-->

[ADS] Top Ads

Kisah Nabi Hud AS - Gemuruh Pusaran Angin di Tengah Musim Kering

kisah nabi hud AS
Kisah Nabi Hud AS
Kisah Nabi Hud AS - Nabi Hud AS merupakan salah satu Nabi yang ke-4 dari 25 Nabi dan Rasul yang wajib diketahui oleh orang mukalaf. Dalam rukun Iman yang ke-4 disebutkan bahwa, rukun iman yang wajib diketahui dan diyakini bagi seorang Muslim adalah iman kepada Nabi dan Rasul. Selain itu, alangkah lebih baik jika kita mengetahui lebih dalam tentang kisah-kisah Nabi dan Rasul, termasuk kisah Nabi Hud AS.

Sekilas Tentang Kaum Nabi Hud AS


Nama dari kaum Nabi Hud AS adalah Kaum 'Add yaitu, salah satu suku yang berada di Jazirah Arab. Tepatnya terletak di utara Hadramaut antara Yaman dan Umman. Suku Add merupakan suku yang tertua sesudah kaum Nabi Nuh AS. Mereka terkenal dengan tubuhnya yang besar dan kuat. Daerah suku Add yang disebut dengan al-Ahqaf merupakan daerah yang subur dan terdapat banyak sember air yang melimpah. Sehingga kebanyakan dari mereka mempunyai mata pencaharian bercocok tanam atau bisa biasa disebut dengan petani.

Kehidupan mereka makmur dan sejahtera dengan adanya lahan yang subur. Sungguh karunia Allah SWT yang sangat luar biasa. Berbagai macam tanaman buah-buahan dan tanaman makanan pokok dapat tumbuh dengan baik, sehingga dapat menghasilkan panen yang melimpah. Dengan kemakmuran yang mereka dapatkan, kaum Add menjadi berkembang dalam waktu yang singkat. Mereka juga menjadi suku yan terbesar di antara suku-suku yang hidup di sekitarnya.

Akan tetapi, kehidupan yang begitu makmur dan sejahtera, membuat mereka menjadi terlena. Mereka lupa bahwa keni'matan yang mereka dapatkan berasal dari Allah SWT. Sehingga mereka melenceng dari ajaran tauhid yang dibawa oleh Rasul terdahulu. Ajaran yang dibawa oleh Nabi Idris AS dan Nabi Nuh AS sudah tidak membekas lagi dalam jiwa mereka. Mungkin sudah menjadi sunnatullah, jika suatu kaum telah ditinggalkan oleh Nabi dan Rasul dalam kurun waktu yang lama, mereka lambat laun akan menjadi lupa dan melenceng dari ajaran ketauhidan.

Keadaan Kaum Nabi Hud AS


Kisah Nabi Hud AS, berawal dari sauatu kaum atau bahkan hampir setiap manusia lupa dengan ajaran Nabi terdahulu. Mereka melenceng dari mengesakan Allah SWT. Sehingga mereka, kaum Add berbuat kesyirikan dalam bentuk menyembah patung-patung yang disebut dengan berhala. Akibatnya mereka menjadi sesat dan dalam pergaulan mereka diliputi dengan kerusakan moral. Hukum yang berlaku dalam masyarakat mereka adalah hukum rimba seperti, binatang predator yang memangsa hewan yang lemah.

Mereka yang kuat menindas yang lemah, yang kaya memonopoli harta yang miskin, sehingga yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Dan perbuatan mereka yang terburuk adalah menyembah berhala yang mereka sebut dangan Samud dan Alhattar. Mereka meyakini bahwa berhala yang bernama Samud dan Alhattar dapat membebaskan dari mara bahaya. Bahkan mereka menganggap kesuburan yang menghasilkan panen melimpah merupakan pemberian patung berhala itu.

Pada intinya kaum Add pada saat itu dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Baik dari segi ketauhidan untuk mengesakan Allah SWT dan tatanan kehidupan mereka yang jauh dari kebajikan.

Dakwah Nabi Hud AS


Ketika kaum 'Add sudah jauh dari ajaran Nabi yang lalu, maka Allah SWT mengutus seorang Nabi sekaligus Rasul yang akan memberi mereka petunjuk untuk kembali kepada akidah yang mulia. Akidah yang mengarahkan mereka untuk menyembah Dzat yang Maha Abadi dan Dzat yang memberikan mereka karunia berupa kehidupan yang makmur sejahtera. Dia adalah seseorang dari suku mereka yaitu, Nabi Hud AS. Sejak kecil Nabi Hud AS terkenal dengan prilakunya yang baik. Sifat yang luhur dan bijaksana disetiap pergaulanya.

Nabi Hud AS berdakwah dengan menunjukan tanda-tanda adanya Dzat yang menciptakan alam semesta. Bumi yang dipenuhi dengan berbagai macam kehidupan yang dinamis, tatasurya yang sangat luas dan dipenuhi dengan bintang-bintang, bulan, matahari dan planet-planet yang beredar pada garis edaranya apakah mungkin semua itu terjadi tanpa ada yang menciptakan?. selain itu, Nabi Hud AS untuk menarik perhatian kaum Add dengan cara rasio yang sangat masuk akal.

Nabi Hud AS menganalogikan bahwa, manusia adalah makhuk yang mulia diantara makhluk yang lain, tidak sepantasnya manusia menyembah patung/berhala yang dibuatnya sendiri, apakah mungkin manusia memnbuat Tuhan?. Patung yang tidak dapat memberi dampak apapun terhadap sekelilingnya, bahkan patung atau berhala itu tidak mempunyai kekuatan untuk bergerak sama sekali. Apakah berhala semacam itu pantas untuk disembah?. 

Seruan Nabi Hud AS mengajak kaum Add untuk menyembah Allah semata. Dzat yang menciptakan bumi dan langit beserta isinya. Dzat yang memberikan karunia berupa kehidupan yang makmur dan sejahtera. Dialah Dzat yang dapat menghidupkan dan mematikan setiap makhluk, tiada sekutu baginya dan Dzat yang harus disembah.

Perdebatan Antara Nabi Hud AS dan Kaumnya Yang Membangkang


Dakwah Nabi Hud AS yang mengajak untuk mengesakan Allah SWT merupakan hal yang tidak mereka duga. Mereka menganggap agama yang dibawa oleh Nabi Nuh AS dapat merubah kebiasaan mereka. Kebiasaan yang sudah menjadi adat istiadat yang mereka kenal dan diwariskan dari nenek moyang mereka. Mereka pun merasa heran, karena seseorang dari suku mereka telah berani merubah tatanan hidup dan mengganti kepercayaan yang sudah mereka yakini benar adanya. 

Dengan penuh percaya diri mereka, Kaum Add menolak ajaran Nabi Hud AS dan terjadilah perdebatan antara Nabi Hud AS dan kaum Add. Bermula dari kaum Add berkata "wahai Hud, ajaran dan agama apakah yang hendak engkau serukan kepada kami?, apakah Engkau menginginkan kami untuk meninggalkan persembahan kami yang sudah turun-temurun dari nenek moyang kami dan engkau menyuruh kami untuk menyembah Tuhan yang tidak bisa dijangkau oleh panca indra kami?.

Lalu Nabi Hud AS berkata "wahai kaumku, Tuhan yang aku serukan kepadamu adalah tuhan yang menciptakan alam semesta. Walaupun kamu tidak dapat menjangkaunya dengan panca indra kalian, namun kalian dapat melihat dan merasakan-Nya dalam dirimu sendiri sebagai ciptaan-Nya, seluruh alam semesta yang mengekelilingmu seperti, bumi yang terdapat tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan, air dan udara dapat bermanfaat bagi kaian, semua itu adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Dialah Tuhan yang wajid kalian sembah. Bukankah berhala-berhala yang kalian sembah itu adalah buatan kalian sendiri?. Sungguh suatu hal yang tidak masuk akal jika kalian membuat patung lalu kalian sembah.

Kemudian mereka berkata "wahai Hud, gerangan apakah yang membuat engkau berpandangan seperti itu?. Padahal agama yang kami yakini adalah agama yang telah diturunkan dari nenek moyang kami. Dan kami menyembah tuhan-tuhan kami berdasarkan apa yang telah diperbuat oleh nenek moyang kami terdahulu. Engkau mengaku sebagai utusan Tuhan untuk membawa agama dan kepercayaan yang baru. Sungguh tidak masuk akal jika kamu mengaku utusan Tuhan padahal kami meliahat engkau tidak lebih dari manusia biasa seperti kami, makan dan minum dan lain sebagainya. Kami benar-benar menganggap kamu adalah seorang pendusta atau, fikiranmu tidak sehat karena kutukan dari tuhan-tuhan yang engkau hina.

Nabi Hud AS menjawab "wahai kaumku, aku bukanlah seorang pendusta dan fikiranku tetap waras. Ketahuilah bahwa patung-patung yang kalian tuhankan tidak dapat mendatangkan gangguan dan penyakit apapu terhadap badan dan fikiranku. Kalian tuhu bahwa aku selama ini hidup ditengah-tengan kalian dan aku tidak pernah berdusta serta kalian tidak pernah melihat tanda-tanda bahwa fikiranku tidak waras. Aku benar-benar pesuruh Allah yang membawa amanat untuk meyampaikan wahyu kepada hamba-Nya yang tersesat. Maka berimanlah kepada-Nya, lalu bertaubatlah kalian dan memohon ampun atas perbuatan syirik yang kalian lakuakan agar kalian tidak mendapatkan adzab dunia dan adzab ketika kalian dibangkitkan kembali dari kubur.

Wahai Hud!, jawab kaumnya, "kami menjadi yakin dan tidak meragukanya lagi bahwa, engkau mendapat kutukan dari tuhan-tuhan kami sehigga akalmu menjadi tidak sehat atau tidak waras. Engkau telah mengatakan bahwa kami akan dibangkaitkan dari kubur, mana mungkin hal tersebut terjadi. Dan jika kami menyembah Tuhan yang engkau serukan maka kami akan bertambah makmur dan sejahtera. Ancaman-ancaman yang engkau tujukan pada kami, kami anggap omong kosong belaka karena ketidak warasan fikiranmu itu.

Baiklah!, jawab Nabi Hud AS, "jika kalian tidak percaya dengan kata-kataku dan tidak meninggalkan berhala-berhalamu itu. Tunggulah saat hari pembalasan yang aku ceritakan kepada kalian, daimana kalian tidak akan dapat luput dari bencana yang Tuhanku janjikan. Allah menjadi saksiku, bahwa aku sudah menyampaikan risalah-Nya dengan sekuat tenaga dan akan menyerukan ajaran yang lurus selama hayat masih di kandung badan.

Musim Kering Yang Melanda Daerah al-Ahqaf


Setelah sekian lama Nabi Hud AS berdakwah, membawa misi untuk menyebarkan agama yang mengesakan Allah SWT, akan tetapi masih banyak yang belum beriman. Maka pada suatu hari daerah yang ditinggali oleh kaum Add dilanda kemarau, kekeringan pun terjadi hingga ladang yang mereka tanami menimbulkan kecamasan. Mereka cemas jika ladang yang mereka tanami mengalami gagal panen.


kisah nabi hud AS


Dalam keadaan yang seperti itu Nabi Hud AS masih tetap berusaha untuk meyakinkan mereka bahwa, kekeringan itu adalah peringatan bagi kaum Add agar meninggalkan berhala-berhala itu dan tidak pernah menyembahnya lagi dan untuk menyembah kepada Tuhan yang menciptakan alam semesta, bertaubatlah dan memohon ampun kepada-Nya serta memohon agar hujan diturunkan. Akan tetapi mereka, kaum Add misih tidak percaya kepada Nabi Hud AS. Mereka misih tetap memuja dan meyembah berhala agar terhidar dari musibah.

Badai Angin Yang Bergemuruh


Musim kering yang sedang mereka alami tak kunjung berhenti akan tetapi sebagian besar dari kaum Aad masih tetap tidak meninggalkan kepercayaan untuk menyembah berhala-berhala. Hingga pada suatu hari terlihatlah tanda-tanda seperti akan turun hujan. Dilangit terdapat gumpalan-gumpalan awan hitam. Mendung, Mengdung, mendung, kata kaum Add. Mereka bergembira karena sebentar lagi akan turun hujan yang lebat. Setelah sekian lama menunggu, kini mendung yang akan menurunkan hujan segera tiba. Mereka bahagia. Mereka pun mengejek Nabi Hud AS, bahwa yang ia katakan adalah dusta, buktinya awan akan segera menurunkan hujan.


kisah nabi hud AS
Gumpalan Awan Hiatam

Namun sebelum datangnya gumpalan awan hitam itu, Nabi Hud AS mendapatkan wahyu yang berupa khabar bahwa, adzab yang lebih besar akan segera tiba. Dan ternyata benar, gumpalan awan hitam itu bukan menurunkan hujan, akan tetapi gumpalan awan hitam itu lama-lama membentuk sebuah pusaran yang mengerikan. Pusaran hitam itu, kini telah meyentuh tanah dan melibas apapun yang ada di hadapanya. Rumah yang bediri kokoh tak luput dari pusaran angin yang menggila, tanamam, hewan ternak dan mereka yang tadinya bergembira kini telah ikut hanyut di dalam pusaran angin Topan yang dahsyat. Maka binasalah kaum Add kecuali, sebagian dari mereka yang percaya kepada Nabi Hud AS.


kisah nabi hud AS
Gambaran Angin Tofan 



Hijrah


Setelah bencana yang melanda kaum Add, Nabi Hud AS hijrah menuju Hadramaut di mana ia menghabiskan sisa hidupnya sampai ia wafat dan dimakamkan di sana. Hingga sekarang makamnya yang terletak di atas sebuah bukit di suatu tempat lebih-kurang 50 km dari kota Siwun dikunjungi para penziarah yang datang beramai-ramai dari sekitar daerah itu terutamanya dan dibulan Syaaban pada tiap tahunya.

Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah