[ADS] Top Ads

Pengertian Periodisasi dan Kronologi Sejarah Berserta Contohnya

Pengertian Periodisasi dan Kronologi Sejarah

Pengertian Periodisasi Sejarah

Secara bahasa "periodisasi sejarah" terdapat dua kata yaitu "periodisasi" dan "sejarah". Periodisasi berasal dari kata "periode atau periodi" kemudian mendapat imbuhan "sasi", maka menjadi kata "periodisasi" yang artinya adalah membagi atau memperiodekan. Lalu sejarah sendiri memiliki arti history atau masa lampau. Jadi secara bahasa, periodisasi sejarah adalah membagi masa yang telah terjadi.


Dalam bukunya Dwi Ari Listiyani (2009) menyebutkan bahwa, pengertian periodisasi atau pembabakan waktu adalah salah satu proses strukturisasi waktu dalam sejarah dengan pembagian atas beberapa babak, zaman, atau periode. Peristiwa-peristiwa masa lampau yang begitu banyak dibagi-bagi dan dikelompokkan. Dalam bukunya Wardaya yang berjudul Cakrawala Sejarah (2009:6) menyebutkan bahwa, periodisasi diartikan sebagai pembabakan waktu yang dipergunakan untuk berbagai peristiwa.

Dari kedua pengertian di atas sepertinya berbeda, akan tetapi mengandung inti yang sama yaitu, membagi sejarah menjadi beberapa periode. Seperti yang sudah disebutkan di atas, sejarah merupakan peristiwa-peristiwa masa lampau yang begitu panjang. Maka dari itu, agar kita mudah untuk mempelajarinya, maka diadakannya periode atau pembabakan masa lampau. Seperti ketika kita bermain sepak bola. Untuk mempermudah pertandingan sepak bola berjalan dengan baik, maka harus diadakan yang namanya pembagian babak (babak penyisihan, babak semi final, dan babak final).

Demikian juga ketika seumpamanya kita belajar tentang Sejarah Kepresidenan Negara Indonesia, maka akan dibagi menjadi beberapa babak atau periode. Pertama adalah periode presiden Ir. Sukarno atau Bung Karno, kedua, periode presiden Pak Suharto, ketiga periode Pak Habibi, dan seterusnya sampai presiden yang terakhir. Itulah contoh mudah mengenai periodisasi sejarah. Dari sejarah kepresidenan Indonesia yang dibagi menjadi beberapa periode. Maka dari itu, kesimpulan dari pengertian periodisasi dalam sejarah adalah pembagian peristiwa-peristiwa di masa lampau yang sesuai dengan fakta atau bukti-bukti sejarah.

Masih bingung dan belum paham dengan pengertian periodisasi sejarah?

Jika jawabannya "Ya", maka akan saya sederhanakan bahasa penyampaiannya.

Oke.... Dia atas sudah disebutkan bahwa periodisasi adalah satu proses strukturalisasi waktu dalam sejarah dengan pembagian atas beberapa babak, zaman, atau periode.

Begini, proses strukturalisasi waktu adalah mengurutkan atau memposisikan waktu suatu kejadian dari yang paling pertama terjadi sampai akhir suatu kejadian. Waktu yang diurutkan merupakan kejadian yang berlangsung sangat lama. Jadi peristiwa yang berlangsung sangat lama tersebut dibagi menjadi beberapa periode sesuai dengan urutan waktu terjadinya suatu sejarah.


Contoh Periodisasi Dinasti Cina. Sejarah Dinasti Cina mengalami rentang waktu yang begitu panjang, sehingga perlu adanya periodisasi.

Kembali pada pengertian periodisasi, adalah proses pembagian waktu yang amat panjang dan diurutkan sesuai dengan waktu kejadiannya. Dinasti Cina yang mengalami rentang waktu sangat panjang dibagi atau diperiodekan dari periode Dinasti Shang-periode Dinasti terakhir yaitu, Dinasti Manchu.

Pengertian Kronologi Dalam Sejarah

Jika periodisasi sejarah membagi peristiwa-peristiwa masa lampu, maka "kronologi sejarah" hanya akan membagi satu peristiwa sejarah sesuai dengan urutannya. Semisal jika kita mendengar acara berita di TV yang menceritakan kronologi kejadian yang telah lampau, seperti kronologi reka ulang pembunuhan di TKP yang diadakan oleh pihak kepolisian. Dari awal rencana pembunuhan sampai terjadinya pembunuhan diperagakan ulang oleh pelaku pembunuhan. Hal semacam ini juga termasuk dalam kronologi sejarah yang disebut dengan kronologi pembunuhan.


Dari keterangan di atas menunjukan bahwa pengertian kronologi sejarah adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu terjadinya.

Kronologi dalam peristiwa sejarah dapat membantu merekonstruksi kembali suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu secara tepat, selain itu dapat juga membantu untuk membandingkan kejadian sejarah dalam waktu yang sama di tempat berbeda yang terkait peristiwanya (Wardaya, Cakrawala Sejarah, 2009:12).

Contoh Periodisasi dan Kronologi Dalam Sejarah

Baik, setelah mempelajari pengertian periodisasi dan kronologi sejarah, selanjutnya untuk lebih jelasnya perlu adanya contoh yang lebih detail. Karena contoh yang disebutkan tadi adalah contoh mudahnya saja. Akan tetapi, sebelum membaca contoh dari periodisasi dan kronologi sejarah alangkah baiknya mengulang kembali pengertian periodisasi dan kronologi dalam sejarah jika belum benar-benar memahami pengertian sejarah, pengertian periodisasi sejarah, dan pengertian kronologi sejarah.

Contoh Periodisasi Sejarah

Seperti yang telah disebutkan tadi bahwa pengertian periodisasi adalah pembabakan waktu yang dipergunakan untuk berbagai peristiwa. Atau bisa juga periodisasi adalah pembabakan dalam sejarah berdasarkan kurun waktu (Hendrayana, Sejarah, 2009:12). Dengan demikian contoh mudahnya adalah Sejarah Kepresidenan Indonesia yang dibagi menjadi beberapa periode.
  1. Dr. Ir. H. Soekarno 1945-1967
  2. H. M. Soeharto 1967-1998
  3. Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ. Habibie) 1998-1999
  4. Dr. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) 1999-2001
  5. Dr. Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarno putri (Megawati Soekarno Putri) 2001-2004
  6. Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono 2004-2014
  7. Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) 2014-2019
  8. Dan Seterusnya


Contoh Periodisasi Pertumbuhan Anak

Adapun Hendrayana dalam bukunya yang berjudul "Sejarah" menyebutkan bahwa:

"Periodesasi sejarah dilakukan oleh setiap masyarakat, bangsa, dan negara di dunia. Namun, setiap bangsa dimiliki periodisasi yang berbeda, berdasarkan cara bangsa tersebut memandang rentang-waktu yang ada dalam sejarah mereka. Periodesasi sejarah Indonesia tentu tak sama dengan periodesasi sejarah Malaysia, misalnya, meski dua negera tersebut berdekatan dan pernah diduduki Portugis dan Inggris. Begitu pula periodesasi sejarah India akan berbeda dengan periodesasi Mesir." (Hendrayana, Sejarah, 2009:12).

Maka dari kutipan di atas, Hendrayana memberikan contoh periodisasi Dinasti-Dinasti di China.
Contoh Periodisasi Dinasti-dinasti di China
  1. Dinasti Shang 1766 SM-1122 SM
  2. Dinasti Chou 1122 SM-255 SM
  3. Dinasti Chin 255 SM-205 SM
  4. Dinasti Han 205 SM-211 SM
  5. Dinasti Tang 618-907
  6. Dinasti Sung 960-1279
  7. Dinasti Mongol 1279-1369
  8. Dinasti Ming 1368-1642
  9. Dinasti Manchu 1644-1911

Itulah contoh periodisasi sejarah yaitu mengenai contoh periodisasi sejarah kepresidenan Indonesia dan Contoh Periodisasi Dinasti-Dinasti di China. Setelah itu, lanjut pada contoh kronologi dalam sejarah.

Contoh Kronologi Dalam Sejarah

Sebelum memulai contoh dari pada kronologi dalam sejarah, alangkah baiknya jika kita simak terlebih dahulu pendapat Hendrayanan dalam bukunya yang berjudul Sejarah (2009).

"Kronologi sejarah berkaitan dengan periodesasi sejarah. Kronologi sejarah diperlukan karena dalam peristiwa-peristiwa sejarah terdiri berbagai jenis dan bentuk yang berbeda. Setiap peristiwa perlu diklasifikasi berdasarkan jenis dan bentuk peristiwanya. Persitiwa-peristiwa yang telah diklasifikasikan itu lalu disusun secara runut berdasarkan waktu kejadian berlangsung. Secara runut di sini berarti masing-masing peristiwa tersebut disusun dari masa yang paling awal hingga masa yang paling akhir." (Hendrayana, Sejarah, 2009:13).

Kembali pada pengertian kronologi sejarah, inti dari pengertian kronologi sejarah adalah mengurutkan suatu peristiwa sejarah sesuai dengan waktu terjadinya, contoh yang sudah disebutkan adalah "kronologi terjadinya tindak kriminal". Adapun secara detail contoh kronologi sejarah adalah sebagai berikut:


Contoh kronologi sejarah kepresidenan Pak Soeharto (kronologi Pak Soeharto mengudurkan diri kekuasaan kepresidenan):
  1. 12 Mei Tragedi Trisakti, 4 Mahasiswa Trisakti terbunuh.
  2. 13 Mei Kerusuhan Mei 1998 pecah di Jakarta. Kerusuhan juga terjadi di kota Solo. Soeharto yang sedang menghadiri pertemuan negara-negara berkembang G-15 di Kairo, Mesir, memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sebelumnya, dalam pertemuan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Kairo, Soeharto menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden. Etnis Tionghoa mulai eksodus meninggalkan Indonesia.
  3. 14 Mei Demonstrasi terus bertambah besar hampir di seluruh kotakota di Indonesia, demonstran mengepung dan menduduki gedung-gedung DPRD di daerah.
  4. 18 Mei Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar, Harmoko, meminta Soeharto untuk turun dari jabatannya sebagai presiden.
  5. 19 Mei Soeharto berbicara di TV, menyatakan dia tidak akan turun dari jabatannya, tetapi menjanjikan pemilu baru akan dilaksanakan secepatnya. Beberapa tokoh Muslim, termasuk Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid, bertemu dengan Soeharto.
  6. 20 Mei Harmoko mengatakan Soeharto sebaiknya mengundurkan diri pada Jumat 22 Mei, atau DPR/MPR akan terpaksa memilih presiden baru. Sebelas menteri kabinet mengundurkan diri, termasuk Ginandjar Kartasasmita, milyuner kayu Bob Hasan, dan Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin.
  7. 21 Mei Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 9.00 WIB Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru Indonesia.
(Sumber: Buku Sejarah Hendrayana, Sejarah, 2009:13-14)

Itulah contoh dari periodisasi dan kronologi dalam sejarah. Selanjutnya adalah manfaat dari periodisasi dan kronologi sejarah.

Manfaat atau Tujuan Periodisasi dan Kronologi Sejarah

Mempelajari sejarah haruslah mengetahui manfaat sejarah. Karena jika kita mempelajari sejarah, tanpa mengetahui manfaat dari sejarah, maka kita sulit untuk mengambil hikmah dibalik sejarah itu sendiri. Manfaat sejarah begitu penting dan banyak manfaatnya. Begitu juga dengan manfaat dari periodisasi dan kronologi sejarah. Percuma jika kita belajar sejarah tetapi kita tidak mengetahui manfaat dari mempelajari sejarah, begitu juga dengan manfaat dari periodisasi dan kronologi sejarah. Percuma jika kita hanya mempelajarinya tanpa mengetahui manfaatnya.

Mungkin dalam benak kita terdapat pertanyaan "mengapa harus ada periodisasi dan kronologi dalam sejarah?". Nah pertanyaan itu akan terjawab setelah kita mempelajari manfaat dari periodisasi dan kronologi sejarah. Berikut ini adalah beberapa manfaat atau tujuan dari diadakanya periodisasi dan kronologi sejarah yang bersumber dari buku paket sejarah kelas 10 karangan dari Dwi Ari Listiyani yang diterbitkan oleh departemen pendidikan (2009, halaman:9-10):

Melakukan Penyederhanaan

Gerak pikiran dalam usaha mengerti ialah melakukan penyederhanaan. Begitu banyaknya peristiwa-peristiwa sejarah yang beraneka ragam disusun menjadi sederhana, sehingga mendapatkan ikhtisar yang mudah dimengerti.

Memudahkan Klasifikasi Dalam Ilmu Sejarah

Klasifikasi dalam ilmu alam meletakkan dasar pembagian jenis, golongan suku, bangsa, dan seterusnya. Klasifikasi dalam ilmu sejarah meletakkan dasar babakan waktu. Masa lalu yang tidak terbatas peristiwa dan waktunya dipastikan isi, bentuk, dan waktunya menjadi bagian-bagian babakan waktu.

Mengetahui Peristiwa Sejarah Secara Kronologis

Menguraikan peristiwa sejarah secara kronologis akan memudahkan pemecahan suatu masalah. Ahli kronologi menerangkan pelbagai tarikh, atau sistem pemenggalan yang telah dipakai dipelbagai tempat dan waktu, memungkinkan kita untuk menerjemahkan pemenggalan dari satu tarikh ke tarikh yang lain.

Memudahkan Pengertian

Gambaran peristiwa-peristiwa masa lampau yang sedemikian banyak itu dikelompok-kelompokkan, disederhanakan, dan diikhtisarkan menjadi satu tatanan (orde), sehingga memudahkan pengertian.

Untuk Memenuhi Persyaratan Sistematika Ilmu Pengetahuan

Semua peristiwa masa lampau itu setelah dikelompokkan antara motivasi dan pengaruh peristiwa itu kemudian disusun secara sistematis. Untuk point yang ke lima ini masih ada kaitanya dengan sejarah sebagai ilmu.

Jadi, tujuan diadakannya periodisasi ialah untuk mengadakan tinjauan menyeluruh terhadap peristiwa-peristiwa dan saling hubungannya dengan berbagai aspeknya. Pelaksanaan periodisasi yang paling mudah ialah dengan pembabakan yang disusun berdasarkan urutan abad. Akan tetapi, periodisasi yang demikian mempunyai kelemahan tidak mengungkapkan corak yang khas zaman-zaman yang ditinjau.

Perbedaan Periodisasi dan Kronologi

Mungkin dari kalian ada yang masih bingung perbedaan antara periodisasi dan kronologi sejarah. Maka dari itu akan kami bahas perbedaannya.

Ditinjau dari pengertiannya.
Periodisasi adalah proses strukturalisasi waktu dalam sejarah dengan pembagian atas beberapa babak, zaman, atau periode. Sedangkan kronologi adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu terjadinya.

Dari pengertian tersebut ada beberapa perbedaan.

Pertama, rentang waktu.
Jika pada periodisasi, rentang waktu sejarah yang dibagi sangat panjang, seperti sejarah dinasti cina. Dinasti cina yang berlangsung sangat lama dibagi menjadi beberapa periode.

Sedangkan kronologi hanya mencakup satu peristiwa saja yang di dalam peristiwa tersebut juga terdapat peristiwa penting lainnya.

Contoh kronologi kecelakaan. Maka kronologi hanya membahas peristiwa penting dalam kecelakaan tersebut. Misalnya peristiwa tabrakan sepeda motor, maka yang dibahas hanya seputar peristiwa itu saja, seperti sebab mengapa terjadi kecelakaan diceritakan sampai terjadi kecelakaan.

Itulah pelajaran yang dapat disampaikan mengenai pengertian dan kronologi sejarah, contoh periodisasi dan kronologi sejarah, serta tujuan periodisasi dan kronologi sejarah. semoga bermanfaat.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah