-->

[ADS] Top Ads

Peradaban Awal Masyarakat di Dunia Part II

Peradaban awal masyarakat di dunia - Peradaban dunia memang masih banyak peristiwa yang masih menjadi misteri sampai sekarang. Namun, para pakar sejarawan sudah menemukan beberapa peradaban yang patut untuk kita pelajari. Peradaban luhur yang tersebar di berbagi belahan dunia mempunyai nilai tersendiri untuk kita pelajari. Jika Anda ingin senang dalam mempelajari sejarah dunia, maka ketika Anda mencoba untuk mempelajari sejarah tersebut, cobalah untuk membayangkan bahwa Anda menjadi bagian dari sejarah itu. Minimal, bayangkan gambaran dari peristiwa-peristiwa sejarah yang sedang Anda Pelajari.

Pada tulisan ini, yang membahas tentang peradaban awal masyarakat di dunia, merupakan lanjutan dari Peradaban Awal Masyarakat di Dunia Part I. Maka jika Anda ingin mempelajari sejarah dunia yang lebih luas, cobalah untuk membaca artikel tersebut.  Pada pembahasan sejarah peradaban dunia part I menceritakan tentang; peradaban Lembah Sungai Nil, peradaban Lembah Sungai Indus, peradaban Lembah Sungai Mekong. Dan pada artikel yang saat ini Anda baca merupakan lanjutannya.

Kami, pada artikel yang Anda baca ini, akan membahas empat peradaban dunia, yaitu; Peradaban Lembah Sungai Hoang Ho atau disebut juga dengan Lembah Sungai Kuning (Cina), Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Tigris, Peradaban Yunani Kuno, Peradaban Romawi Kuno. Selamat membaca....

Peradaban Awal Masyarakat di Dunia

A. Peradaban Lembah Sungai Hoang Ho

Peradaban Lembah Sungai Hoang Ho atau disebut juga dengan peradaban lembah Sungai Kuning. Peradaban ini menceritakan tentang peradaban yang berada di Cina. Orang Cina menyebut menyebut negerinya sebagai Chung Kuo, yang artinya adalah negeri tengah. Mereka menyebut negerinya dengan sebutan "Negeri Tengah" karena terletak di tengah-tengah dunia.

Sungai Huang Ho yang disebut juga dengan sungai Kuning ini merupakan sungai yang cukup besar. Airnya berwarna kuning karena endapan lumpur yang membuat air menjadi keruh. Di Lembah Sungai inilah mula-mula berdiamnya bangsa Cina Asli dan di situ pulalah tumbuh dan berkembang kebudayaan Cina. Selain itu, di Cina juga terdapat sungai Yang Tse dan dikenal juga dengan sebutan sungai Chang Kiang.


Manusia tertua yang pernah ditemukan di Cina adalah Pithecantropus Pekinensis. Pithecantropus Pekinensis hidup sezaman dengan Pithecantropus Erectus, ditemukan di Gua Chou Kau Tien dengan artefak-artefak yang ada di bukit-bukit pasir. (Tarunasena, 2009; 173).
1. Mata Pencaharian
Sungai Huang Ho dan Sungai Yang Tse merupakan sungai yang besar dan merupakan daerah yang subur. Dari kedua sungai inilah bangsa cina dapat bercocok tanam dan menghasilkan gandum, padi, jagung, kedelai, dan murbai. Selain bercocok tanam, bangsa Cina juga ahli dalam berdagang, bahkan sampai sekarang banyak orang Cina yang menyebar di berbagai belahan dunia untuk berdangang. Pada awal peradaban lembah Sungai Huang Ho masyarakat Cina sudah dapat membuat keramik dan sutera. Sehingga mereka dapat menjualnya hingga ke luar Cina.

2. Sistem Pemerintahan
Sistem pemerintahan negeri Cina dikenal dengan nama Dinasti Kerajaan yang dipimpin oleh seorang Kaisar. Kekaisaran di Cina merupakan kerajaan agraris yang menimbulkan susunan masyarakat dan negara feodal. Sejarah dinasti kerajaan bangsa Cina telah mengalami perjalanan yang sangat panjang, sehingga pemerintahan dinasti Cina berganti-ganti dan masing-masing memiliki ciri tersendiri.

a. Dinasti Hsia (2000-1500 SM)
Merupakan dinasti yang tertua di Cina. Dinasti ini termasuk zaman Proto sejarah Cina, karena tidak meninggalkan prasasti.

b. Dinasti Shang (1523-1028 SM)
Pada era dinasti ini, pusat pemerintahan berada di Lembah Sungai Wei, terletak di antara sungai Huang Ho dan sungai Yang Tse. 

c. Dinasti Chou/Zhou (1028-256)
Pada dinasti Chou terkenal dengan zaman seratus filsafat, karena banyak filsafat-filsafat yang berkembang pada masa ini. Beberapa filsafat yang berkembang di masa dinasti Chou adalah sebagi berikut;

  • Konfusianisme, yaitu filsafat yang mengajarkan hal-hal yang riil dan praktis untuk menjalankan berbagai peran. Baik sebagai rakyat, penguasa, raja, ayah, anak, dan ibu dengan baik.
  • Taoisme, dsebut juga dengan ajaran Tao. Filsafat ini mengajarkan untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, yaitu dengan cara menjauhi kehidupan kota dan pergi ke hutan untuk mencari arti hidup dengan merenung.
  • Legalisme, filsafat yang mengutamakan ditegakkannya hukum yang tegas dan keras agar tercipta kehidupan yang aman dan tentram.


d. Dinasti Chin (221-207 SM)
Kaisar pada dinasti Chin bernama Chin Shing Huang Ti. Pada masa dinasti ini berkembang filsafat legalisme yang muncul pada masa dinasti Chou karena kaisarnya merupakan penganut filsafat legalisme. Yang paling bersejarah pada masa ini adalah cikal bakal dari pembangunan Tembok Besar Cina.

e. Dinasti Han (206-200 SM)
Pada masa dinasti ini ajaran atau filsafat Konfusionisme beberapa kali telah mencapai keemasan. Kisar Han Wu Ti merupakan kaisan yang terbesar pada era ini. Namun, dinasti ini mengalami kemunduran setelah Kaisar Han Wu Ti.

f. Enam dinasti (220-589 M)
Yaitu beberapa dinasti cina yang jumlahnya enam, pada masa ini banyak terjadi peperangan antar kerajaan dan tidak ada satu kerajaan yang dapat mempersatukan Cina dalam satu kekuasaan. Enam dinasti tersebut adalah
  • Dinasti Wei (220-265 SM)
  • Dinasti Tsin (265-420 M)
  • Dinasti Sung (420-477 M)
  • Chai (479-502 M)
  • Liang (502-556 M)
  • Ch'en (557-589 M)

g. Dinasti Sui (589-625 M)
Pada dinasti Sui, Cina berhasil di satukan kembali.

h. Dinasti Tang (625-906 M)
Pada masa Dinasti Tang, perdagangan internasional melalui jalur pantai selatan. Secara perlahan-lahan Dinasti Tang mampu menggulingkan Dinasti Sui kemudian mulai membangun infrastruktur ekonomi dan menjalin hubungan internasional yang baik. Pada masa Dinasti Tang, ajaran agama Buddha mulai masuk dan berkembang di Cina.

i. Lima Dinasti (907-1280 M)
Pada masa ini juga tidak jauh berbeda dengan enam dinasti, yaitu banyak perang antar kerajaan atau perang saudara.

j. Dinasti Mongol/Yuan (1260-1368 M)
Dinasti Yuan adalah dinasti asing pertama yang berhasil menguasai Cina. Mereka adalah bangsa Mongol, atau orang Cina sering menyebut mereka yaitu bangsa Hun (Yungnu).

k. Dinasti Ming (1368-1644 M)
Ming adalah salah satu dinasti yang besar di antara beberapa dinasti yang pernah memerintah di Cina. Zaman Dinasti Ming memunculkan fenomena baru tentang zaman modern dalam sejarah dan peradaban Cina. Dengan karakteristik yang dimilikinya, Dinasti Ming telah berhasil merebut perhatian dunia, baik pada zamannya maupun pada masa kini.

3. Kepercayaan
Kepercayaan bangsa Cina adalah polytheisme atau menyembah banyak dewa sebagai kekuatan alam, seperti Dewa Feng-Pa sebagai dewa angin dan Lei-Shik sebagai dewa taufan. Masyarakat Cina kuno juga mengenal upacara korban manusia (gadis cantik) untuk persembahan dewa tertinggi Ho-Po yang bertahta di Hwang-Ho.

4. Agama
Pada masa Dinasti Tang, ajaran agama Buddha mulai masuk dan berkembang di Cina. Agama Buddha sangat berpengaruh secara signifikan di Cina. Hal itu disebabkan adanya kesamaan prinsipprinsip Buddha dan ajaran Konfusionisme sehingga pada masa Dinasti Tang terjadi perpaduan dan sinkretisme agama antara Buddha, Konfusionisme, dan Taonisme. Ramainya perdagangan di laut menyebabkan Islam mulai masuk ke Cina.


B. Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Tigris

Sungai Eufrat dan Tigris merupakan dua sungai yang mengapit daerah yang bernama Mesopotamia. Kata "Mesopotamia" sendiri memiliki arti "daerah atau tanah yang terletak di antara sungai-sungai. Daerah-daerah yang terletak yang terletak di sepenjang sungai Eufrat dan Tigris merupakan daerah yang subur. Penduduk Mesopotamia termasuk bangsa Semit. Kira-kira tahun 3000 SM, bangsa Semit/Sumeria mendiami daerah Mesopotamia. Ada delapan bangsa yang pernah bermukim di Mesopotamia diantaranya yaitu, bangsa Sumeria, Akkadia, Assyria, Babylonia, Chaldea-Babylonia baru, Persia, Guti, Karssita dan Medes.

1. Mata Pencaharian
Pada mulanya penduduk Mesopotamia bekerja sebagai peternak dan berdagang. Namun setelah mendapatkan tanah yang subur, mereka mulai hidup dengan bertani. Daerah ini merupakan lalu lintas perdagangan yang strategis antara Laut Tengah dan Sungai Shindu. Dengan demikian aktivitas perdagangan di Mesopotamia sangat ramai. Begitu pula sistem pertanian dijalankan dengan baik dan sudah terdapat irigasi yang teratur, hasil utamanya yaitu gandum dan kapas.

2. Sistem Pemerintahan
Informasi mengenai sistem pemerintahan Mesopotamia ini bersumber dari bukunya Tarunasena, 2009;181. Pemerintahan di Mesopotamia berbentuk negara kota. Raja merangkap sebagai kepala negara. Kronologis bangsa-bangsa yang mendiami Mesopotamia sampai dengan tahun 323 SM yaitu sebagai berikut:
a. Bangsa Ubaidian 5000 – 4500 SM
b. Bangsa Sumeria I 3800 – 3200 SM
c. Bangsa Jamdet Nasr 3200 – 3000 SM
d. Bangsa Akkadia 2900 – 2250 SM
e. Bangsa Sumeria II 2250 – 2200 SM
f. Bangsa Guti 2200 – 2100 SM
g. Bangsa Amolia (Babilonia I) 1850 – 1600 SM
h. Bangsa Hittit 1600 – 1300 SM
i. Bangsa Asyria 1300 – 612 SM
j. Bangsa Khaldea (Babilonia II) 612 – 500 SM
k. Bangsa Persia 500 – 326 SM
l. Bangsa Yunani (Alexander the Great) 326 – 323 SM

Pada masa perkembangan Kota Ur, Bangsa Sumeria telah berbaur dengan bangsa asli dan membuat sebuah sistem pemerintahan serta mengembangkan sebuah kerajaan. Kerajaan Sumeria merupakan pemerintahan yang diperintah oleh badan kerajaan yang memperoleh hak tinggi dalam beberapa bidang, di antaranya bidang politik, agama, dan militer. Badan kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang yang dianggap menguasai daerah Sumeria dan diberi gelar dengan nama Lugal yang berarti raja.

3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Peradaban Mesopotamia disebut sebagai peradaban tinggi karena di Mesopotamia telah mengenal bahasa dan tulisan, tulisan yang dikembangkan menggunakan huruf paku. Tulisan dibuat bukan di atas kertas seperti di Mesir (papirus), tetapi dengan jalan menekan tanah liat (soft clay) oleh alat sederhana yang disebut a square tipped (ujung bambu persegi).

Pada masa ini juga sudah mengenal sistem penanggalan dan pembagian waktu. Pengetahuan tentang waktu sangat mereka butuhkan untuk kepentingan perdagangan dan pertanian, sehingga mereka akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menanam dan berdagang.

Bangsa Sumeria telah membangun kota dengan tata kota yang rapi dan tiap bangunan menggunakan model Zigurat. Selain itu, bangsa Sumeria sangat terampil dalam pengolahan logam untuk dibuat peralatan pembuatan senjata. Bangsa Sumeria telah mengenal ilmu hitung, lingkaran 360 derajat, dan bangunan dari tanah liat yang dikeringkan dengan panas matahari. Bangsa Assyria pada masa Ashru Bhanifal telah membuat perpustakaan tertua di dunia. Dibangunnya perpustakaan merupakan suatu ciri kepedulian seorang pemimpin akan pentingnya ilmu pengetahuan. Begitu juga Bangsa Khaldea pada masa kerajaan Babylonia Baru berhasil membangun taman Gantung yang merupakan salah satu keajaiban dunia.

4. Hukum
Kitab Undang-Undang Hammurabi (Condex Hammurabi) merupakan undang-undang yang diberlakukan pada masa ini. Peradaban Mesopotamia pada akhirnya beralih kepada Islam setelah jatuhnya Persia ke tangan kaum muslim Arab. Menurut Lothrop Stoddard, akan terbentuk dunia baru yaitu dunia Islam.


C. Peradaban Yunani Kuno

Yunani terletak di ujung selatan jazirah Balkan yang menjorok ke Laut Tengah. Bentuknya menyerupai jari-jari tangan yang dijulurkan ke Laut Tengah, hal ini disebabkan tanah tersebut terdiri atas ujung-ujung tanah yang menjulur ke laut dan teluk di antaranya yang menjorok ke darat. Suku bangsa Yunani terdiri atas suku bangsa Doria, Aeolia, Acholia, dan Ionia. Di antara keempat suku bangsa ini, bangsa Ionia yang paling maju. Dari nama Ionia inilah lahir nama Yunani.

1. Mata Pencaharian
Berbeda dengan daerah Lembah Sungai Nil, Huang Ho, Indus, dan Eufrat, Yunani lahir dan berkembang di tanah yang kering. Namun karena terletak di daerah Laut Tengah, maka iklim mediterania yang sejuk sangat mendominasi wilayah Yunani. Masyarakat Yunani bisa menanam tanaman khas Laut Tengah seperti zaitun dan anggur. 

Bangsa Yunani juga terkenal dengan perdagangannya, sehingga mereka berkenalan dengan kebudayaan Mesir di Afrika Utara, Palestina, Syiria, serta Mesopotamia di Asia. Mereka menjadi perantara kebudayaan-kebudayaan daerah ini. Pulau Kreta merupakan jembatan antara tiga benua dan pusat-pusat kebudayaan lama, yaitu Afrika Utara (Mesir), Asia Barat (Funisia), dan Eropa Selatan (Yunani).

2. Sistem Pemerintahan
Pada masa Yunani Kuno terdapat fase pembentukan negara-negara kota (Polis) yang berlangsung 1000-800 SM. Berikut ini merupakan beberapa polis-polis yang terbentuk pada masa Yunani Kuno.

a. Athena
Athena merupakan Polis yang menerapkan sistem Demokrasi. Sistem itu diperkenalkan oleh Solon (638 SM-559 SM). Dengan sistem itu, kekuasaan berada di tangan dewan rakyat. Pelaksanaan pemerintahan dilakukan oleh sembilan orang Archon yang setiap tahun diganti. Para Archon diawasi oleh Aeropagus (Mahkamah Agung) yang para anggotanya berasal dari mantan anggota Archon.

b. Spartha
Pemerintahan Spartha didasari oleh pemerintahan yang bergaya militeristik. Pola ini diperkenalkan oleh Lycurgus tahun 625 SM. Pemerintahan dipegang oleh dua orang raja, sementara pelaksana tertinggi dipegang oleh suatu dewan yang bernama Ephor yang terdiri dari lima orang. Setiap Ephor memiliki dewan tua yang berusia lebih dari 60 tahun, yang bertugas untuk mempersiapkan UU yang diajukan kepada dewan rakyat (perwakilan dari semua warga kota). Para pemuda yang terseleksi secara fisik dan mental, dijadikan tentara.

3. Ilmu Pengetahuan
Pada masa Polis Athena banyak bermunculan Filosof yang terkenal di antaranya;

a. Tahles
Dikenal dengan perhitungannya mengenai gerhana, menghitung ketinggian piramida dan menghitung bayangan. Dengan demikian ia terkenal sebagi ahli dibidang matematika.

b. Pytagoras
Ia juga terkenal sebagai ahli di bidang matematika.

c. Heraclitus
Seorang filosof yang mengembangkan pemikiran tentang logika

d. Socrates 
Filosof ini mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa manusia dan lingkungannya merupakan subjek untuk mendapatkan pengetahuan tentang kebenaran.

e. Plato
Seorang filosof yang berpendapat bahwa sumber kekuasaan adalah pegnetahuan. Selain itu, ia juga berpendapat bahwa orang bisa berperilaku baik jika ia telah mempunyai persepsi perilaku apa yang disebut baik dan jahat.

f. Aristoteles
Filosof ini mengembangkan ajaran tentang politik dan etika. Menurut Aritoteles, pada dasarnya setiap manusia memiliki hak yang sama yang harus diakui. Kebahagian menurut Aristoteles adalah terpenuhinya semua kebutuhan kita. Di bidang logika, Aristoteles mengembangkan silogisme.

Dan masih banyak lagi pemikir atau filosof pada masa Athena.

4. Peninggalan Kebudayaan
Seni pahat dan bangunan menjadi salah satu kebanggaan Yunani masa lalu dan sekarang. Peninggalan-peninggalanya dibangun dengan gaya arsitektur yang tinggi juga kokoh, misalnya Acropolis yang dibangun pada masa peradaban Mycenae, Epidaurus (gedung kesenian) Kuil Pathenon (Kuil Dewi Athena), Kuil Erectheum. 


Karya sastra yang ditulis lebih banyak menceritakan tentang perjuangan (heroik), seperti Homerus yang mengarang Illyas (penyerbuan ke Troya, sekitar tahun 11194 SM) dan Odyssea (pengembaraan Odyssea setelah perang Troya), cerita perang Yunani dan Persia karya Herodotus dan cerita tentang perang Sparta dan Athena karya Thuchydiades.

5. Kepercayaan
Bangsa Yunani percaya kepada banyak dewa (polytheisme). Dewa tertingginya Zeus yang berkedudukan di gunung Olympus. Dewa-dewa lainnya, seperti Minerva (putri Zeus sebagai dewi ilmu pengetahuan), Aphrodite (dewi kecantikan), Apollo (dewa penyair dan peramal), serta Aries (dewa perang). Tiap empat tahun sekali diadakan pesta olah raga di kota Olympia untuk menghormati dewa Zeus. Cabang olah raga yang dilombakan atletik, gulat, dan tinju.


D. Peradaban Romawi Kuno

Peradaban Romawi ini terletak di pegunungan Alpenina, Italia. Di Pegunungan Apenina ini ditemukan pula tambang-tambang mineral yakni emas, bijih besi, tembaga, batu pualam dan marmer. Malah, marmer yang dihasilkan merupakan jenis yang berkualitas tinggi dan sangat baik untuk bahan bangunan. 

Bangsa Romawi mempercayai bahwa kata "Romawi" berasal dari nama kakek moyang mereka, yaitu Remus dan Romulus. Keduanya merupakan anak dari Rhea Silva, salah satu keturunan Aeneas (pahlawan Perang Troya), semasa kecil mereka disusui dan dibesarkan oleh seekor serigala. 

1. Mata Pencaharian
Lembah pegunungan Apenina merupakan lahan-lahan yang subur dan cocok untuk dijadikan sebagai lahan pertanian, oleh karena itu masyarakat yang tinggal di sana memiliki mata pencaharianya sebagai petani gandum, jagung dan sayur-sayuran. Selain itu mereka juga sebagai penambang sumber daya alam seperti emas, biji besi, dan tembaga. Pendapat lain mengatakan bahwa penduduk asli Romawi mendapatkan makanan dengan cara bertani, berburu dan mencari ikan.

2. Sistem Pemerintahan
Sejarah pemerintahan bangsa Romawi terbagi menjadi tiga periode yaitu, masa Kerajaan, masa Republik dan Kekaisaran.

a. Masa atau periode kerajaan (756-510 SM)
Pada masa kerajaan, Roma dipimpin seorang raja yang didampingi oleh senante (wakil-wakil dari para suku di sekitar Roma). Pada masa itu struktur masyarakat Roma terdiri dari dua, yaitu Patricia (warga Roma asli) dan Plebeyer (para pendatang yang kebanyakan hidup miskin). Raja Roma haruslah berasal dari warga Roma asli. Seorang raja Roma bernama Tarvininus diturunkan oleh senat karena merupakan orang Etruskia.

b. Masa atau periode republik (519-31 SM)
Pada masa republik, Roma dipegang oleh 2 orang konsul, yang dipilih oleh senat, tiap konsul itu memiliki tugas masing-masing. Konsul pertama bertugas dalam masalah hukum dan ekonomi, sedangkan konsul yang kedua memegang urusan pertahanan. Pada masa darurat, jumlah konsul hanya satu orang yaitu seorang diktaktum.

c. Masa Kekaisaran
Dilantiknya seseorang yang bernama Octavianus menjadi kaisar (penguasa tunggal) menjadikan bentuk pemerintahan Romawi menjadi kekaisaran. Octavianus adalah kaisan yang pertama. Keadaan negara pada masa ini dinamakan Pax Romana, artinya Roma yang damai. Octavianus memiliki kekuasaan tunggal atas Imperium Romawi yang memiliki kekuasaan absolut. Ia tidak hanya penguasa dalam bidang pemerintahan dan politik namun juga sebagai kepala agama.

3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Dari segi pembangunan bangsa Romawi telah menemukan pembuatan beton dan mendirikan bangunan berbentuk kubah. Selain itu, bangsa romawi juga sudah mengenal cara pembuatan jalan, saluran air gantung, dan tata kota.

Dari segi kemiliteran bangsa romawi sudah membentuk sistem organisasi dengan garis komando yang teratur yang dikenal dengan istilah-istilah sperti, legiun, divisi, dan lain-lain. Dalam bidang seni pahat, bangsa Romawi menyukai membuat pahatan objek benda berdasarkan yang dilihat.

Romawi juga terkenal dengan gaya arsitektural yang indah dan kekuatannya yang kokoh masih dapat ditemui di Itali, diantaranya adalah bangunan yang terkenal amphiteather di Coloseum, bangunan ini digunakan untuk mempertontonkan adu gladiator.

4. Sistem Kepercayaan
Terdapat dua perkembangan mengenai kepercayaan bangsa Romawi, yaitu;

a. Animisme
Pada awalnya bangsa romawi percaya dengan adanya kekuatan roh. Kekuatan roh ini berhubungan dengan rumah tangga, di antaranya; Leres, roh penjaga ladang. Penates, penjaga gudang. Janus, penjaga pintu rumah. Vesta, penjaga api. Lares familiaris, penjaga rumah.

b. Polytheisme
Masuknya kebudayaan Yunani dan Etrusci, bangsa romawi berubah menjadi percaya adanya dewa-dewa. Dewa-dewa yang disembah oleh bangsa Romawi hampir sama dengan dewa-dewa bangsa Yunani namun dengan nama yang berbeda, contohnya Yupiter (dewa tertinggi), Mars (dewa perang), Venus (dewi kecantikan), Neptunus (dewa laut) dan lain-lain.

Itulah beberapa peradaban awal masyarakat di dunia yang dapat kami sampaikan. Sebenarnya masih banyak sekali informasi-informasi yang belum kami sampaikan terkait dengan peradaban-peradaban di atas. Mungkin di lain waktu, kami akan membahasnya satu persatu atau per peradaban dalam satu artikel. Semoga bermanfaat dan jika terdapat kesalahan, silahkan pembaca untuk menyampaikannya di kolom komentar.

Artikel Terkait:
Pengaruh Peradaban Awal Masyarakat di Dunia Terhadap Peradaban Indonesia

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah