-->

[ADS] Top Ads

Kisah Nabi Adam AS Berikut Dalil Al-Qur'an

Kisah Nabi Adam As - Setalah Alloh SWT menciptakan langit beserta bintang-bintang yang bertaburan dan bumi beserta isinya yaitu, gunung, laut, pepohonan dan lain-lain dan makhluk bernama Malaikat. Ia (Malaikat) adalah makhluk yang diciptakan oleh Alloh SWT dari nur atau cahaya dan memiliki sifat yang sangat taat kepada Alloh SWT.

Hadits Rosulloh SAW:


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم خُلِقَتِ المَلٰئِكَةُ مِنْ نُوْرِ وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجِ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ اٰدَمَ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

Artinya: “Dari Aisyah berkata: Rasulullah saw bersabda,”Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari Sesutu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian.” (H.R. Muslim)

Sehingga para Malaikat hidupnya dipergunakan hanya untuk beribadah kepada Alloh SWT. Dari sekian banyak malaikat ada sebagian dari mereka yang ditugaskan sebagai pelantara antara Alloh SWT dan Nabi-Nabi untuk menerima petunjuk Alloh SWT.

Kemudian setelah Alloh SWT meciptakan itu semua kini tiba saatnya Alloh SWT menciptakan seorang manusia pertama untuk menjadi penghuni sekaligus menjadi kholifah di muka bumi. Manusia pertama yang diciptakan oleh Alloh SWT adalah Adam AS yang akan menjadi salah satu Nabi.


kisah nabi adam


Kekhawatiran Para Malaikat


Sebelum Alloh SWT menciptakan manusai sebagai kholifah di muka bumi, Alloh SWT mengkhabarkan hal yang penting kepada para malaikat. Khabar bahwa, Alloh SWT akan menciptakan manusia yang nantinya menjadi kholifah di muka bumi, pengelola dan penghuni bumi. Hal ini termaktub dalam Al-Qur'an S. Al-Baqoroh ayat 30.


وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ 

Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".

Setelah Alloh SWT memberikan berita itu kepada malaikat, mereka (malaikat) merespon dengan kekhawatiran bahwa, sebenarnya sebelum menciptakan makhluk yang bernama manusia Alloh SWT sudah pernah menciptakan makhluk yang bernama Abal Jan dan Banul Jan. Mereka adalah makhluk yang menghuni bumi sebelum Nabi Adam AS turun ke bumi.

Akan tetapi Abal Jan dan Banul Jan merupakan dua kelompok makhluk yang tidak pernah akur. Merekan menebarkan kebencian dan peprangan sering terjadi diantara kedua kelompok tersebut. Mereka bukanya mengolah bumi menjadi sebuah tempat yang nyaman malah membuat kerusakan di mana-mana.

Dengan demikian para malaikat meberikan protes kepada Alloh SWT bahwa, jika Alloh SWT menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi malah akan seperti penghuni bumi sebelum manusia. Yaitu, para manusia akan menumpahkan dara di bumi dan berbuat kerusakan. Hal ini tercantum dalam surat Al-Baqoroh ayat 30 sebagai lanjutan dari ayat diatas.

وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ

Artinya: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" 

Setelah para malaikat protes kepada Alloh SWT dengan bentuk pertanyaan, Alloh SWT memberi jawaban atas pertanyaan yang telah dilontarkan malaikat "Alloh SWT berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". Mendengar jawaban Alloh SWT, maka para malaikat tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Setelah peristiwa itu terjadi, maka Alloh SWT menciptakan Nabi Adam AS dari segumpal tanah liat, kering dan lumpur hitam yang berbentuk. Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Alloh SWT ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.

Manusia Makhluk Yang Mulia


Setalah Nabi Adam AS diciptakan, Alloh SWT mengajarkan pengetahuan kepada Nabi Adam AS tentang nama-nama benda. Sehingga Nabi Adam AS menjadi makhluk yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk yang lain karena ilmu pengetahuan itu. Setelah Nabi Adam menguasai pengetahuan yang diajarkan oleh -Nya, maka Alloh SWT berkehendak akan membuktikan kepada malaikat bahwa, makhluk ciptaan-Nya merupakan makhuk yang paling mulia.

Mngajarkan nama-nama benda kepada Nabi Adam AS ini sesuai dengan firman Alloh SWT S.Q Al-Baqoroh ayat 31 yang Artinya: "Dan Dia (Alloh SWT) mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya," Para malaikat kemudian diberi tantangan oleh Alloh SWT untuk menyebutkan benda-benda yang berada di hadapanya.

Tantangan itu pun di abadikan didalam firman Alloh AWT yang Artinya "kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!"

Dengan tantangan itu, para malaikat tidak berdaya dan hanya bisa menjawab yang tertera dalam Q.S Al-Baqoroh ayat 32 yang Artinya: "Mereka malaikat menjawab: Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"


Ujian Untuk Nabi Adam Dihadapan Para Malaikat


Sungguh luar biasa, dari sekian banyak Nabi-Nabi yang diutus di muka bumi hanya sedikit Nabi yang mendapat pengajaran langsung dari Alloh SWT. Dan salah satu Nabi yang mendapatkan pengalaman itu adalah Nabi Adam AS. karena sesungguhnya Alloh SWT-lah Sang Maha Guru Besar dari segala Guru yang ada. Dia (Alloh SWT) tiada bandingan dan tidak ada sesuatu yang dapat menandinginya.

Setelah Nabi Adam AS mendapatkan pengajaran dari Alloh SWT, kini tiba saatnya Beliau AS mendapatkan ujian atau dalam istilah penbelajaran disebut dengan evaluasi. Ujian itu langsung disaksikan oleh malaikat yang tadinya meragukan manusia (Nabi Adam AS) yang akan dijadikan khalifah di muka bumi. Alloh SWT menberikan ujian kepada Nabi Adam AS dengan menyuruhnya menyebutkan nama-nama benda yang telah diajarkan-Nya dihadapan malaikat.

Alloh SWT berfirman: Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan? (S.Q. Al-Baqoroh: 33).

Ujian itu sukses dijawab oleh Nabi Adam AS dengan benar. Kini para Malaikat menjadi yakin dan tidak ragu atas kehendak Alloh SWT yang menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi.


Pembangkangan Iblis Terhadap Perintah Alloh SWT


Karena manusia adalah makhluk yang sempurna dan mulia, maka Alloh memberikan perintah kepada malaikat dan iblis untuk bersujud menghormat kepada Nabi Adam AS. Seluruh malaikatpun bersujuda akan tetapi disisi lain, makhulk Alloh SWT yang disebut dengan nama Iblis tidak mengindahkan perintah tersebut. Dia (Iblis) malah dengan sombongnya berkata "Wahai Alloh SWT, aku Engkau ciptakan manusia dari api yang menyala sedangkan manusia Engkau ciptakan dari tanah, maka kami (Iblis) tentu lebih mulia dibandingkan manusia itu.

Alloh SWT berfirman dalam Q.S Al-Baqoroh ayat 34:


وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ أَبَىٰ وَٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir".

Karena pembangkangan yang dilakukan oleh iblis, Alloh SWT melaknatnya dengan menggolongkan iblis termasuk ke dalam orang-orang yang kafir serta mengusir mereka dari surga.


Permohonan Iblis Kepada Alloh SWT


Setelah iblis mendapat kutukan dari Alloh SWT yaitu berupa hukuman dikeluarkan dari surga dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat juga dinyatakan sebagai penghuni neraka, iblis memohon kepada Alloh SWT. Iblis memohon kepada Alloh SWT agar kematianya ditangguhkan sampai hari kiamat. Permohonan terkhir iblis ini ternyata dikabulkan oleh Alloh SWT.

Kemudian setelah peristiwa itu terjadi Alloh SWT berfirman kapada Nabi Adam AS, yang artinya: "Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim".

Dengan demikian Nabi Adam AS sebagai penghuni surga yang di dalamnya terdapat kenikmatan-kenikmatan yang luar biasa. Akan tetapi, Alloh SWT hanya memberikan satu larangan. Larangan itu berupa untuk menjauhi pohon yang disebut dengan pohon khuldi.


Terciptanya Siti Hawa


Setelah sekian lama Nabi Adam AS berada di surga, Dia AS merasa kesepian. Nabi Adam AS membutuhkan seseorang yang dapat menemaninya. Karena hal itu memang sudah menjadi fitrah manusia, yaitu makhluk Alloh yang bersosial.

Maka Alloh SWT menciptakan Siti Hawa dari salah satu tulang rusuk Nabi Adam AS. Yang kelak menjadi istri Nabi Adam AS sekaligus menjadi ibu seluruh manusia. Kini Nabi Adam AS telah mendapatkan teman sekaligus menjadi istrinya. Nabi Adam pun menjadi gembira karena telah mempunyai teman di surga.

Namun sebelum itu Alloh sudah memperingatkan Nabi Adam dan Siti Hawa agar jangan mendekati sebuah pohon yang tidak terdapat di dunia ini.


Nabi Adam dan Siti Hawa yang Tergoda Oleh Rayuan Iblis


Nabi Adam AS kini berada di surga bersama dengan Siti Hawa. Mereka berdua hidup bersama tentram dan bahagia di dalam surga yang penuh dengan kenikmatan. Pemandangan yang tak pernah dilihat atau dibayangkan oleh semua mkhluk terdapat di dalam surga. Akan tetapi pada suatu hari iblis menyelinap ke dalam surga untuk menggoda mereka berdua.

Ketika itu Nabi Adam dan Siti Hawa kedatangan seseoang yang mengaku iblis. Kemudian iblis dengan cara yang licik menggoda mereka berdua untuk memakan buah yang bernama Khuldi. Dan inilah iliustrasi dioalog mereaka:

Iblis  : Hai Adam dan Hawa, mengapa engkau tidak memakan buah khuldi?

Adam: Karena Alloh SWT melarang kami untuk mendekati pohon khuldi.

Iblis : Hai Adam dan Hawa, tahukah engkau, bahwa buah itu akan memberimu kehidupan yang kekal dan rasanya pun sangat lezat. Maka dari itu Alloh SWT melarang mu untuk mendekatinya.

Adam : Apakah benar apa yang kau katakan? wahai iblis.

Iblis menjawab: terserah, mau percaya atau tidak yang penting aku sudah memberikan informasi tentang buah khuldi.

Setelah percakapan itu terjadi, Nabi Adam AS dan Siti Hawa terngiang-ngianya perkataan iblis tadi. Hingga pada suatu saat Nabi Adam AS dan Siti Hawa melihat pohon yang sangat ridang dan besar. Dan di dalam hati mereka berdua bergumam "apakah itu yang disebut dengan pohon khuldi?" Karena teringat dengan perkataan iblis Nabi Adam dan Siti hawa menjadi penasaran.

Nabi Adam dan Siti Hawa secara tidak sadar telah mendekati pohon besar dan rindang itu. Iblis tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk menggoda mereka berdua. Dengan cara yang licik iblis menggoda mereka berdua hingga akhirnya Nabi Adam AS dan Siti Hawa termakan oleh omongan iblis. Mereka berdua memetik buah khuldi dan memakannya.

Iblis menjadi gembira, karena telah berhasil membuat mereka berdua melanggar larangan Alloh SWT.


Nabi Adam dan Siti Hawa Diturunkan ke Bumi


Alloh SWT mencela pebuatan mereka berdua karena telah melanggar larangan-Nya. Dan mereka berdua lupa bahwa, syaitan adalah musuh yang nyata. Alloh SWT berfirman "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."

Nabi Adam dan Siti Hawa kini sadar, mereka telah berbuat khilaf dan telah melakuakan dosa besar. Mereka mengakui kesalahanya itu dan memohon ampun kepada Alloh SWT seraya berkata "Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena pujukan Iblis. Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."

Alloh SWT mengampuni mereka berdua, akan tetapi Alloh SWT memberikan hukuman kapada mereka berdua. Hukuman itu beruapa dikeluarkan dari surga dan mendiami bumi yang memang sebelumnya disiapkan oleh Alloh SWT.

Nabi Adam AS dan Siti Hawa kini tinggal di bumi. Mereka berdua menjalani hidup yang sangat berbeda dengan kehidupan di surga yang penuh dengan kenikmatan. Dan untuk memenuhi kebutuhan hidup di bumi mereka harus berusaha terlebih dahulu baru bisa mendapatkanya.

Inilah kisah Nabi Adam AS yang telah menjadi bapak dari semua manusia di muka bumi ini.


Copyright © 2020

Wikuwik.com - Ilmu Sejarah