-->

[ADS] Top Ads

Kisah Nabi Saleh AS dan Unta Yang Terlahir Dari Batu

Kisah Nabi Saleh asKisah Nabi Saleh AS - Di daerah yang bernama al-Hijir terdapat suatu kaum yang bernama kaum Tsamud. Tempat itu terletak antara Syam dan Hijaz. Mereka adalah bekas jajahan kaum Add yang telah binasa karena tidak mengindahkan dakwah Nabi Hud AS dan tetap menyembah berhala. Kaum Add terdapat pada kisah Nabi Hud AS yang berjuang untuk mmengemban risalah Allah SWT sebelum Nabi Saleh AS.


Sekilas Gambaran Kaum Nabi Saleh AS


Kaum Tsmaud adalah nama salah satu kaum yang mempunyai kepercayaan dan kebiasaan meyembah berhala. Mereka mempercayai bahwa tuhan (berhala) yang mereka sembah dapat memberikan kebahagiaan dan ketentraman. Mereka juga meyakini bahwa tuhan yang mereka sembah dapat menolak mara bahaya. Pemujaan-pemujaan terhadap berhala-berhala yang mereka sembah salah satunya dengan megorbankan binatang ternak mereka.

Kaum Tsamud telah mewarisi tanah yang subur dari kaum Add yang telah binasa. Hasil panen mereka melimpah, baik dari buah-buahan sampai tanaman yang menghasilkan makanan pokok mereka. Mereka hidup tentram dan bahagia. Mereka menganggap bahwa, kekayaan hasil bumi dan kesejahteraan yang mereka rasakan kekal baik bagi dirinya dan keturunan mereka. Kaum Tsamud tidak berfikir lebih jauh dari mana kebahagiaan dan kesejahteraan berasal.


Dakwah Nabi Salaeh AS Kepada Kaum Tsamud


Sebagaimana sunnatullah yang telah berlaku bagi kaum-kaum terdahulu bahwa, Allah SWT tidak akan memberikan adzab kepada suatu kaum sebelum adanya peringatan dan khabar yang benar. Khabar yang menginformasikan bahawa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, bukan berhala-berhala yang dipahat oleh mereka sendiri. Dan peringatan bagi mereka yang tidak mengesakaan dan menyembah Allah SWT semata.

Maka dari itu, Allah SWT mengutus seorang Nabi dan Rasul kepada kaum Tsamud untuk mengemban amanah atau ajaran untuk mengesakan Allah SWT. Nabi Saleh AS adalah salah satu Nabi yang ditugaskan untuk memberi petunjuk kepada kaum Tsamud yang telah melenceng dari ketahuidan. Selain itu, Nabi Saleh AS menyerukan bahwa, tanah, tetumbuhan, hewan-hewan ternak, bumi, langit dan alam semesta merupakan ciptaan Allah SWT. Tiada mungkin seluruh alam semesta yang ada terjadi begitu saja tanpa ada yang menciptakanya.

Nabi Saleh AS juga merupakan bagian dari kaum Tsamud. Allah SWT mengutus seorang Nabi dari kaumnya sendiri yang merupakan keluarga dari suku terhoramat, terkenal dengan ketengkasanya, serta rendah hati.

Nabi Saleh AS, memberikan petunjuk bahwa Beliau adalah bagian dari keluarga, saudara, serta terlahir di kalangan suku mereka. Saya, kata Nabi Saleh AS, mengharapkan kebaikan dan kebajikan bagi mereka (kaum Tsamud) dan tidak sekali-kali menjerumuskan mereka ke dalam hal-hal yang dapat membahayakan serta merugikan mereka. Apalagi hal-hal yang membawa kesengsaraan dan kebinasaan. 

Beliau menerangkan bahwa, Ia adalah utusan Allah SWT, Dialah (Allah) Tuhan yang wajib disembah dan dipuja. Dan apa yang telah diajarkan olehnya adalah amanah dari Allah SWT. Hal itu adalah untuk kebaikan baik kehidupan di dunia dan di akherat atau kebaikan di saat kehidupan di bumi dan kebaikan saat sesudah kematian mereka. Nabi Saleh AS mengharapkan agar kaum Tsamud memikirkan dan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh apa yang telah Ia sampaikan.

Dan yang paling peting adalah meninggalkan berhala-berhala yang mereka sembah dan mereka puja. Sembahlah Allah SWT semata, karena Dialah Dzat yang menciptakan alam semesta termasuk manusia itu sendiri.

Mendengar perkataan Nabi Saleh AS, kaum Tsamud menjadi heran. Lalu berkatalah dari golongan kaum Tsamud "wahai Saleh, kami mengenalmu bahwa engkau adalah orang yang pandai, tangkas dan cerdas, serta engkau mempunyai fikiran yang tajam dan dari pertimbangan-pertimbanganmu selalu tepat. Engkau mempunyai sifat-sifat yang baik dan kami melihat tanda-tanda kebijaksanaan pada dirimu. Kami pun menginginkan engkau suatu saat menjadi pemimpin kami.

Akan tetapi harapan kami menjadi sirna karena engkau telah menyerukan agar kami meninggalkan kepercayaan dan adat istiadat yang diwariskan turun-temurun dari nenek moyang kami. Bahkan kamu menyuruh kami untuk meninggalkan persembahan kami, agama yang telah diwariskan oleh nenek moyang kami. Agama yang telah ada sejak kami lahir. Kami sekali-kali tidak akan meninggalkan kepercayaan kami hanya karena seruanmu itu. Dan kami meragukan kenabianmu, kami pun tidak ingin mendurhakai nenek moyang kami yang telah mewariskan kepercayaan kepada kami.

Nabi Saleh AS memperingatkan mereka dengan memberikan contoh-contoh kaum terdahulu yang telah binasa karena tidak mau mengikuti ajaka Nabi-Nabi terdahulu. Mereka, kaum yang telah menentang ajakan Nabi terdahulu ditimpa adzab oleh Allah SWT. Dan hal yang serupa akan terjadi pada kaum Tsamud jika menentang ajakan atas seruan untuk meninggakan berhala dan menyembah Allah SWT yang telah memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan kepada mereka. Saya, Nabi Saleh AS berkata, tidak akan meminta imbalan apapun walaupun sedikit.

Dari sekian banyak kaum Tsamud, yang beriman dan menerima dakwah Nabi Saleh AS kebanyakan adalah orang-orang yang mempunyai setrata sosial yang lemah. Sedangkan sebagian besar dari mereka menolak ajakan Nabi Saleh AS, terutama orang-orang kaya dan mempunyai kedudukan tinggi pada status sosialnya.

Mereka yang menolak ajakan Nabi Saleh AS berkata "Wahai Saleh, kami merasa bahwa engkau terkena sihir sehingga kamu menjadi gila. Engkau mengajak kami untuk mempercayai hal yang tidak masuk akal. Engkau mengaku bahwa, kamu adalah seorang utusan Tuhanmu. Padahal ada orang-orang dari kami yang lebih patut untuk dipilih menjadi nabi dari pada engkau. Ucapanmu itu hanya bertujuan agar engkau mendapatkan kedudukan dan menjadi pemimpin dari kaum kami.

Jika kamu benar-benar waras, maka hentikanlah dakwahmu untuk meninggakan kepercayaan kami dan berhenti mencerca tuhan-tuhan kami. Kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sesembahan kami dan tidak akan mengikuti dakwahmu itu.

Nabi Saleh AS menjawab pernyataan kaum Tsamud "Aku sadah mengatakan kepada kalian bahwa, aku sekali-kali tidak akan meminta imbalan atau menginginkan kedudukan atas dakwahku ini. Aku hanya menyampaikan kebenaran dari Tuhanku dan hanya mengharapkan ridho dari Tuhanku semata. Bagaimana aku mengikutimu, Nabi Saleh AS melanjutkan perkataanya "sedangkan aku mendapat perintah untuk menyampaikan risalah dari Tuhanku dan aku telah memperoleh bukti-bukti kebenaran atas dakwahku.

Jangan sekali-kali kalian mengharapkanku untuk meyembah berhala-berhala itu dan melalaikan tugasku sebagai utusan. Dan siapakah yang akan menjamin keselamatanku dari adzab Tuhanku jika aku melakukan yang kalian katakan.

Setelah perdebatan itu terjadi, Nabi Saleh AS semakin giat dan terus berdakwah. Seruan dan ajakanya semakin mendapat perhatian orang-orang, terutama dari kaum yang berstatus sosial bawah. Hingga para pemuka kaum Tsamud menjadi murka dan ingin membendung dakwah Nabi Saleh AS. Mereka membendung dakwah Nabi Saleh AS dengan cara yang tidak masuk akal sebagai bukti bahwa Ia adalah seorang Nabi dan Rasul.


Onta Yang Keluar Dari Batu Di Balik Bukit


Nabi Saleh AS mengerti akan usaha dari kaum pembesar yang berusaha menghalangi dakwahnya. Jika Ia tidak memenuhi permintaan para pembesar kaum Tsamud, maka mereka tidak akan mengikuti dakwahnya dan para pengikut Nabi Saleh  AS yang telah tertarik dengan dakwahnya akan menjadi ragu atas Seruanya. Akan tetapi Nabi Saleh AS menerima tantangan itu (mendatangkan sesuatu yang tidak masuk akal) dengan syarat, jika Nabi Saleh AS berhasil memenuhi permintaan para pembesar kaum Tsamud, maka mereka harus mengikuti perkataanya.

Setelah syarat yang diajukan oleh Nabi Saleh AS disetujui oleh para pembesar kaum Tsamud, maka berdoalah Nabi Saleh AS kepada Allah SWT. Ia memohon kepada Allah SWT sang Maha Pencipta untuk mengeluarkan onta dari sebuah batu yang berada di balik sebuah bukit yang sebelumnya telah ditunjuk oleh pembesar kaum Tsamud.

Permohonan Nabi Saleh AS kepada Allah SWT ternyata dikabulkan. Tidak menunggu waktu lama, batu besar yang sebelumnya ditunjuk oleh pemuka kamu Tsamud tiba-tiba terbelah. Dan tercenganglah seluruh manusia yang hadir dalam peristiwa itu. Batu yang besar terbelah dengan sendirinya dan mengeluarkan seekor binatang onta betina. Dan sesuatu luarbiasa yang dimiliki oleh para Nabi disebut dengan Mu'jizat. 


Kisah Nabi Saleh as
Unta yang Keluar Dari Bogkahan Batu


Dengan menunjuk onta betina yang terlahir dari batu, Nabi Saleh AS berkata kepada seluruh kaum Tsamud yang hadir dalam peristiwa itu "Ini adalah onta milik Allah, biarkanlah ia hidup di bumi Allah SWT untuk mencari makan dan minum sendiri, jangan sampai ada yang mengganggu onta itu. Onta itu mempunyai jatah giliran untuk mendapatkan air minum sedangkan kalian dan hewan ternak kalian juga mempunyai jatah untuk mendapatkan air munum. Dan ketahuilah, Jika kalian mengganggu binatang ini, Allah SWT akan menurunkan adzab".

Dengan mu'jizat Nabi Saleh AS, kini rencana pembesar kaum Tsamud menjadi gagal. Rencana yang membuat Nabi Saleh AS kehilangan pengaruhnya dari orang-orang yang sudah tertarik dengan dakwahnya. Dan membuat ragu atas kenabian Nabi Saleh AS terhadap orang-orang yang beriman. Dan kini, karena Nabi Saleh AS berhasil membuktikan Kenabianya, orang-orang yang tertarik terhadap seruan Nabi Saleh AS menjadi semakin tertarik dan orang-orang yang beriman kepada Nabi Saleh AS menjadi bertambah yakin akan kebenaran yang Ia sampaikan.

Unta yang yang terlahir dari batu pun berkeliaran di manapun ia inginkan untuk mencari makan. Dan mencari minum pada saat yang telah ditentukan oleh Nabi Saleh AS tanpa ada yang mengganggunya. Hingga pada suatu hari, orang-orang kaya yang mempunyai banyak hewan ternak merasa dirugikan. Mereka menghasud orang-orang yang geram terhadap unta ajaib itu karena telah mencari makan dan minum sesuka hatinya.


Pembunuhan Terhadap Unta Ajaib Nabi Saleh AS


Hasutan orang-orang kafir dari kaum Tsamud kini menjadi topik yang hangat dan mempengaruhi orang-orang yang tidak beriman terhadap dakwah nabi Saleh AS. Persekongkolan di antara mereka pun terjadi. Mereka membuat rencana untuk membunuh unta yang terlahir dari batu itu. Munculah seorang janda kaya raya, ia menawarkan dirinya sendiri untuk menjadi milik orang yang dapat membunuh unta Nabi Saleh AS. Bahkan seseorang dari mereka menawarkan hadiyah yang menarik, jika ada orang yang berhasil membunuh unta itu, dia akan memberikan salah satu putrinya sebagai hadiahnya.

Rencana pembunuhan unta Nabi Sale AS telah terencana dengan matang. Mereka akhirnya mengutus dua pemuda yang bernama Mushada' Bin Muharrij dan Gudar Bin Salif serta tujuh orang yang ditugaskan untuk membantunya.

Hadiyah yang menggiyurkan itu pun membuat mereka bersembilan semangat. Disamping itu, jika mereka berhasil membunuh unta Nabi Saleh AS, mereka juga mendapat pujian dari kaum Tsamud yang tidak meriman kepada Nabi Saleh. Rencana itu pun dijalankan oleh sembilan orang yang telah ditunjuk oleh mereka. Kesembilan orang itu menunngu unta Nabi saleh AS di jalan yang biasa dilalui oleh unta tersebut dengan bersembunyi.

Dan benarlah, unta itu muncul dimana kesembilan orang itu menunggu. Dengan sebilah anak panah yang diluncurkan oleh Musadda' di bagian betisnya, terjatuhlah unta itu. Kemudian disusul dengan tikaman sebilah pedang yang dilancarkan oleh Guddar, maka matilah unta ajaib itu.

Setelah kematian unta Nabi Saleh AS, kembalilah mereka bersembilan ke Ibu Kota dan memberikan berita bahwa, unta itu telah berhasil dibunuh. Maka bergembiralah para pemuka kaum Tsamud yang telah merencanakan pembunuhan itu.


Adzab Yang Telah Dijanjikan


Dengan perasaan bangga dan senang, mereka yang telah berhasil membunuh unta Nabi Saleh AS kembali ke ibu kota. Mereka bagaikan orang-orang yang pulang dari peperangan dan mendapatkan kemenangan besar. Sesampainya di Ibu Kota, mereka dengan bangga mengabarkan keberhasilanya itu. Para penentang dakwah Nabi Saleh AS juga ikut bergembira mendengarkan berita itu. Mereka bersorak-sorai menyambut kedatangan pemuda-pemuda itu.

Kemudian mereka, para penentang seruan Nabi Saleh AS berkata "Wahai Saleh, unta yang engkau istimewakan telah mati dibunuh, datangkanlah apa yang telah engkau katakan ketika unta yang lahir dari batu itu diganggu, buktikan perkataanmu jika engkau termasuk orang-orang yang benar.

Lalu berkatalah Nabi Saleh AS "Aku sudah menyampaikan kepada kalian, jika unta itu diganggu maka Allah SWT akan menurunkan adzab untuk kalian. Maka dengan terbunuhnya unta itu, tunggulah saat dimana adzab turun untuk membinasakan kalian. Bersenang-senanglah selama tiga hari dan terimalah adzab yang telah dijanjikan Allah SWT di hari yang ke empat".

Dalam waktu tiga hari yang telah diberikan oleh Nabi Saleh AS, mereka para penentang dakwah tidak kunjung bertaubat. Akan tetapi dalam waktu tiga hari itu mereka gunakan untuk mengejek Nabi Saleh AS. Mereka mengejek Nabi Saleh AS dengan menantang agar adzab yang dijanjikan dipercapat.

Lalu Nabi Saleh AS memberikan peringatan kepada mereka yang telah mengejek Nabi Saleh AS bahwa, adzab akan turun menimpa mereka didahului dengan tanda-tanda. Pertama, ketika bangun dari tidur kalian akan mendapati muka kalian berwarna kuning, lalu berubah menjadi merah di hari yang kedua dan hitam pada hari yang ke tiga. Lalu pada hari yang ke empat kalian akan mendapati adzab yang telah Allah SWT janjikan.

Mendengar ancaman yang telah diberikan Nabi Saleh AS kepada kaum Tsamud yang tidak beriman, kesembilan pemuda yang telah membunuh unta Nabi Saleh AS merencanakan sesuatu. Mereka merencanakan untuk membunuh Nabi Saleh AS sebelum adzab Allah SWT menimpa mereka. Rencana itu sangat rahasia dan hanya kesembilan orang itu yang mengetahuinya. Hal tersebut dilakukan karena untuk menghindari tuntutan dari pihak keluarga Nabi Saleh AS.

Malam hari yang begitu sunyi telah tiba. Orang-orang yang merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Saleh AS telah beraksi. Mereka kini berada di depan kediaman Nabi Saleh AS. Tanpa diduga dan disangka-sangka, batu yang berukuran besar melayang tepat di kepala mereka. Batu itu tidak diketahui dari mana arah datanganya. Dan seketika itu mereka bersembilan terkapar dan tewas. Ternyata Allah SWT telah melindungi Nabi Saleh AS. Orang yang telah berjuang untuk menegakan kebenaran yang hakiki.


Kisah Nabi Saleh as


Satu hari sebelum Adzab Allah SWT datang, Nabi Saleh AS dan pengikutnya dengan izin Allah SWT berkesempatan untuk hijrah dari Hijjir menuju Ramlah, daerah yang berada di Negri Palestin. Sedangkan kaum Tsamud yang tidak mengindahkan dakwah Nabi Saleh AS binasa di waktu yang telah dijanjikan. Mereka ditimpa adzab berupa halilintar yang menyambar dan diiringi dengan bencana gempa bumi yang dahsyat.


Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah