-->

[ADS] Top Ads

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Empat Ekor Burung Yang Hidup Kembali

Kisah Nabi Ibrahim AS
Kisah Nabi Ibrahim AS
Kisah Nabi Ibrahim AS - Disebuah kerajaan yang bernama Babylon terdapat seorang Nabi yang bernama Ibrahim. Ia adalah putra dari seorang ayah yang bernama Azzar bin Tahur. Pekerjaan ayah Nabi Ibrahim AS adalah sebagai tukang pemahat sekaligus sebagai pedagang patung. Nabi Ibrahim AS juga sering mendapat tugas dari ayahnya untuk berkeliling berjualan patung-patung hasil pahatan ayahnya. Namun anehnya, setiap kali Nabi Ibrahim AS berjualan patung hasil pahatan ayahnya itu selalu berkata "Patung-patung, siapa yang mau membeli patung yang tak berguna ini".

Keadaan Masyarakat Kerajaan Babylon

Kerajaan Babylon termasuk daerah yang cukup makmur. Masyarakatnya hidup senang, sejahtera, dan dari segi sandang, pangan dan papan mereka sudah tercukupi dengan baik. Kerejaan pun memberikan sarana-sarana kepada masyarakat untuk keperluan pertumbuhan jasmani mereka agar menjadi diri yang kuat. Jadi, kekuatan fisik masyarakat Babylon tergolong mumpuni dan kuat. Akan tetapi, dari segi kekuatan rohani, masyarakat Babylon sangatlah lemah. Mereka mempunyai kepercayaan untuk meyembah berhala. Maka dari itu, kekuatan rohani pada masyarakat Babylon sangat lemah.

Ditengah-tengah masyarakat yang mempunyai adat kebiasaan meyembah berhala, Nabi Ibrahim AS muncul sebagai utusan Allah SWT. Seorang Nabi dan rasul yang membawa risalah untuk mengajarkan agama yang lurus. Agama yang dibawa Nabi Ibrahim AS adalah agama yang mengesakan Allah SWT, karena Dialah Sang Maha Pencipta dan Dzat yang dapat mematikan serta meghidupkan kembali. Nabi Ibrahim AS berkeyakinan bahwa, Allah SWT-lah satu-satunya Tuhan yang wajib disembah.

Percakapan Antara Allah SWT Dan Seorang Khalilullah

Nabi Ibrahim AS sudah mantap dan yakin bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang wajib disembah dan hanya Dialah satu-satunya Dzat yang wajib disembah. Namun, pada suatu hari Nabi Ibrahim AS berkeinginan untuk melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah SWT menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati sebelum melanjutkan dakwahnya. Dengan alasan untuk lebih mempertebal iman dan keyakinanya serta untuk membersihkan keragu-raguan yang sesekali menggagu fikiran.

Lalu Nabi Ibrahim AS berdoa, memohon kepada Allah SWT agar memperlihatkan bagaimana makhluk yang sudah mati bisa hidup kembali. Nabi Ibrahim AS berkata "Yaa Tuhanku, tunjukanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan makhluk-makhluk yang sudah mati". Karena Nabi Ibrahim AS adalah seorang Khalilullah, yang atinya Beliau adalah kekasih Allah, maka permohonan Nabi Ibrahim AS dikabulkan-Nya.

Lalu Allah SWT berfirman "Tidakkah engkau beriman dan percaya kepada kekuasaan-Ku?" wahai kekasihku. Nabi Ibrahim AS menjawab pertanyaan Allah SWT dengan mantap "Benar, wahai Tuhanku. Akau telah beriman dan percaya kepada-Mu serta kekuasaan-Mu yang sunnguh luarbiasa. Namun akau ingin sekali melihat dengan mataku sendiri bagaimana makhluk yang sudah mati dapat hidup kembali. Agar aku mendapat ketentraman dan ketenangan, serta hatiku menjadi semakin yakin dan kukuh kepada-Mu".

Nabi Ibrahim AS Mendapat Perintah Dari Allah SWT

Allah SWT ternyata berkenan untuk memperlihatkan kejadian yang luarbiasa yaitu, menghidupkan makhluk yang sudah mati. Dengan petunjuk dari Allah SWT, Nabi Ibrahim AS menangkap empat ekor burung, lalu ia perhatikan keempat burung yang telah ditangkap agar mengetahui detail dan ciri-ciri dari burung-burung itu. Setelah memastikan dan mengetahui betul ciri-ciri burung yang ia tangkap, lalu Nabi Ibrahim AS diperintahkan oleh Allah SWT untuk membunuh keempat burung itu dengan membelah-belahnya menjadi banyak bagian. Lalu dicampur aduklah potongan-potongan bangkai burung-burung itu.

Setalah keempat burung itu sudah dicacah-cacah kemudian dicampur adukan, Nabi Ibrahim AS pergi menuju bukit-bukit yang telah ditentukan. Tempat-tempat yang ditentukan itu adalah empat puncak bukit yang berada di daerahnya. Lalu pergilah Nabi Ibrahim menuju puncak bukit-bukit yang telah ditentukan itu. Sesampainya di puncak bukit yang pertama, Nabi Ibrahim meletakan sebagian bangkai-bangkai yang sudah dicampur aduk, lalu pergi ketempat yang selanjutnya yaitu, bukit yang kedua.

Hal yang sama pun juga dilakukan Nabi Ibrahim AS ketika sampai di puncak bukit yang kedua yaitu, meletakan sebagian bangkai dari ke-empat burung yang sudah terpotong-potang dan dicampur aduk. Begitu juga dengan tempat yang ke-tiga dan ke-empat, Nabi ibrahim juga melakukan hal yang sama. Sehingga, bangkai burung-burung yang sudah dipotong-potong dan dicampur aduk terbagi menjadi empat dan terpisah jauh di tempat yang berbeda pula.

Ajaib, Burung Yang Telah Mati Kini Hidup Kembali

Allah SWT memberikan petunjuk kepada Nabi Ibrahim AS dengan tanpa sia-sia. Karena apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim AS atas petunjuk Allah SWT adalah lebih dari sebuah bukti bahwa, Allah SWT adalah Sang Pencipta dan Dzat yang mampu menghidupkan serta mematikan seluruh makhluk. Bangkai burung-burung yang sudah dicampur adukan lalu dipisahkan di tempat-tempat yang berjauhan, lalu bagaimana cara menghidupkanya kembali?.

Setelah apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS sudah selesai dilaksanakan, Nabi Ibrahim AS mendapat petunjuk dari Allah SWT untuk memanggil keempat burung yang sudah dipisahkan bangkainya. Lalu Nabi Ibrahim AS memanggil keempat burung yang ia tangkap dan ia pisahkan bangkainya tadi.
Kisah Nabi Ibrahim AS
Kisah Nabi Ibrahim AS
Tidak menunggu waktu yang lama, tiba-tiba Nabi Ibrahim AS melihat empat ekor burung terbang mendekatinya. Lalu Beliau melihat-lihat burung-burung itu dengan teliti. Diperhatikan burung yang berjumlah empat ekor yang mendekatinya itu. Nabi Ibrahim AS  mulai sadar bahwa, burung-burung itu adalah burung yang telah mati dan dipisah-pisahkan bangkainya. Dengan kekuasaan Allah SWT keempat burung itu kini telah hidup kembali dan utuh sempurna seperti sediakala.
Kisah Nabi Ibrahim AS
Kisah Nabi Ibrahim AS

Dengan kejadian itu, kini Nabi Ibrahim AS merasa gembira dan bertambah yakin kepada Allah SWT. Fikiran yang sesekali terlintas mengganggu ketentraman jiwa kini telah bertambah yakin dan mempertebal imanya.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah