui aturan dan metode yang tepat, agar sejarah dapat diungkap sesuai fakta peristiwa yang sudah terjadi di masa lampau. Pembahasan tentang penelitian sejarah akan jelaskan pada bab di bawah ini.

Bab Terkait:
Pengertian Penelitian Sejarah, Tahapan, Tujuan, dan Jenisnya

Pada dasarnya sejarah bergantung pada peninggalan masa lampau sebagai alat bukti untuk mengungkap fakta masa lampau. Pendapat ini sangat mudah dipahami, jika seorang sejarawan menyatakan bahwa di Indonesia pernah berdiri sebuah kerajaan yang bernama Kediri, apakah orang-orang akan percaya begitu saja? Tentu tidak, kecuali sejarawan tersebut menemukan bukti peninggalan kerajaan Kediri.

Peninggalan sejarah harus diteliti terlebih dahulu agar tidak salah dalam mengungkap masa lalu. Katakan saja prasasti yang harus diteliti tulisannya, baik isi tulisan, aksara yang digunakan, dan bahasa apa yang dipergunakan. Semua itu harus diketahui agar tidak salah menafsirkan prasasti tersebut.

Setelah penyelidikan itu berhasil dan fakta telah terungkap melalui metode penelitian sejarah, maka akan menjadi Ilmu Sejarah.

Ilmu Sejarah dapat diartikan sebagai ilmu yang membahas tentang kehidupan manusia di masa lampau. Baik dari segi kebudayaan, ekonomi, tata negara, atau peradaban dan lain sebagainya.

3. Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli


Sarjana yang mempelajari dan menyelidiki sejarah disebut Sejarawan atau pakar sejarah yang sudah ahli. Dari beberapa sarjana tersebut telah mendefinisikan sejarah. Berikut ini pengertian sejarah menurut para ahli:

Pengertian Sejarah Menurut Edward Hallet Carr


Menurut Edward Hallet Carr, Sejarah adalah suatu proses interaksi serba-terus antara sejarawan dengan fakta-fakta yang ada padanya; suatu dialog tiada henti-hentinya antara masa sekarang dengan masa silam.

Robert V. Daniels


Menurutnya, sejarah ialah kenangan pengalaman umat manusia.

J. Bank


J. Bank berpendapat, semua peristiwa masa lampau adalah sejarah (sejarah sebagai kenyataan); sejarah dapat membantu manusia untuk memahami perilaku manusia pada masa yang lampau, masa sekarang, dan masa akan datang.

Taufik Abdullah


Sejarah harus diartikan sebagai tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu pada masa lampau yang dilakukan di tempat tertentu.

Muhammad Yamin


Sejarah ialah ilmu pengetahuan umum yang berhubungan dengan cerita bertarikh, sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia pada waktu yang telah lampau atau tanda-tanda yang lain.

Mohammad Ali


Dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah menyatakan sejarah, yaitu: Jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita. Cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita. Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan kejadian dan peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.

Dari penelusuran pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa sejarah dipergunakan, sebagai perkataan sehari-hari dan sebagai ilmu pengetahuan. Jadi, bila kita rumuskan kembali pengertian sejarah yang disaring dari pengertian tadi maka sejarah, adalah ilmu yang mengkaji peristiwa atau kejadian yang telah terjadi dalam masyarakat manusia pada waktu yang lampau.

Hakikat Sejarah


Menurut Sartono Kartodirdjo, hakikat sejarah dibatasi oleh dua pengertian yaitu; sejarah yang objektif dan sejarah yang subjektif.

1. Sejarah Objektif


Objektivitas adalah hal-hal yang bisa diukur yang ada di luar pikiran atau persepsi manusia. Sikap objektifitas tidak akan dipengaruhi oleh pendapat pribadi atau golongan di dalam mengambil keputusan. Objektivitas sejarah dapat dibuktikan berdasarkan sumber sejarah yang ditemukan (Tarunasena, 2009; 8).

Apabila suatu peristiwa sejarah itu diceritakan tetapi tidak ada sumbernya, maka sejarah itu tidak menjadi objektif. Jadi, objektivitas adalah usaha mendekatkan diri pada obyek atau dengan kata lain berarti bertanggungjawab pada kebenaran objek.

2. Sejarah Subjektif


Sejarah yang subjektif yaitu, hasil penafsiran (rekonstruksi) sejarawan atas peristiwa masa lampau. Subjektivitas adalah kesaksian atau tafsiran yang merupakan gambaran hasil perasaan atau pikiran manusia. Jadi, subjektivitas adalah suatu sikap yang memihak dan dipengaruhi oleh pendapat pribadi atau golongan, serta dipengaruhi oleh nilai-nilai yang melingkupinya.

Dalam sejarah, subyektifitas banyak terdapat dalam proses interpretasi. Sejarah, dalam mengungkapkan faktanya membutuhkan interpretasi yang melibatkan subyek.

Dalam subjektivisme, dimana objek tidak lagi dipandang sebagaimana seharusnya, tetapi dipandang sebagai kreasi dan konstruksi akal budi. Subjektif diperbolehkan selama tidak mengandung subjektivistik yang diserahkan kepada kesewenang-wenangan subjek, dan konsekuensinya tidak lagi real sebagai objektif.

Ruang Lingkup Sejarah


Setelah mempelajari pengertian dan hakikat sejarah, selanjutnya akan kita bahan mengenai ruang lingkup sejarah. Ruang lingkup sejarah adalah memposisikan sejarah sebagai beberapa bentuk yaitu, sejarah sebagai peristiwa, sebagai kisah, ilmu, dan seni. Untuk lebih jelasnya silahkan baca penjelasan di bawah ini.

1. Sejarah Sebagai Peristiwa


Berkenaan dengan konsep sejarah sebagai peristiwa maka kita akan membicarakan tentang kejadian, kenyataan, aktualitas yang telah terjadi dan berlangsung pada masa yang lampau. Sejarah sebagai peristiwa yang telah terjadi di masa lampau mengakibatkan kita tidak mungkin lagi mengamati peristiwa tersebut, yang dapat kita amati adalah sejarah sebagai kisah, yaitu penelaahan sejarah sebagai kisah suatu peristiwa.

Sejarah sebagai peristiwa, maksudnya peristiwa sejarah ditempatkan sebagai fakta, kejadian, dan kenyataan yang benar-benar terjadi pada masa lampau (Wardaya, 2009; 5).

Kejadian masa lampau tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengetahui dan merekonstruksi kehidupan pada masa tersebut. Dari peristiwa-peristiwa itu, dapat diketahui sebab akibat terjadinya suatu peristiwa.

Tanpa memandang besar kecilnya suatu peristiwa atau kejadian-kejadian dalam ruang lingkup kehidupan manusia, ilmu sejarah berusaha menyusun rangkaian peristiwa yang terjadi dalam ruang lingkup kehidupan manusia sejak dahulu sampai sekarang, bahkan prediksi kejadian yang akan datang.

2. Sejarah Sebagai Kisah


Membicarakan sejarah sebagai kisah berarti berbicara sejarah sebagai sebuah cerita dalam berbagai bentuk, baik narasi maupun tafsiran dari suatu peristiwa sejarah. Kisah ini pun dapat berupa tulis atau lisan (Hendrayana, 2009; 7). Secara tulisan, kisah sejarah ini dapat dilihat dalam bentuk tertulis seperti pada buku, majalah atau surat kabar.

Secara lisan, kisah dapat diambil dari ceramah, percakapan atau pelajaran di sekolah. Sejarah merupakan suatu kisah yang diceritakan dalam berbagai bentuk, baik narasi maupun tafsiran dari suatu kejadian. Secara tulisan kisah ini akan didapat dalam bentuk tulisan di buku, majalah atau surat kabar. Secara lisan, kisah didapat dari ceramah, percakapan atau pelajaran di sekolah.

3. Sejarah Sebagai Ilmu


Sejarah dikatakan sebagai ilmu karena merupakan pengetahuan masa lampau yang disusun secara sistematis dengan metode kajian secara ilmiah untuk mendapatkan kebenaran mengenai peristiwa masa lampau.

Menurut C.E. Berry, sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan, tidak kurang dan tidak lebih. Adapun menurut York Powell, sejarah bukanlah hanya sekadar suatu cerita indah, instruktif, dan mengasyikkan, tetapi merupakan cabang ilmu pengetahuan.

Sejarah dianggap sebagai ilmu sebab sejarah memiliki syarat-syarat ilmu, antara lain ada masalah yang menjadi objek, ada metode, tersusun secara sistematis, menggunakan pemikiran yang rasional, dan kebenaran bersifat objektif (Wardaya, 2009; 5).

4. Sejarah Sebagai Seni


Sejarah pun dapat berperan sebagai seni yang mengedepankan nilai estetika. Jadi, sejarah dalam hal ini bukanlah dipandang dari segi etika atau logika.

Menurut pemikiran Dithley, seorang sejarawan dan filsuf modern, sejarah adalah pengetahuan tentang cita rasa. Sejarah tidak saja mempelajari segala yang bergerak dan berubah yang tampak dipermukaan, namun juga mempelajari motivasi yang mendorong terjadinya perubahan itu bagi si pelaku sejarah Hendrayana, 2009; 9).

Periodisasi, Kronologi, dan Historiogrfi Sejarah


Secara garis besar, periodisasi sejarah adalah proses pembabakan suatu peristiwa menurut urutan zaman. Sedangkan kronologi sejarah adalah urutan suatu peristiwa dari awal kejadian sampai akhir. Historiorafi sendiri adalah penulisan sejarah. Dari ketiganya sangatlah penting dalam ilmu sejarah.

1. Periodisasi Sejarah


Sejarah adalah studi yang berkaitan dengan konteks waktu. Waktu dalam sejarah akan membentuk suatu periodisasi. Periodisasi digunakan biasanya untuk memudahkan pemahaman suatu cerita sejarah sehingga terjadi suatu kesinambungan. Jadi, periodisasi ini semacam serialisasi rangkaian menurut urutan zaman (Tarunasna, 2009; 21).

Peristiwa yang ditulis dengan menampilkan periodisasi akan mempermudah untuk mengetahui ciri khas atau karakteristik kehidupan manusia pada masing-masing periode, sehingga kehidupan manusia mudah dipahami.

Dengan adanya periodisasi, akan diketahui perkembangan kehidupan manusia, kesinambungan antara periode yang satu dengan periode berikutnya, apakah ada pengulangan fenomena yang terjadi, dan perubahan dari periode yang awal sampai pada periode-periode berikutnya.

2. Kronologi Sejarah


Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah kronologi. Kronologi biasanya digunakan dalam melihat suatu peristiwa. Misalkan peristiwa kecelakaan. Untuk mengungkap bagaimana kecelakaan itu terjadi, polisi akan menghubungkan berbagai fakta yang ditemukan dan menganalisa hubungan sebab akibatnya.

Fakta-fakta tersebut, kemudian direkonstruksi dalam bentuk kronologi kejadian. Dengan cara seperti ini, maka polisi dapat menemukan apa yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Kronologi sejarah merupakan urutan peristiwa sejarah yang terjadi. Ada tahapan-tahapan yang mengantarkan peristiwa itu terjadi. Berbagai kronologi yang ada dalam sejarah misalnya kronologi lahirnya kerajaan, pemberontakan, perang, dan lain-lain.

3. Historiografi Sejarah


Secara harfiah, historiografi berasal dari gabungan dua kata, yaitu histori yang berarti sejarah dan grafi yang berarti deskripsi atau penulisan. Jadi, berdasarkan asal katanya historiografi berarti penulisan sejarah.

Secara lebih luas, historiografi dapat diartikan sebagai sejarah penulisan sejarah. Kronik-kronik yang ditulis pada masa kerajaan-kerajaan kuno merupakan salah satu bentuk historiografi. Bentuk ini termasuk dalam historiografi tradisional.

Fungsi dan Kegunaan Sejarah


Berikut ini adalah fungsi dan kegunaan sejarah yang bersumber dari buku Sejarah kelas X karya Hendrayana (2009; 15-17). Dalam kaitannya dengan belajar sejarah, kita dapat mengambil manfaat sejarah karena beberapa alasan di antaranya:
  • Dapat mengakui keberadaan setiap manusia di masa lampau dan akan terus hidup abadi hingga saat ini dan saat mendatang.
  • Dapat mempersiapkan diri untuk menyampaikan kejadian masa lalu dan masa sekarang kepada generasi berikutnya sebagai bahan pengetahuan dan pengalaman.
  • Dapat menyakinkan orang berdasarkan alasan peristiwa di masa lampau.
  • Dapat memperbaiki hidup sendiri dengan merujuk kepada peristiwa di masa lalu untuk diambil pelajaran dan hikmah sehingga bisa bermanfaat untuk di masa depan.

Manfaat Belajar Sejarah


Beberapa manfaat sejarah adalah sebagai berikut;

1. Edukatif


Bahwa pelajaran-pelajaran sejarah memberikan kebijaksanaan dan kearifan. Ucapan “Belajarlah dari Sejarah“ atau “Sejarah mengajarkan kepada kita” atau “Perhatikanlah pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh sejarah”. Dengan ucapan-ucapan itu dinyatakan bahwa fungsi dan kegunaan sejarah ialah memberikan pelajaran.

Akan tetapi, apa sesungguhnya arti ucapan-ucapan seperti itu? Bagaimana kita dapat belajar dari sejarah? Atau bagaimana sejarah dapat memberi pelajaran pada kita? Jika kita kaji secara mendalam, kita akan sampai pada kesimpulan, bahwa kita hanya dapat belajar dari sejarah jika peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lalu itu akan terjadi lagi pada masa sekarang.

2. Inspiratif


Sejarah memberikan ilham atau inspirasi kepada kita, tindakan-tindakan kepahlawanan dan peristiwa-peristiwa gemilang pada masa lalu dapat mengilhami kita semua pada taraf perjuangan yang sekarang.

3. Instruktif


Misalnya, kegunaan dalam rangka pengajaran dalam salah satu kejuruan atau keterampilan seperti navigasi, teknologi, persenjataan, jurnalistik, taktik militer dan sebagainya. Fungsi dan kegunaan sejarah ini disebut sebagai kegunaan yang bersifat instruktif karena mempunyai peran membantu kegiatan menyampaikan pengetahuan atau keterampilan (instruksi).

4. Rekreatif


Seperti halnya dalam karya sastra yakni cerita atau roman, sejarah juga memberikan kesenangan estetis, karena bentuk dan susunannya yang serasi dan indah. Kita dapat terpesona oleh kisah sejarah yang baik sebagaimana kita dapat terpesona oleh sebuah roman yang bagus.

Dengan sendirinya kegunaan yang bersifat rekreatif ini baru dapat dirasakan jika sejarawan berhasil mengangkat aspek seni dari cerita sejarah yang disajikan.

5. Memberikan Kesadaran Waktu


Kesadaran waktu yang dimaksud adalah kehidupan dengan segala perubahan, pertumbuhan, dan perkembangannya terus berjalan melewati waktu. Kesadaran itu dikenal juga sebagai kesadaran akan adanya gerak sejarah. Kesadaran tersebut memandang peristiwa-peristiwa sejarah sebagai sesuatu yang terus bergerak dari masa silam bermuara ke masa kini dan berlanjut ke masa depan.

6. Memperkokoh Rasa Kebangsaan (Nasionalisme)


Terbentuknya suatu bangsa disebabkan adanya kesamaan sejarah besar di masa lampau dan adanya kesamaan keinginan untuk membuat sejarah besar bersama di masa yang akan datang. Sebagai contoh Bangsa Indonesia sejak zaman prasejarah telah memiliki kesamaan sejarah.

Kemudian memiliki zaman keemasan pada zaman Sriwijaya, Mataram Hindu-Buddha, dan Majapahit. Setelah itu bangsa Indonesia mengalami masa penjajahan selama ratusan tahun. Perjalanan sejarah bangsa Indonesia tersebut menjadi ingatan kolektif yang dapat menimbulkan rasa solidaritas dan mempertebal semangat kebangsaan.

Kesimpulan


Sejarah adalah ilmu yang mempelajari peristiwa atau kejadian yang telah terjadi dalam masyarakat manusia pada waktu yang lampau. Ruang lingkup sejarah itu luas karena sejarah dapat berperan sebagai sebagai peristiwa, sebagai kisah, sebagai ilmu, dan sebagai seni. Peristiwa dalam cakupan sejarah berarti segala sesuatu yang telah berlangsung pada waktu yang telah lalu dan menimbulkan akibat pada kehidupan manusia pada waktu itu dan pada masa setelahnya.

Sejarah pun dapat diperlakukan sebagai ilmu pengetahuan. Sejarah sebagai cabang ilmu pengetahuan dan dibuktikan secara keilmuan. Untuk membuktikan keilmiahannya karena dapat digunakan berbagai standar dan metode-metode ilmiah. Dengan demikian, kesahihan penelitian sejarah dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan keilmuwan. Sejarah juga dapat berperan sebagai seni yang mengedepankan nilai estetika.

Sejarah memiliki jiwa atau roh, yang tak lain adalah jiwa yang terdapat dalam diri manusia sebagai pelaku sejarah. Jiwalah yang merupakan nyala api manusia dalam kehidupannya. Pendekatan terhadap jiwa sejarah ini hanya dapat dilakukan oleh seni.

Jika suatu peristiwa sejarah tak dapat lagi dibuktikan melalui metode ilmiah maka seorang sejarawan diharapkan apa yang tersirat dalam peristiwa itu melalui daya imajinasi. Karya sastra berupa novel sejarah dapat dijadikan contoh bagaimana sejarah digambarkan melalui seni sastra.

Dalam ilmu sejarah memiliki manfaat dan peran terhadap kehidupan masyarakat kini. Melalui penelusuran sejarah pula kita dapat mengakui keberadaan manusia di masa lampau yang membawa pengaruh baik atau buruk terhadap perkembangan manusia dan dunia selanjutnya.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah