-->

[ADS] Top Ads

Kisah Nabi Ibrahim AS Tidak Mempan Dibakar Api

Kisah Nabi Ibrahim AS Tidak Mempan Dibakar Api
Kisah Nabi Ibrahim AS
Kisah Nabi Ibrahim AS - Beliau adalah salah satu dari 25 Nabi dan Rasul yang diutus untuk berdakwah, mengajarkan agama ketauhidan yaitu, agama yang mengesakan Allah SWT. Hanya Dialah satu-satunya Tuhan yang berhak untuk disembah dan tiada sekutu bagi-Nya. Nabi Ibrahim AS masih dalam keturunan Nabi Nuh AS. Adapun kata "Ibrahim" berasal dari dua kata yang dijadikan satu yaitu (Abu dan Rahim), yang artinya bapak penyayang. Baiklah, mari kita simak kisah Nabi Ibrahim AS yang tidak mempan dibakar api.

Keadaan Masyrakat Kerajaan Babylon

Di sebuah kerajaan yang bernama Babylon terdapat sebuah daerah yang dikenal dengan sebutan Faddam A'ram. Daerah itu (Faddam A'ram) masih termasuk dalam kekuasaan kerajaan Babylon yang pada saat itu masih diperintah oleh seorang raja yang bernama Namrud bin Kan'aan. Kerajaan Babylon tergolong daerah yang makmur, masyarakatnya sejahtera dan berkecukupan. Fasilitas-fasilitas yang berguna untuk menunjang pertumbuhan fisik mereka pun terpenuhi. Sehingga kebanyakan dari masyarakat Babylon mempunyai pertumbuhan fisik yang baik dan kuat.

Memang, dari segi fisik masyarakat Babylon termasuk masyarakat Faddam A'ram mempunyai pertumbuhan fisik yang sangat baik, akan tetapi jika ditinjau dari segi rohani, masyarakat Babylon pada saat itu semuanya masih dalam taraf jahiliyah. Mereka tidak mengenal Allah SWT dan masih menyembah berhala-berhala. Sebagian besar masyarakat Babylon mempunyai pencaharian sebagai pemahat patung dan kemudian dijual kepada penduduk sekitar. Anehnya, patung-patung yang telah selesai dipahat dan telah laku dijual, pemilik dari patung itu menyembahnya.

Ada suatu kebiasaan dalam masyarakat Babylon yaitu, ketika mereka selesai menyembah berhala-berhala lalu mereka keluar dari tempat peribadatan mereka. Namun sebelum benar-benar keluar dari tempat peribadatan, mereka selalu membeli patung kecil untuk disimpan dan disembah ketika berada dirumah. Tempat peribadatan itu terdapat banyak sekali berhala-berhala dan yang paling dipuja adalah berhala yang berukuran paling besar.


Kemunculan Seorang Nabi

Ditengah-tengah masyarakat kerajaan Babylon yang mempunyai kepercayaan menyembah berhala, lahirlah seorang Nabi yang bernama Ibrahim. Dia adalah putra dari seseorang ayah yang bernama Aazar (Tarih) bin Tahur bin Saruj bin Rau' bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh AS. Ayah Nabi Ibrahim AS adalah seorang pemahat patung yang cukup terkenal. Pada masa muda Beliau AS sering berkeliling menawarkan patung-patung yang dipahat oleh ayahnya.

Namun, Nabi Ibrahim AS walaupun sering berkeliling menjual patung-patung hasil pahatan ayahnya, Beliau juga sering bertanya kepada ayahnya "Wahai ayahku, adakah engkau benar-benar yakin dan percaya bahwa semua patung-patung yang kamu ukir dan jual itu semuanya adalah Tuhan yang hakiki?". Jika Nabi Ibrahim AS bertanya kepada ayahnya yang semacam itu, maka ayahnya pun menjadi marah. Akan tetapi Nabi Ibrahim AS tidak memperdulikanya, Beliau selalu bertanya dan bertanya. Kejadian semacam itu telah diabadiakan oleh Allah SWT dalam Q.S Al-An’am: 74.
Kisah Nabi Ibrahim AS Tidak Mempan Dibakar Api
Kisah Nabi Ibrahim AS Tidak Mempan Dibakar Api

Beliau lahir di daerah yang bernama Faddam A'ram yang masih dalam kekuasaan kerejaan Babylon dan dipimpin seorang raja yang bernama Namrud bin Kan'aanSistim pemerintahan yang dijalankan Raja Namrud adalah kekuasaan mutlak atau bisa disebut dengan kekuasaan tangan besi. Apapun yang dititahkan oleh Raja Namrud harus ditaati dan dilaksanakan tanpa adanya pertimbangan dari siapapun.


Nabi Ibrahim AS Mulai Berdakwah

Setelah beranjak dewasa, Nabi Ibrahim AS mulai berdakwah, menyerukan agama yang diridhai oleh Allah SWT. Agama yang mengajak untuk mengesakan Allah SWT. Karena Dialah Dzat yang Pencipta dan Maha Kuasa. Dakwah Beliau dimulai dari ayahnya agar memeluk Agama yang diridhai-Nya. Akan tetapi ayah Beliau selalu marah-marah ketika diajak untuk memeluk agama ketauhidan bahkan malah diusir. Bukan hanya ayahnya, Beliau juga berdakwah kepada masyarakat musyrik Babylon meskipun Nabi Ibrahim telah diusir oleh ayahnya.

Pada suatu hari tiba saatnya melaksanakan suatu tradisi di hari yang dianggap keramat oleh masyarakat sekitar. Mereka merayakan tradisi itu setiap tahun dengan pergi keluar kota beramai-ramai selama beberapa hari. Nabi Ibrahim AS juga diajak oleh ayahnya, namun Nabi Ibrahim AS menolaknya dengan alasan sakit. Maka keadaan kota menjadi sepi tanpa ada siapapun.
Kisah Nabi Ibrahim AS Tidak Mempan DIbakar Api
Kisah Nabi Ibrahim AS Tidak Mempan Dibakar Api

Dalam keadaan kota yang sepi, kosong tanpa ada siapapun, Nabi Ibrahim AS diam-diam menghancurkan patung-patung berhala yang berada ditempat peribadatan dengan menggunakan kapak. Semua patung-patung berhala itu dihancurkan tanpa ada yang tersisa kecuali patung yang paling besar. Kemudian Nabi Ibrahim AS meletakan kapak yang ia gunakan untuk menghancurkan patung-patung pada patung yang paling besar.


Dakwah Cerdik Yang Dilakukan Nabi Ibrahim AS

Alangkah terkejut dan kagetlah masyarakat Babylon yang melihat patung-patung sesembahanya hancur berkeping-keping. Mereka pun marah dan murka melihat kejadian itu. Mereka akhirnya mencurigai seseorang yang tidak ikut dalam acara perayaan yang dikeramatkan itu. Dipangilah Nabi Ibrahim AS untuk diadili dan disaksikan oleh seluruh masyarakat Babylon tanpa kecuali Raja Namrud. Dalam keadaan yang demikian, Nabi Ibrahim AS mulai berdakwah secara terang-terangan.

Dalam pengadilan itu terjadilah dialog antara Nabi Ibrahim AS dan Raja Namrud. Mula-mula diawali dengan Raja Namrud bertanya kepada Nabi Ibrahim AS "Siapakah yang menghancurkan patung-patung itu?" Lalu Nabi Ibrahim AS dengan cerdik menjawab "Bukan aku, akan tetapi kapak itulah yang menghancurkan patung-patung itu". Raja Namrud dengan geram kembali berkata "Mana mungkin kapak itu bergerak sendiri tanpa ada yang menggunakanya". Raja Namrud!, Nabi Ibrahim Menjawab "mengapa engkau tanyakan itu kepadaku, tanyakan saja kepada patung yang paling besar, kapak itu ada padanya, dialah yang menghancurkan patung-patung yang telah luluh-lanta itu.
Kisah Nabi Ibrahim AS Tidak Mempan DIbakar Api
Kisah Nabi Ibrahim AS Tidak Mempan Dibakar Api

Di sinilah kecerdikan Nabi Ibarim AS dalam berdakwah. Beliau menggunakan logika kata-kata yang mengantarkan lawan bicaranya tidak dapat berkata lagi. Lalu Raja Namrud berkata kepada Nabi Ibrahim AS "Wahai Ibrahim, mana mungkin patung itu yang menghancurkan patung-patung yang lain. Jangankan bergerak untuk menghancurkan patung-patung itu, berbicara saja dia tidak mampu". Dengan tegas dan lugas Nabi Ibarahim AS menjawab "Jika engkau sudah tahu bahwa patung itu tidak bisa bergerak bahkan berbicara saja tidak mampu, mengapa kalian semua menyembahnya".

Sungguh jawaban yang sangat tepat dan masuk akal. Nabi Ibrahim AS dalam keadaan terdesak, diadili oleh seluruh masyarakat Babylon, Beliau masih saja berfikir jernih dalam menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan kepada Raja Namrud. Dengan jawaban yang terakhir di atas terdiamlah seluruh msyarakat Babylon, termasuk Raja Namrud.

Tetapi dengan kekuasaan mutlaknya, Raja Namrud memerintahkan kepada rayatnya untuk membakar Nabi Ibrahim AS.


Mu'jizat...!, Nabi Ibrahim AS Tidak Mempan Dibakar Api

Setalah keputusan mutlak yang ditetapkan oleh Raja Namrud, sebagian rakyatnya mengumpulkan kayu bakar untuk membakar Nabi Ibrahim AS. Dengan keadaan yang demikian, Nabi Ibrahim AS bersikap tenang dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Raja Namrud kini merasa senang, karena satu-satunya orang yang telah menolak dan tidak mau beriman kepada keyakinanya sebentar lagi akan mati terbakar. Kayu bakar yang dikumpulkan masyarakat kini sudah mulai menumpuk mengelilingi sebuah tiang yang berdiri kokoh. Di situlah Nabi Ibrahim AS diikat untuk dibakar. Setelah kayu bakar sudah menggunung dan mengelilingi Nabi Ibrahim AS, disulutlah kayu bakar itu dengan api atas perintah Raja Namrud.
Kisah Nabi Ibrahim AS Tidak Mempan Dibakar Api
Kisah Nabi Ibrahim AS Tidak Mempan Dibakar Api

Api yang mebakar kayu kini mulai membesar, Nabi Ibrahim AS tepat berada ditengah-tengah tumpukan kayu yang terbakar oleh api yang sangat besar, masyarakat Babylon bersuka ria melihat Nabi Ibrahim AS kini mati dilalap oleh api yang besar. Namun, sungguh terkejut dan alangkah kagetnya masyarakat Babylon. Karena Nabi Ibrahim AS tidak terbakar, sehelai rambutpun tidak, masih utuh sempurna tanpa adanya luka sedikitpun.

Ternyata doa Nabi Ibrahim AS dikabulkan oleh Allah SWT. Permohonan agar diselamatkan dari api yang besar dan menyala. Dalam Qur'an Surat al-Anbiyak ayat 69 Allah Berfirman:


قُلْنَا يَٰنَارُ كُونِى بَرْدًا وَسَلَٰمًا عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ

Artinya: "Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim"

Maka selamatlah Nabi Ibrahim AS dari kobaran api yang amat besar, sehingga masyarakat menjadi heran sekalugus takjub terhadap kejadian yang dialami oleh Nabi ibrahim AS.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah